500 Penerima BPMKS di Solo Bisa Belanja Mulai Maret Sampai April
Orang tua siswa pemegang kartu BPMKS antre di depan Toko Serba Penni di kawasan Singosaren, Solo, meski toko belum buka, Selasa (25/12/2018). (Solopos-Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO — Sebanyak 500 penerima Bantuan Pendidikan Masyarakat Kota Solo (BPMKS) yang belum menggunakan dana hingga Desember 2018 lalu bisa mulai membelanjakannya mulai Maret hingga April 2019.

Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Solo, Unggul Sudarmo, mengatakan pemegang kartu BMPKS yang belum bisa membelanjakan uang bantuan bisa membelanjakan pada Maret hingga April.

“Penerima BMPKS dari jenjang sekolah dasar [SD] hingga sekolah menengah atas [SMA] mencapai 20.298 orang,” ujar Unggul di ruang kerjanya kepada reporter Solopos.com, Tamara Geraldine, Rabu (23/1).

Sekitar 95% dari 20.298 penerima BMPKS sudah membelanjakan dana bantuan mereka. ”Kami melakukan sesuai prosedur, tidak langsung diambilkan dananya. Jadi uang yang dikembalikan ke kas daerah nantinya [digunakan] sesuai arahan Wali Kota Solo [F.X. Hadi Rudyatmo], “ kata dia.

Pemkot Solo menjamin semua penerima BPMKS mendapatkan hak mereka. “Itu haknya penerima. Uang bantuan tak akan hilang, pasti kembali ke penerima. Nanti ada kebijakan lebih lanjut untuk mekanismenya,” jelas dia.

Warga Serengan, Solo, Widyastuti Maharani, 45, senang dengan kebijakan khusus pembelanjaan uang nagi pemegang kartu BPMKS. “Kasihan ada tetangga saya yang belum bisa membelajakan uang bantuan. Dia tidak dapat izin saat bekerja. Bisanya belanja hanya saat hari libur. Itu pun kuota per mitra sudah penuh,” ujarnya di halaman SMP 4 Solo.

Widyastuti meminta Pemkot Solo memberikan sosialisasi terkait pencairan dana BPMKS ke masyarakat yang belum bisa mencairkan dana mereka. “ Harus disosialisasikan ke masyarakat agar mereka bisa memanfaatkan dana bantuan untuk keperluan sekolah anak,” ujarnya.

Hal senada disampaikan warga Banyuanyar, Solo, Retno Indriati, 28. Ia juga meminta Pemkot memberikan sosialiasi terkait penggunaan dana bantuan BPMKS.

“Waktu itu saya belanja keperluan sekolah dengan kartu BPMKS. Saya sering bertemu warga yang tidak bisa membelanjakan uang bantuan mereka. Ada isu uang akan hangus sehingga banyak warga yang rela tidur di depan toko demi mendapatkan nomor antrean,” ujarnya.

Ia berharap Pemkot Solo memberikan tambahan mitra untuk mempermudah pemegang kartu berbelanja. “ Semoga Pemkot menambahkan mitra agar semua warga bisa berbelanja dengan leluasa, tidak berebut dengan warga lain,” ujar dia.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom