Pekerja membangun jalan di depan pintu tol Dumpil, Balerejo, Kabupaten Madiun, Jumat (23/2/2018). (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com)

Sebanyak 500 bidang tanah terdampak tol di Kabupaten Madiun belum dibebaskan.

Solopos.com, MADIUN -- Sebanyak 500 bidang tanah di wilayah Kabupaten Madiun yang terdampak pembangunan ruas jalan tol Solo-Kertosono (Soker) belum dibebaskan. Saat ini pemerintah masih melakukan mediasi dengan pemilik lahan.

Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Madiun, Budi Martono, mengatakan di pembangunan tahap kedua proyek tol Solo-Kertosono di wilayah Madiun ada 1.700 bidang tanah. Dari jumlah itu masih ada sekitar 500 bidang tanah belum dibebaskan.

"Tahap kedua ini, tanah yang belum dibebaskan ada 500 bidang. Ini baru proses," jelas dia kepada wartawan di Desa Purworejo, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, Rabu (7/3/2018).

Budi menyampaikan pihaknya sudah melakukan appraisal untuk mengetahui harga bidang tanah yang belum dilepaskan itu. Harga dari appraisal juga sudah disampaikan kepada pemegang hak tanah.

Warga yang sudah setuju dengan harga tersebut, ungkap dia, akan segera menerima pencairan uang. Sedangkan yang belum setuju masih akan menunggu dan proses mediasi dilakukan.

Pembebasan lahan ini untuk pembangunan overpass dan underpass yang ada di jalan tol tersebut. Dijadwalkan dalam waktu dekat Presiden akan meresmikan jalan tol untuk jalur Ngawi-Wilangan.

Pantauan Madiunpos.com, Rabu, proses pengerjaan jalan tol tepatnya di depan pintu masuk tol Dumpil, Balerejo, Madiun masih tetap berlanjut. Para pekerja masih membangun jalan tersebut.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten