50 Wartawan Diajak Temui Gubernur Papua Lukas Enembe di Kediaman

Ajakan membawa 50 wartawan itu terkait dengan pihak keluarga Lukas Enembe akan memberikan keterangan pers mengenai kesehatan kliennya.

 Polisi mengarahkan massa pendukung Gubernur Papua Lukas Enembe dalam unjuk rasa menolak penetapan tersangka Gubernur Papua Lukas Enembe oleh KPK di Titik Nol, Taman Imbi, Kota Jayapura, Papua, Selasa (20/9/2022). (Antara/Gusti Tanati)

SOLOPOS.COM - Polisi mengarahkan massa pendukung Gubernur Papua Lukas Enembe dalam unjuk rasa menolak penetapan tersangka Gubernur Papua Lukas Enembe oleh KPK di Titik Nol, Taman Imbi, Kota Jayapura, Papua, Selasa (20/9/2022). (Antara/Gusti Tanati)

Solopos.com, JAKARTA — Sedikitnya 50 wartawan dari berbagai media baik nasional maupun lokal diajak penasihat hukum ke kediaman pribadi Gubernur Papua Lukas Enembe di Koya Tengah, Distrik Muara Tamo, Kota Jayapura, Papua, Jumat (30/9/2022).

Penasihat hukum Gubernur Papua Lukas Enembe, Aloysius Renwaring, mengatakan ajakan itu terkait dengan pihak keluarga Lukas Enembe akan memberikan keterangan pers mengenai kesehatan kliennya.

PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

“Kunjungan ini untuk melihat secara langsung kondisi kesehatan Gubernur sehingga dapat membantu memberi informasi kepada masyarakat,” katanya, seperti dikutip Solopos.com dari Antara.

Dengan kunjungan wartawan tersebut, Aloysius berharap Lukas Enembe mendapat dukungan untuk berencana berobat ke Singapura.

Baca Juga: Aksi Bela Gubernur Papua Lukas Enembe, Ribuan Pendukung Turun ke Jalan

“Minggu depan dijadwalkan dua dokter yang menangani kesehatan Gubernur Enembe datang dari Singapura untuk mengecek kesehatan beliau,” ujarnya.

Ia menjelaskan pihaknya sebagai penasihat hukum Lukas Enembe hanya membantu wartawan untuk bertemu kliennya sekaligus bisa melihat secara langsung kondisi Gubernur Enembe.

Sebelumnya, Koordinator Tim Pengacara Gubernur Papua Lukas Enembe, Stevanus Roy Rening, mengatakan saat ini kondisi Gubernur Lukas Enembe membaik.

Baca Juga: Paulus Watepauw Laporkan Pengacara Gubernur Papua Lukas Enembe ke Polisi

Obat dari Singapura, kata dia, sudah tiba tiga hari yang lalu.

“Memang dokter pribadi Gubernur Enembe saat ini sedang mengupayakan mendatangkan dokter yang menangani sakit beliau dari Singapura,” kata Roy Rening kepada wartawan di Jayapura, Rabu (28/9/2022).

Pencemaran Nama Baik

Sementara itu, Penjabat Gubernur Papua Barat Paulus Watepauw melalui kuasa hukumnya melaporkan Stefanus Roy Rening selaku kuasa hukum Gubernur Papua Lukas Enembe ke Bareskrim Polri terkait dugaan tindak pidana pencemaran nama baik.

Sebelumnya Roy Rening menyatakan, kasus yang kini membelit Gubernur Papua Lukas Enembe merupakan bentuk kriminalisasi dan politisasi yang melibatkan Paulus Watepauw.

Heriyanto, kuasa hukum Paulus Waterpauw, mengatakan laporan dugaan pencemaran nama baik sudah teregistasi di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Bareskrim Polri dengan Nomor: LP/B/0570/IX/2022/SPKT/BARESKRIMPOLRI, tanggal 29 September 2022.

Baca Juga: Gubernur Papua Lukas Enembe Mangkir Lagi, KPK Minta Bantuan IDI

“Jadi saya selaku kuasa hukum dari Bapak Paulus Waterpauw didampingi tokoh masyarakat di Papua dan Komunitas Papua Jakarta melaporkan kuasa hukum Gubernur Lukas Enembe, Stefanus Rening,” kata Heriyanto di Bareskrim, Mabes Polri, Jakarta, Kamis (29/9/2022).

Ia menjelaskan alasan membuat laporan tersebut karena Stafanus Roy Rening menuding Paulus Waterpauw terlibat dalam penetapan tersangka Lukas Enembe, dengan berbicara kepada sejumlah media bahwa penetapan tersangka Lukas Enembe karena politisasi atau kriminalisasi.

Dalam laporan tersebut, Heriyato membawa serta barang bukti berupa video konferensi pers tanggal 18 dan 19 September 2022.

Baca Juga: Pengacara Gubernur Lukas Enembe: Pak Presiden, Klien Kami Benar-Benar Sakit

Dalam video itu, terlapor mengatakan kliennya sebagai mantan anggota Polri berbahaya jika memimpin negeri.

“Bapak Stefanus Rening mengatakan bahwa penetapan tersangka Lukas Enembe itu karena ditolaknya pencalonan Paulus Waterpauw dan beliau menuding ini semua skenario atau kriminalisasi atau politisasi dari mantan-mantan jenderal polisi,” kata Heriyanto.

Bukti lainnya video rekaman pada salah satu stasiun televisi nasional antara tanggal 22 dan 23 September 2022.

Baca Juga: Lukas Enembe Beralasan Sakit, KPK: Kami Punya Dokter Andal

Menurut Heriyanto, narasi yang disampaikan oleh Stefanus Rening sebagai bentuk perlawanan balik para koruptor dengan menggiring opini adanya politisasi dan kriminalisasi.

“Kuasa hukum harusnya bertindak projustitia (demi hukum) berdasarkan surat kuasa, buktikan saja di pengadilan kalau Bapak LE tidak bersalah, buktikan di pengadilan tidak perlu berkoar-koar ke mana-mana, ini politisasi, ini kriminalisasi,” ujarnya.

Sumber: Antara

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Rekrutmen Bersama BUMN Batch 2 akan Dibuka, 30 Perusahaan BUMN Ikut Partisipasi

      Kementerian BUMN segera membuka Rekrutmen bersama bumn batch 2 dan diikuti 30 perusahaan BUMN.

      Mendagri Ungkap Daerah dengan Serapan APBD Rendah, Ini Daftarnya

      Sejumlah daerah serapan APBD masih rendah meski tahun anggaran 2022 tinggal sebulan selesai.

      14.000 Bayi Meninggal Setiap Tahun akibat Jumlah Dokter Jantung Minim

      Menkes mengatakan kelainan jantung bawaan menjadi penyebab kematian bayi tertinggi ketiga di Indonesia.

      Usul Kriteria Pemimpin Ditambah, Bahlil: Selain Rambut Putih, Berkepala Botak

      Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Bahlil Lahadalia, memberikan saran tambahan kepada Presiden Jokowi terkait kriteria pemimpin pada Pilpres 2024, yakni berkepala botak.

      Hanya 20 Persen RSUD di Indonesia yang Bisa Pasang Ring Jantung

      Kemenkes akan mengalokasikan anggaran agar rumah sakit daerah tersebut memiliki dokter spesialis jantung.

      Gempita Piala Dunia Qatar, 400 Nyawa jadi Tumbal

      Qatar menggelontorkan dana paling besar sepanjang sejarah Piala Dunia, yakni senilai 200 miliar dollar AS atau setara Rp3,13 kuadriliun.

      Jokowi Sebut Maluku Utara Provinsi Paling Bahagia di Indonesia, Ini Alasannya

      Presiden Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi menyebut warga di Provinsi Maluku Utara menjadi yang paling bahagia di Indonesia.

      Belum Ditemukan, Pilot Helikopter Polri Diperkirakan Masih Terikat di Kokpit

      Ia menjelaskan, asumsi pertama pilot Helikopter NBO-105 Polri tersebut masih berada di dalam kokpit.

      Presiden Geram Uang APBD Rp278 Triliun Ngendon di Bank

      Tahun ini, menurut Presiden, uang APBD yang ngendon di bank mencapai Rp278 triliun.

      Jumlah Dokter Jantung Anak Minim, Menkes: 14.000 Bayi Meninggal Setiap Tahun

      Menkes, Budi Gunadi Sadikin, mengungkapkan bahwa sekitar 14.000 bayi meninggal setiap tahun akibat kelainan jantung bawaan atau congenital heart disease.

      Misteri Empat Jasad Mengering Kalideres

      Berbagai fakta tentang satu keluarga di Kalideres, Jakarta Barat itu terus bermunculan namun belum mampu mengungkap misteri kematian mereka.

      Warganet Dukung Bharada Eliezer: Terima Kasih, Teruslah Jujur demi Yosua

      Warganet mendukung Eliezer yang merupakan penembak Yosua itu terus berkata jujur di persidangan.

      Anggota Brimob Diadang lalu Ditembaki di Papua, 2 Tertembak, 1 Gugur

      Petugas patroli Damai Cartenz ditembaki ketika melintas di Dekai, Kabupaten Yahukimo hingga terjadi baku tembak.

      Fakta Persidangan: Sebelum Dibunuh Yosua Sempat akan Dicelakai di Jalan

      Bripka Ricky Rizal disebut berniat menabrakkan sisi kiri mobil yang ditempati Brigadir Yosua.

      Breaking News, 1 Anggota Brimob Gugur dalam Baku Tembak dengan KKB Papua

      Informasi yang dihimpun menyebutkan, baku tembak Brimob dan KKB Papua terjadi di KM 9 Dekai, Kabupaten Yahukimo.