50 Warga Sukoharjo Terjaring Razia Masker, Mayoritas Anak Zaman Now

Sebanyak 50 warga terjaring razia masker tim gabungan Pemkab Sukoharjo di Luwes Mall Gentan, mayoritas anak-anak muda.

SOLOPOS.COM - Sejumlah anak zaman now terjaring operasi masker tim gabungan Pemkab Sukoharjo bersama TNI/ Polri, Selasa (20/10/2020). (Solopos/Indah Septiyaning W.)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Sebanyak 50 warga terjaring razia masker oleh tim gabungan Pemkab Sukoharjo bersama TNI/Polri pada Selasa (20/10/2020). Razia masker itu dengan menyasar pengunjung Luwes Mall Gentan.

Selain itu tim juga merazia pengguna jalan yang melintasi depan Luwes tersebut. Para pelanggar pengguna jalan mayoritas kedapatan tak menggunakan masker.

Sedangkan dalam area Luwes Mall Gentan, petugas hanya mendapati lima pelanggar yang menggunakan masker pada bagian bawah hidung atau tidak sempurna.

Total Hampir 1.000 Warga Solo Positif Covid-19, Tinggal 3 Kelurahan 0 Kasus Corona

Kepala Bidang (Kabid) Ketertiban Umum Satpol PP Sukoharjo, Wardino, menilai setelah sekian banyak razia, tingkat kepatuhan warga dalam menggunakan masker masih rendah. Utamanya anak zaman now.

Hal ini sesuai hasil temuan para pelanggar yang terjaring razia masker tersebut. "Dari razia ini kita bisa melihat masih banyak anak zaman now yang tidak pakai masker. Dari 50 pelanggar yang terjaring hampir separuh lebih anak-anak muda," katanya kepada Solopos.com saat razia masker Luwes Mall Gentan.

Wardino mengatakan generasi muda ini banyak yang tak pakai masker karena merasa yakin kebal terhadap virus Corona. Mereka tak menyadari rentan menjadi orang tanpa gejala (OTG) sehingga membawa dan menularkan virus Corona.

Dosen FH UNS Solo Meninggal Positif Covid-19, DKK Sukoharjo Lakukan Tracing Kontak

Mayoritas Laki-Laki

Selain anak zaman now, Wardino mengatakan mayoritas pelanggar yang terjaring dalam razia masker Sukoharjo itu adalah warga laki-laki. Mereka tak memakai masker dengan alasan tengah merokok.

Para pelanggar ini selanjutnya mendapat pemahaman tentang pentingnya menjaga budaya tiga M, yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan pakai sabun.

"Kami juga memberikan sanksi seperti menyanyikan lagu Indonesia Raya, mengucapkan Pancasila dan push up," katanya.

Klaster Covid-19 Keluarga Asal Bumi Solo: Acara Ulang Tahun Bikin Rantainya Jadi Panjang

Warga Yogyakarta, Eki, 35, mengaku malu terjaring razia masker saat melintasi jalan depan Luwes Mal Gentan, Sukoharjo. "Apes saja, habis minum maskernya masih pada dagu belum tak pakai lagi," katanya.

Eki mengatakan akan mematuhi aturan pemerintah terkait protokol kesehatan dengan tetap menggunakan masker meski berada dalam mobil.

Berita Terbaru

Perpusda Sragen Batasi Pengunjung dan Kurangi Jam Buka di Masa Pandemi

Solopos.com, SRAGEN -- Setelah memarkir sepeda motornya, dua pengunjung bergegas menuju pintu masuk Perpustakaan Daerah atau Perpusda Sragen di...

Disdikbud Boyolali Terus Kaji Belajar Tatap Muka

Solopos.com, BOYOLALI — Mendikbud Nadiem Makarim memperbolehkan sekolah kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka pada Januari 2021. Disdikbud Boyolali masih...

Di Wisuda ITS PKU Muhammadiyah Solo Dibagikan Face Shield

Solopos.com, SOLO — Wisuda tatap muka Institut Teknologi Sains dan Kesehatan atau ITS PKU Muhammadiyah di Hotel Best Western...

Deteksi Dini Covid-19, Petugas KPPS se-Kecamatan Andong Boyolali Jalani Rapid Test

Solopos.com, BOYOLALI – Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali bergerak cepat menyikapi adanya klaster Covid-19 di Puskesmas Andong. Mereka melakukan tracing...

Terapkan Protokol Kesehatan, Siswa SD di Kawasan Rawan Bencana III Merapi Belajar Tatap Muka

Solopos.com, BOYOLALI – Sejumlah siswa SDN 2 Tlogolele, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, menggelar pembelajaran tatap muka. Sekolah yang masuk...

Desa Sumberejo Wonogiri Punya Empat Program Selama Pandemi Covid-19

Solopos.com, WONOGIRI -- Desa Sumberejo, Kecamatan Batuwarno, Wonogiri mempunyai empat program atau kegiatan guna menghadapi pandemi dan mengantisipasi persebaran...

Pemdes Nglinggi Klaten Gerakkan Lembaga Desa Lawan Covid-19

Solopos.com, KLATEN – Pemerintah Desa Nglinggi, Kecamatan Klaten Selatan, Klaten, menggerakkan seluruh lembaga yang ada di desa setempat melakukan...

Update Covid-19 Solo: Sebulan Tambah 1.000-an Kasus, Total Meninggal 100 Orang

Solopos.com, SOLO — Satuan Petugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Solo menyebut tambahan kasus hingga 1.000-an orang tercapai hanya dalam waktu kurang...

3T Terus Digiatkan di Boyolali, Dukungan Masyararakat Dibutuhkan

Solopos.com, BOYOLALI -- Penanganan Covid-19 di Boyolali terus dilakukan melalui program 3T, yakni testing, tracing dan treatment. Dinas Kesehatan...

Pemkab Karanganyar Hidupkan Lagi Asar dan Jumatan Keliling, Kali Ini Dengan Protokol Kesehatan

Solopos.com, KARANGANYAR -- Pemkab Karanganyar menghidupkan kembali program Karanganyar Bertakwa. Salah satunya kegiatannya adalah melakukan Salat Asar dan Jumatan...