50 Kader Partai Demokrat Sragen Cap Jempol Darah Bukti Loyal Kepada AHY
Ketua DPC Partai Demokrat Sragen Budiono Rahmadi membubuhkan cap jempol darah sebagai bukti loyalitas kepada AHY di halaman kantor DPC setempat, Senin (8/3/2021). (Solopos-Moh. Khodiq Duhri)

Solopos.com, SRAGEN -- Sekitar 50 pengurus dan anggota Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Sragen menggelar cap jempol darah sebagai simbolisasi untuk menolak hasil Kongres Luar Biasa (KLB) yang mengangkat Moeldoko sebagai Ketua Umum Partai.

Aksi cap jempol darah itu dipimpin Ketua DPC Partai Demokrat Sragen, Budiono Rahmadi. Dalam orasinya, Budiono menegaskan semua pengurus dan anggota Partai Demokrat Sragen kompak menolak KLB yang menetapkan Moeldoko sebagai Ketua Umum.

"Kami menolak KLB karena itu ilegal. Kami juga menolak Moeldoko karena dia kami anggap bukan bagian dari Partai Demokrat," papar Budiono Rahmadi kepada wartawan di lokasi, Senin (8/3/2021).

Baca juga: Sejarah Hari Ini: 8 Maret 1917, Hari Perempuan Sedunia

Sebelum cap jempol darah, pengurus dan anggota DPC Partai Demokrat Sragen berteriak kompak, "Ganyang Moeldoko."

Kembali Berjaya

Sebaliknya, mereka menyatakan dukungannya kepada Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Ketua Umum partai yang sah. Mereka merasa yakin di tangan AHY, Partai Demokrat akan kembali berjaya.

"Besarnya Partai Demokrat tidak bisa dilepaskan dari sosok Pak SBY [Soesilo Bambang Yudhoyono]. Demokrat pernah menang. Pak SBY pernah jadi presiden dua periode. Bersama AHY, Demokrat akan berjaya lagi. Jadi, ganyang Moeldoko sekarang juga," teriak Budiono.

Baca juga: Pedagang Pasar Bahulak Sragen Pasang Lapak Berplastik Demi Tangkal Corona

Seusai berorasi, Budiono menjadi yang pertama membubuhkan cap jempol darah pada poster berwarna putih. Ia merelakan darah keluar dari jempolnya setelah ditusuk jarum. Proses pengambilan darah itu dilakukan oleh tenaga medis salah satu rumah sakit di Sragen.

Setelah Budiono, semua pengurus DPC Partai Demokrat dan anggota yang berjumlah sekitar 50 orang bergantian untuk mengikuti cap jempol darah.

"Cap jempol darah itu menunjukkan loyalitas kita sebagai kader Partai Demokrat yang setia kepada Pak SBY dan Mas AHY," terang Budiono.

Baca juga: Layanan Pengaduan Daring: Solo Punya Lapor Mas Wali, Wonogiri Ada Halomasjekek



Berita Terkini Lainnya








Kolom