5 Tempat Angker di Banyumas, Salah Satunya Gunung Slamet

Ibu Kota Kabupaten Banyumas Purwokerto, memiliki banyak sudut-sudut misteri yang bisa dikunjungi.

 Gunung Slamet Banyumas

SOLOPOS.COM - Gunung Slamet Banyumas

Solopos.com, BANYUMAS— Tempat angker atau berhantu sudah umum ada di masing-masing daerah. Keangkeran suatu tempat ini ada hubungannya dengan peristiwa masa lalu yang mengenaskan atau karena sebuah ritual yang dilakukan oleh orang-orang zaman dahulu yang masih kuat dengan hal yang berbau mistis.

Ibu Kota Kabupaten Banyumas Purwokerto, memiliki banyak sudut-sudut misteri yang bisa dikunjungi. Mengutip Okezone.com, Sabtu (31/7/2021), ada 5 tempat angker yang ada di Kota Purwokerto, di antaranya:

SMA Negeri 2 Purwokerto

Bangunan sekolah umum menjadi tempat angker, salah satunya adalah SMA Negeri 2 Purwokerto ini yang memiliki bangunan bergaya klasik dan memberi kesan angker. Konon, di sekolah ini pernah ada yang mengalami penampakan hantu wanita bertangan satu dan juga penampakan mayat penuh darah yang kerap muncul di berbagai sudut sekolah. Mitosnya, sekolah ini sempat menjadi penyimpanan mayat di zaman penjajahan Jepang sehingga membuat tempat ini dipenuhi aura jahat dari arwah yang tidak tenang.

Pabrik Gula Kalibor

Belum sempat digunakan bangunan pabrik gula ini mangkrak dan kosong sejak tahun 1997. Berlokasi di jalan Banyumas, pabrik ini menjadi salah satu tempat yang banyak dikunjungi pemburu hantu dan juga pegiat spot angker. Tak hanya bangunan tua yang tidak terawat,di area pabrik ini juga terdapat sebuah kuburan Belanda yang memberikan kesan mistis.

Jembatan Kali Banjaran

Mengalir dari gunung ke Purwokerto bagian selatan, Kali Banjaran menjadi tempat yang dipercaya soleh warga sekitar sebagai tempat angker. Terdapat banyak jembatan yang melintas di atas kali ini untuk menyambung satu desa dengan lainnya dan banyak masyarakat percaya bahwa ada sosok mahkluk gaib berwajah seram di bawah jembatan-jembatan ini

Gunung Slamet

Gunung ini dipercaya sebagai tempat paling angker di pulau Jawa karena banyak pengalaman dari penduduk setempat dan pendaki terkait adanya sebuah kerajaan gaib yang bisa dimasuki melalui gerbang berupa dua pohon besar. Selain itu, beberapa pos di gnung ini juga dianggap angker, salah satunya Pos Samarantu. Pendak dihimbau tidak pasang tenda di pos tersebut karena banyak mahkluk halus yang bisa mengganggu mereka.

Rumah Sakit Geriatri

Tergolong rumah sakit baru, rumah sakit ini menempati sebuah bangunan tua yang berusia 11 tahun. Di rumah sakit ini banyak pasien lansia yang mengaku diganggu oleh makhluk halus.Tak jarang para makhluk halus ini menyamar menjadi perawat yang membuat mereka susah dilacak.

Berita Terkait

Espos Premium

Kemarin Delta Bikin Heboh, Sekarang Covid-19 Ada Varian Mu, Harus Bagaimana?

Kemarin Delta Bikin Heboh, Sekarang Covid-19 Ada Varian Mu, Harus Bagaimana?

Pemerintah memperketat pengawasan dan karantina pelaku perjalanan ke Indonesia di bandara dan pelabuhan internasional guna mencegah varian Mu dari virus penyebab Covid-19 masuk ke Tanah Air. Kemunculan varian Mu mendorong pemerintah memperketat pengawasan dan karantina pelaku perjalanan internasional yang masuk ke Indonesia.

Berita Terkini

Ganjar Pranowo Dijuluki George Clooney Versi Jawa, Begini Profilnya

Begini profil Ganjar Pranowo yang dijuluki sebagai George Clooney dengan kearifan lokal.

Dibayangi Ancaman Sanksi PDIP, Begini Respons Ganjar

PDIP menebar ancaman akan memberi sanksi kepada anggotanya yang dideklarasikan jadi capres. Ancaman itu diyakini tertuju pada Ganjar Pranowo.

Sego Megono Khas Pekalongan Versi Sehat Cocok Buat Diet, Yuk Coba

Kuliner khas Pekalongan berupa sego megono kini ada versi sehatnya yang cocok untuk diet dengan jenis nasi yang berbeda.

Sepekan, Polda Jateng Amankan 900 Gram Sabu-Sabu

Ditresnarkoba Polda Jateng berhasil menggagalkan peredaran total 900 gram sabu-sabu yang dilakukan lima tersangka dari lokasi yang berbeda.

Fadia Arafiq, Pedangdut dan Putri A Rafiq yang Jadi Bupati Pekalongan

Fadia Arafiq yang menjabat sebagai Bupati Pekalongan adalah putri mendiang pedangdut senior A. Rafiq ini yang melejit karena single-nya yang berjudul Cik Cik Bum pada tahun 2000 silam.

Sudah Alami Kecelakaan, Belasan Pegawai RSUD Terancam Sanksi dari Wali Kota Semarang

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, akan meminta keterangan terkait kecelakaan bus pariwisata yang ditumpangi belasan pegawar RSUD Wongsonegoro saat piknik di masa PPKM. Mereka terancam sanksi.

Kemenperin Minta Pabrik Rokok Segera Serap Tembakau Petani Temanggung

Petani tembakau di Temanggung telah mengalami panen raya, namun hasilnya belum terserap secara maksimal oleh pabrik.

Senggol Bodi Truk, Pengendara Motor di Grobogan Tewas

Seorang pengendara motor meninggal dunia setelah berupaya menyalip truk di depannya di jalan lingkar utara Grobogan.

Warga Blora Senang Diajari Buat POC dan Pestisida Nabati oleh KKN UNS Tim 28

Mahasiswa KKN UNS Tim 28 mengajarkan pembuatan pembuatan pupuk organic cair (POC) dan pestisida nabati di Dukuh Beran, Randublatung, Blora.

Masuk Mapolda Jateng Wajib Gunakan Aplikasi PeduliLindungi

Penggunaan aplikasi PeduliLindungi tidak hanya tamu namun juga seluruh anggota polisi yang masuk ke Mapolda Jateng.

Murah Meriah! Tiket Masuk Grand Canyon Versi Hitam di Pekalongan Cuma Rp5.000

Disebut sebagai Black Canyon dikarenakan tebing-tebing yang mengapit ini ini terdiri dari batu-batu berwarna hitam yang menjulang tinggi

Polda Gelar Operasi Patuh Candi 2021, Tapi Aparat Tidak Boleh Melakukan Razia

Kapolda Jateng memastukan Operasi Patuh Candi 2021 dilakukan secara humanis, tak ada penindakan.

Profil Yuliyanto, Wali Kota Salatiga yang Gantengnya Mirip Aktor Hong Kong

Inilah profil Wali Kota Salatiga, Yuliyanto, yang berparas tampan dan dinilai mirip aktor Hong Kong.

Setahun Pandemi, Pelanggaran Lalin di Jateng Turun 87,7%

Kapolad Jateng menyebut angka pelanggaran lalu lintas selama masa pandemi Covid-19 menurun signifikan. Di sisi lain, Polda Jateng kembali menggelar Operasi Patuh Candi 2021 hingga 30 Oktober 2021

Potret Megah Istana 81 Ha Milik Konglomerat Pertama Asia Tenggara di Semarang

Berikut ini terdapat potret megah istana yang dulunya seluas 81 ha milik Oei Tiong Ham di Semarang, konglomerat pertama Asia Tenggara.