5 SMP di Klaten Bakal Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka
Ilustrasi pelajar SMP. (Solopos/Whisnupaksa Kridhangkara)

Solopos.com, KLATEN – Dinas Pendidikan (Disdik) Klaten berencana menggelar uji coba pembelajaran tatap muka di lima sekolah. Uji coba itu untuk mengecek efektivitas penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Kepala Disdik Klaten, Wardani Sugiyanto, mengatakan uji coba dilakukan di sekolah tingkat SMP. Kelima sekolah itu yakni SMPN 2 Klaten, SMPN 1 Kebonarum, SMPN 1 Kemalang, SMPN 1 Gantiwarno, serta SMPN 1 Karangdowo.

“Pertimbangan pertama karena berada di zona aman [tidak ada kasus pasien terkonfirmasi positif Covid-19],” jelas Wardani saat ditemui Solopos.com di Setda Klaten, Kamis (1/10/2020).

Jadi Tren di Tengah Pandemi,  Olahraga Apa yang Aman untuk  Kesehatan Jantung?

Uji coba akan dilakukan selama sepekan. Sepanjang uji coba itu, ada tim dari Disdik yang ditugasi melihat pelaksanaan pembelajaran tatap muka di lima sekolah itu. “Setelah satu pekan nanti kami evaluasi sejauh mana efektivitasnya,” ungkap dia.

Soal pelaksanaan uji coba, Wardani mengatakan direncanakan digelar pada Senin (5/10/2020). Hanya saja, kepastian waktu itu masih menunggu izin dari Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 Klaten.

Wardani menegaskan protokol kesehatan tetap dijalankan selama uji coba berlangsung. Jumlah siswa per kelas bakal dibatasi maksimal 10 orang. Selain itu, keberangkatan dan kepulangan siswa dari sekolah tetap diawasi. Untuk memastikan sepulang sekolah siswa langsung berada di rumah, Disdik menyiapkan aplikasi khusus.

“Kami siapkan aplikasi IT. Jadi nanti orang tua saat anak berangkat mempersiapkan. Ketika pulang dan sampai rumah, kami minta orang tua input ke aplikasi yang menyatakan kalau anak mereka sudah berada di rumah. Saat berangkat dan pulang ini menjadi rawan, makanya perlu dilakukan pengawasan,” ungkap dia.

Persyaratan

Kabid Pembinaan SMP Disdik Klaten, Lasa, mengatakan ada sejumlah persyaratan yang wajib dilengkapi sekolah. Persyaratan itu diantaranya sekolah sudah menyiapkan standar operasional prosedur (SOP) protokol kesehatan. “Selain itu harus ada izin dari orang tua siswa,” jelas Lasa.

Digigit Ular Berbisa, Tangan Warga Sumberlawang Ini Bentuknya Bikin Ngeri

Lasa juga mengatakan saat ini Disdik baru mengajukan izin ke Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Klaten. Kepastian waktu pelaksanaan menanti keluarnya izin dari gugus tugas.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom