Salah satu rumah di Wonogiri yang menjadi sasaran amukan massa perguruan bela diri, Rabu (8/5/2019) malam. (Detik.com)

Solopos.com, WONOGIRI -- Selain mengakibatkan Kasatreskrim Polres Wonogiri AKP Aditia Mulya Ramdhani terluka, aksi massa dari perguruan silat pada Rabu (8/5/2019) malam juga mengakibatkan lima rumah warga Ngadirojo, Wonogiri, rusak.

Polisi telah meminta keterangan para pemilik rumah tersebut. "Total ada lima rumah yang menjadi sasaran amukan massa," kata Kapolsek Ngadirojo AKP Subroto kepada detikcom di ruangannya, Jumat (10/5/2019).

Di antara lima rumah tersebut, yang paling parah kerusakannya adalah rumah milik Suwarni, 50, warga Dusun Tukluk RT 002/RW 001 Desa Kerjo Lor, Kecamatan Ngadirojo, Wonogiri. Genting dan kaca jendelanya pecah, serat daun pintu rumah tersebut juga rusak.

Selanjutnya, rumah Kasdiyono, 65, rusak pada bagian kaca angkringan yang pecah. Rumah Tarjo, 61, kaca jendela pecah dan keran air patah. Rumah Kartini, 50, kaca jendela pecah dan meteran listrik rusak, dan rumah Saino, 65, jendela dan genting pecah.

Keempatnya merupakan warga Dusun Gledekan RT 001/RW 002, Desa Pondok, Kecamatan Ngadirojo. "Kami melakukan jemput bola dengan meminta keterangan pemilik rumah. Soal pemberian bantuan kerusakan rumah belum sampai ke situ, ini kami masih fokus mengusut kasusnya dulu," jelas Kapolsek.

Sementara itu, Suwarni mengaku tidak tahu siapa yang merusak rumahnya dan apa motifnya. Saat kejadian, Suwarni sedang berada di dalam rumah tersebut bersama anak dan cucunya.

Begitu mengetahui ada keributan, mereka langsung melarikan diri lewat pintu belakang rumahnya. "Saya tidak meminta ganti rugi. Nanti akan saya perbaiki sendiri meskipun secara bertahap," tutur Suwarni.

Dia menganggap peristiwa itu sebagai musibah yang harus dihadapi. Namun demikian jika ada pihak yang membantu perbaikan rumahnya, dia akan menerimanya. Dia mengaku belum mengetahui persis berapa nilai kerugian atas kerusakan rumahnya.

Sebagaimana diinformasikan, konvoi massa anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dari berbagai wilayah di Soloraya yang berjumlah ribuan orang bergerak ke arah timur wilayah Wonogiri. Mereka mayoritas mengendarai sepeda motor dan membawa berbagai senjata seperti pentungan dan lain-lain. Di tengah perjalanan mereka merusak tugu lambang perguruan Setia Hati Tunas Muda Winongo (SH Winongo). 

Polisi bergerak untuk mencegah bentrok antara dua perguruan silat tersebut. Massa PSHT berhasil dihalau saat tiba di wilayah Sidoharjo (sebelah timur Ngadirojo). Namun, Kasatreskim Polres Wonogiri, AKP Aditia Mulya Ramdhani yang saat itu mengenakan pakaian sipil dan terpisah dari rekan-rekannya menjadi sasaran pengeroyokan massa.

Saat ini Aditia yang mengalami luka parah di kepala masih dirawat di RS dr. Oen Solo Baru. Sedangkan Polres Wonogiri terus mengejar pelaku pengeroyokan Aditia.

"Kami masih kembangkan semua, tapi kami bergerak terus mencari. Lebih bagus pelaku menyerahkan diri. Karena lari pun kami akan mengejar," kata Kapolres Wonogiri, AKBP Uri Nartanti, saat ditemui wartawan di Mapolresta Solo, Kamis (9/5/2019).

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten