5 Pengusaha Mi Instan Terkaya di RI, Hartanya Capai Triliunan Rupiah

Tahukah Anda sejumlah orang terkaya di Indonesia ternyata merupakan pengusaha mi instan. Seperti diketahui mi instan merupakan salah satu makanan favorit masyarakat Indonesia.

 Petugas menata mi instan beberapa waktu lalu. Ada sejumlah pengusaha mi instan yang masuk daftar orang terkaya di Indonesia. (Antara/Rosa Panggabean)

SOLOPOS.COM - Petugas menata mi instan beberapa waktu lalu. Ada sejumlah pengusaha mi instan yang masuk daftar orang terkaya di Indonesia. (Antara/Rosa Panggabean)

Solopos.com, JAKARTA — Tahukah Anda sejumlah orang terkaya di Indonesia ternyata merupakan pengusaha mi instan. Seperti diketahui mi instan merupakan salah satu makanan favorit masyarakat Indonesia.

Konsumsi mi instan di Indonesia pada 2020 tercatat mencapai 12,64 miliar bungkus. Berdasarkan data yang dihimpun dari World Instant Noodles Association (WINA) di laman resmi mereka di instantnoodles.org, konsumsi mi instan di Indonesia berada di peringkat kedua dunia di bawah China dengan 46,35 miliar mi instan.

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

Bila ditarik ke beberapa tahun belakang, konsumsi mi instan di Indonesia pada 2020 menunjukkan tren meningkat dibandingkan tahun sebelum-sebelumnya. Bila pada 2020, ada 12,64 miliar bungkus mi instan yang dikonsumsi, pada 2019 tercatat ada 12,52 miliar bungkus.

Selain menjadi negara dengan konsumen mi instan tertinggi ke-2 di dunia, Indonesia juga memiliki sejumlah perusahaan produsen mi instan yang sudah terkenal di dalam negeri hingga mancanegara.

Tentunya perusahan-perusahaan tersebut dipimpin oleh pengusaha ternama dan kaya raya. Melansir dari berbagai sumber, Kamis (11/8/2022), berikut daftar pengusaha mi instan terkaya di Indonesia.

Baca Juga: Mendag Pastikan Harga Mi Instan Tak Naik 3 Kali Lipat, Ini Alasannya

1. Anthony Salim

Pria kelahiran Kudus, 25 Oktober 1949 ini diketahui menjadi orang terkaya ketiga di Indonesia tahun 2021 dengan hartanya mencapai US$ 8,5 miliar atau setara Rp126,30
triliun.

Anthony dikenal sebagai pemimpin dari Salim Group dengan beragam investasi di bidang makanan, ritel, perbankan, telekomunikasi hingga energi.

Tentunya salah satu yang terkenal di Indonesia dan sudah tergolong go international adalah Indofood. Indofood menciptakan mi instan dengan merek Indomie, Supermi, Sarimi, Pop Mie (dominan), Intermi, Sakura dan Vitami (terbatas).

Ada juga produk lama seperti Top Mie, Super Cup, Nikimiku, Aseli Mi, Mi Peduli, Mie Ummah, Mie Sayaaap, Mie Semar, Pop Bihun, Anakmas Mi Sukiyaki, Miqu, dan masih banyak lagi.

2. Jogi Hendra Atmadja

Pengusaha yang satu ini merupakan pemilik kelompok usaha Mayora Group sekaligus orang terkaya ke-9 di Indonesia tahun 2021. Menurut Forbes, harta kekayaan Jogi mencapai USD4,1 miliar atau setara Rp60,92 triliun.

Sebagaimana yang diketahui, Mayora Group menghasilkan beragam olahan makanan. Mayora Group merupakan salah satu produsen mie instan dengan beragam produk inovatif, seperti Bakmi Mewah dan Mi Gelas.

Baca Juga: Tenang, Bos Indofood Sebut Harga Indomie Tidak akan Naik 3 Kali Lipat

3. Eddy Katuari

Pengusaha kelahiran 91 tahun lalu ini merupakan bos dari Wings Group yang sudah ternama di Indonesia. Wings Group yang memiliki pangsa pasar terbesar kedua untuk mi instan di Indonesia. Wings Group mengedarkan produk dengan merek Mie Sedaap, Eko Mie, So Yumie dan Mie Suksess.

Diketahui, Eddy Katuari memiliki kekayaan senilai US$ 1 miliar atau setara dengan Rp14,85 triliun dan menjadikannya sebagai orang terkaya nomor 39 di Indonesia.

4. Djajadi Djaja

Pengusaha mi instan di Indonesia yang ternama selanjutnya adalah Djajadi Djaja. Mungkin banyak yang belum mengetahui bahwa Indomie pada awalnya bukan produk asli buatan Grup Salim.

Awal kemunculan Indomie diprakarsai oleh 4 orang China asal Medan, lewat perusahaan Sanmaru Food Manufacturing Co Ltd yang didirikan pada April 1970. Ke-4 orang tersebut adalah Djajadi Djaja Chow Ming Hua, Wahyu Tjuandi, Ulong Senjaya, dan Pandi Kusuma.

Diketahui bahwa Djajadi Djaja bersama rekan-rekan kemudian memperkenalkan Indomie (Indonesia Mie) ke publik pada tahun 1972. Indomie merupakan produk mi instan kedua yang muncul di Indonesia setelah Supermi.

Mengingat pada saat itu posisi Salim yang kuat dengan menguasai perdagangan terigu bersama Bogasari. Salim menginginkan merek Indomie agar berpindah tangan kepadanya.

Singkatnya, pada 1984, mereka sepakat untuk membentuk perusahaan patungan bernama PT Indofood Interna Corporation. Djajadi (dan rekan-rekannya) mendapat 57,5% dan Salim 42,5%. Kemudian saham Djajadi (dan rekan-rekannya) di PT Indofood Interna seluruhnya menjadi kekuasaan Salim.

Baca Juga: Gaji Pegawai BUMN dan PNS, Lebih Besar Mana?

Setelahnya Djajadi lebih memilih untuk melanjutkan bisnis pabrik mie instan baru yang sudah dirintisnya sejak Mei 1993 yaitu PT Jakarana Tama sampai sekarang. Pabrik tersebut memproduksi mie dengan merek Gaga.

Tak hanya itu, perusahaan juga memiliki beberapa merek lain, seperti 100, 1000, Mie Gepeng, Mie Telor A1, Otak-otak, Sosis Loncat.

5. Husain Djojonegoro

Pria kelahiran November 1949 ini merupakan pengusaha yang mengelola grup ABC yang memiliki merek mi Selera Rakyat, Happy Mie dan Kare. ABC Holding yang saat ini di bawah PT ABC President Indonesia, perusahaan tersebut mengedarkan mie instan bermerek ABC dan Gurimi.

Mengutip dari Forbes, Husain memiliki kekayaan USD1,25 miliar atau setara dengan Rp18,57 triliun. Ia merupakan orang terkaya di Indonesia pada posisi ke-34 pada tahun 2021.

Itulah ulasan mengenai pengusaha mi instan terkaya di Indonesia yang sukses merajai pasar mi instan di dalam negeri hingga ke mancanegara.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Kantor Imigrasi Surakarta Gandeng UNS Solo Gelar Pelatihan Bahasa Isyarat

      Dalam pelatihan singkat yang diadakan Imigrasi Surakarta dan UNS Solo ini, para peserta diajari huruf alfabet serta kata-kata sederhana dalam bahasa isyarat.

      Pasar Tradisional Tujuan Relokasi Sepi, Nasib PKL TSTJ Solo Belum Jelas

      Paguyuban Bakul Taman Jurug terus memperjuangkan nasib 183 pedagang kaki lima (PKL) Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Solo.

      Deretan Ide Bisnis dengan Modal Rp1 Juta Bagi Pemula, Bisa Dicoba Nih!

      Membuka usaha dengan modal relatif terbatas semisal Rp1 juta merupakan hal yang bisa diwujudkan asal tahu strateginya

      Harga Kedelai Kian Mahal, Perajin Tahu di Solo Belum Berani Naikkan Harga

      Perajin tahu di Kota Solo terus merasakan dampak kenaikan harga kedelai. Harga kedelai impor yang mereka pakai kini sudah Rp12.650/kg.

      Beredar Pesan Ada Pihak Tawarkan Konversi Gas 3 Kg ke 5 Kg, Ini Kata Pertamina

      Beredar pesan di WhatsApp mengenai permintaan untuk masyarakat agar berhati-hati kepada seseorang yang mengatasnamakan Pertamina menawarkan konversi gas 3 kg ke 5 kg. Ini respons Pertamina.

      11/12 Rooftop Bar, Tempat Menikmati Keindahan Semarang dari Ketinggian

      Buka pada pukul 17.00 WIB sampai 02.00 WIB, 11/12 Rooftop Bar Semarang menyajikan menu andalan dari Indonesia sampai western food.

      Tertarik Pijat Kretek, UTP Surakarta Buka Layanan Smart Massage

      Saat ini Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Surakarta membuka layanan pijat kretek untuk masyarakat.  

      UOB Indonesia Sebut 3 Risiko Ini Bisa Dorong Ekonomi Menuju Resesi

      UOB Indonesia memprediksi sejumlah risiko yang dapat mendorong ekonomi menuju resesi. Adapun risiko tersebut antara lain perlambatan ekonomi China, inflasi, dan respon kebijakan.

      Dibayangi Efek Ekspektasi Kenaikan Bunga The Fed, Rupiah Menguat Tipis

      Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis (29/9/2022) pagi menguat seiring menurunnya data penjualan perumahan di Amerika Serikat (AS).

      UBS Turun, Antam Rebound! Cek Harga Emas Pegadaian, Kamis 29 September 2022

      Harga emas yang dijual di Pegadaian, Kamis (29/9/2022) hari ini kembali terpantau turun tipis untuk cetakan UBS, sedangkan emas Antam naik.

      Dinobatkan sebagai Tokoh Pembiayaan dan Pemberdayaan UMKM, Ini Pesan Dirut BRI

      Direktur Utama (Dirut) BRI Sunarso dinobatkan sebagai “Tokoh Pembiayaan dan Pemberdayaan UMKM” dalam ajang “Rakyat Merdeka Award untuk Indonesia Pulih dan Bangkit 2022”.

      39 Harga Komoditas di Pasar Nusukan Stabil, Harga Cabai di Pasar Legi Naik

      Puluhan harga komoditas pangan di Kota Solo terpantau stabil, hanya beberapa harga mengalami kenaikan dan penurunan harga.

      Rupiah Melemah, APPBI: Berkah bagi Pengelola Pusat Perbelanjaan

      APPBI menyebut melemahnya rupiah terhadap dolar AS membuat masyarakat memilih belanja di dalam negeri.

      Hadapi Situasi Global, Reasuradur Didorong Ikut Jaga Ketahanan Ekonomi Nasional

      Saat ini merupakan waktu yang tepat bagi para reasuradur untuk menjadikan situasi yang penuh ketidakpastian ini sebagai peluang untuk turut serta menjaga ketahanan ekonomi nasional.

      Dibayangi Pelemahan Rupiah, IHSG Hari Ini Diprediksi Masih Tertekan

       Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih cenderung melemah pada perdagangan, Kamis (29/9/2022) di tengah kejatuhan bursa global.