5 Pedagang Positif Covid-19, Pasar Jambangan Mojogedang Karanganyar Tutup Sementara
Ilustrasi persebaran virus corona pemicu Covid-19 di udara. (Bisnis)

Solopos.com, KARANGANYAR -- Disdagnakerkop dan UKM Karanganyar menutup sementara Pasar Jambangan di Kecamatan Mojogedang selama dua hari karena ada pedagang yang positif Covid-19.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, Pasar Jambangan akan ditutup sementara mulai Senin hingga Selasa (8-9/3/2021). Kepala Dinas Perdagangan Tenaga Kerja Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagnakerkop dan UKM) Karanganyar, Martadi, membenarkan informasi tersebut.

Martadi menjelaskan penutupan sementara Pasar Jambangan karena sejumlah pedagang terkonfirmasi positif Covid-19. "Libur, pertimbangannya karena ada yang terkena Covid-19 sehingga untuk sementara ditutup selama dua hari," kata Martadi kepada wartawan, Jumat (5/3/2021).

Baca Juga: Gibran Sebut Lahan Eks HP 16 Solo Dibangun Dengan Konsep 100-0-100, Apa Maksudnya?

Martadi menyebut ada pedagang  orang terkonfirmasi positif Covid-19 di Pasar Jambangan, Mojogedang, Karanganyar. Tetapi saat ditanya bagaimana kondisi lima orang itu, Martadi tidak memberikan informasi detail. "Sosialisasi [penutupan sementara Pasar Jambangan] akan dilakukan," ungkapnya.

Sementara itu, Puskesmas Mojogedang 2 sudah melacak kontak erat lima orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 di pasar tersebut. Pelacakan kontak erat dilakukan sejak sepuluh hari lalu.

Tes Swab PCR

Kepala Puskesmas Mojogedang 2, Kristuti Catur, menuturkan sudah melaksanakan tes swab PCR kepada 51 orang yang menjadi kontak erat kasus terkonfirmasi positif Covid-19.

Baca Juga: Kian Menggigit, Ini Harga Terbaru Cabai Rawit Merah Di Sukoharjo

"Sudah sekitar sepuluh hari ini kami tracing. Kami dapatkan data itu. Kami masih tracing karena jumlah pedagang ini banyak. Ada 400-an orang ya. Pasar Jambangan ini luas dan pedagangnya banyak banget," ujar Catur, sapaan akrabnya, saat dihubungi Solopos.com, Jumat.

Catur menuturkan puskesmas berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat, kecamatan, dan kepala pasar. Langkah itu diambil untuk memudahkan pelaksanaan tracing dan pendataan pedagang kontak erat pedagang Pasar Jambangan, Karanganyar, yang positif Covid-19.

Catur menegaskan puskesmas hanya fokus pada penanganan kesehatan. "Ini baru sebagian yang kami tracing. Kami sudah koordinasi dengan pak kepala pasar. Kami sarankan membuat Jogo Tonggo khusus untuk pasar. Tim itu yang bergerak. Kami mendampingi saat memberikan edukasi tentang tindakan kesehatan. Itu kepada individu maupun lingkungan sekitar," tuturnya.

Baca Jua: Mendadak Sesak Napas, Warga Mojo Solo Meninggal Saat Ngobrol Dengan Teman Di Pasar Gading

Penyemprotan Disinfektan

Sementara itu, sempat muncul usulan penyemprotan disinfektan di Pasar Jambangan. Catur menyampaikan menindaklanjuti usulan tersebut. Saat ditanya kemungkinan melaksanakan tes swab PCR Covid-19 terhadap seluruh pedagang, Catur mengaku belum dapat menyampaikan informasi secara detail.

"Kami lihat dulu. Banyak keterbatasan seperti sarana prasarana, dana, sumber daya manusia. Ini kami utamakan pedagang yang dari Kabupaten Karanganyar. Harapan kami pedagang yang dari luar Kabupaten Karanganyar dapat ditangani pemerintah yang bersangkutan," ujarnya.

Baca Juga: Rel Layang Joglo Solo Naik Dari Viaduk Gilingan, Ground Breaking Direncanakan Juli

Catur mengaku masih melanjutkan tracing hingga dirasa cukup untuk menangani kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Pasar Jambangan. Tes swab PCR Covid-19 untuk Pasar Jambangan dijadwalkan setiap Selasa.

Salah satu pertimbangan adalah terdapat sejumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 yang terjadi di Kecamatan Mojogedang.



Berita Terkini Lainnya








Kolom