5 Pasar Tradisional Sukoharjo Direvitalisasi
Ilustrasi pembangunan lapak pedagang pasar tradisional. (Antara-Zuhdiar Laeis)

Solopos.com, SUKOHARJO—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo akan merevitalisasi lima pasar tradisional di Sukoharjo pada 2019 ini. Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo Sutarmo memerinci lima pasar tradisional akan direvitalisasi di antaranya Pasar Cuplik dan Pasar Carikan di Kecamatan Sukoharjo, Pasar Mulur di Kecamatan Bendosari, Pasar Sraten di Kecamatan Gatak, Pasar Ngaliyan di Kecamatan Tawangsari. 

"Kami terus berkomitmen membangun pasar tradisional untuk pengembangan ekonomi kerakyatan," katanya kepada wartawan, Selasa (22/1/2019). 

Selain itu  Pemkab Sukoharjo juga berkomitmen menutup pendirian toko modern. Hal ini setelah pemkab memperpanjang masa moratorium pendirian toko modern hingga 2030 mendatang. Pemkab terus menyosialisasikan kampanye belanja ke pasar tradisional. Berbagai langkah untuk mendukung belanja ke pasar tradisional dilakukan pemkab salah satunya dengan merevitalisasi pasar-pasar di Sukoharjo. Revitalisasi dikerjakan pemkab sejak 2012 lalu hingga kini. 

Merujuk catatan terdapat 17 pasar tradisional sudah direvitalisasi Pemkab baik bersumber dari APBD Kabupaten Sukoharjo maupun bantuan anggaran dari pemerintah pusat. Pasar tersebut di antaranya Pasar Bekonang dan Pasar Plumbon di Kecamatan Mojolaban, Pasar Ir. Soekarno di Kecamatan Sukoharjo, Pasar Kepuh dan Pasar Jamu Nguter di Kecamatan Nguter, Pasar Gawok di Kecamatan Gatak, Pasar Telukan dan Pasar Grogol di Kecamatan Grogol.

"Kondisi pasar di Sukoharjo sudah baik setelah direvitalisasi. Tempat berdagang para pedagang lebih bersih dan memberikan kenyamanan bagi pengunjung pasar," katanya. 

Dia mengatakan tersedianya fisik bangunan diharapkan bisa meningkatkan animo masyarakat berbelanja di pasar tradisional. Dampaknya akan berpengaruh pada peningkatan ekonomi para pedagang kecil. Pemkab berusaha menghilangkan image negatif terhadap pasar tradisional dengan membuat kebijakan agar pasar tradisional tetap menjadi pilihan utama masyarakat untuk berbelanja. Selain membenahi pasar tradisional, pemkab juga menata dagangan sesuai zona, melengkapi fasilitas pasar, meningkatkan sumber daya manusia (SDM) melalui pembinaan, pelatihan dan pengawasan. 

Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya menargetkan zero atau nol untuk minimarket modern di Kabupaten Sukoharjo. Hal ini untuk melindungi pasar tradisional dan toko-toko kelontong rumahan. Pihaknya melalui dinas-dinas yang terkait juga memantau terhadap adanya perubahan beberapa toko modern yang berubah menjadi toko tradisional beberapa waktu lalu. Wardoyo juga mengakui sebagian minimarket modern saat ini beralih menjadi toko tradisional.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom