5 Orang Digaruk di Rumah Lokalisasi Ilegal Pedan Klaten, Ini Sanksinya

Sebanyak lima orang digerebek tim gabungan di rumah yang diduga menjadi lokalisasi ilegal di Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten, Selasa (16/8/2022) siang.

 Petugas membawa lima orang yang tertangkap saat penggerebekan lokalisasi ilegal di kawasan Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten, Selasa (16/8/2022) siang. (Istimewa/Dokumentasi Satpol PP dan Damkar Klaten)

SOLOPOS.COM - Petugas membawa lima orang yang tertangkap saat penggerebekan lokalisasi ilegal di kawasan Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten, Selasa (16/8/2022) siang. (Istimewa/Dokumentasi Satpol PP dan Damkar Klaten)

Solopos.com, KLATEN — Sebanyak lima orang digerebek tim gabungan di rumah yang diduga menjadi lokalisasi ilegal di Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten, Selasa (16/8/2022) siang. Kelima orang tersebut terdiri atas tiga laki-laki dan dua perempuan.

Tim gabungan yang terlibat dalam penggerebakan itu berasal dari Satpol PP dan Damkar, Polres Klaten, dan Kodim 0723/Klaten. Tim gabungan berjumlah 45 personel.

PromosiDaihatsu Rocky, Mobil Harga Rp200 Jutaan Jadi Cuma Rp99.000

Operasi digelar mulai pukul 12.00 WIB hingga 15.30 WIB. Operasi dilakukan menyusul adanya aduan warga terkait tempat di sekitar lapangan di Kecamatan Pedan yang diduga menjadi lokalisasi ilegal.

Subkoordinator Bidang Penindakan Satpol PP dan Damkar Klaten, Sulamto, mengatakan lokasi yang diduga menjadi lokalisasi ilegal tersebut berupa rumah-rumah di sekeliling lapangan di Pedan.

“Itu lokalisasi ilegal. Untuk masuk ke tempat itu dipasang portal,” jelas Sulamto, kepada Solopos.com, Selasa.

Baca Juga : Satpol PP Klaten Sita 59 Botol Miras di Perbatasan Jateng-DIY

Sulamto mengungkapkan rumah-rumah di sekeliling lapangan itu terkunci saat petugas datang. Dia menduga orang-orang di sekitar lapangan sudah mengetahui kedatangan petugas.

Polres Klaten memproses kelima orang tersebut. Mereka bakal dikenai sanksi tindak pidana ringan (Tipiring).

“Ada satu rumah yang buka dan di dalamnya ada kelima orang itu,” ungkap Sulamto.

Kepala Satpol PP dan Damkar Klaten, Joko Hendrawan, mengatakan operasi dilakukan sebagai penegakan Perda Klaten No.27/2002 tentang Larangan Pelacuran. Selain itu, Perda Klaten No. 12/2013 tentang Ketertiban, Kebersihan, dan Keindahan.

Baca Juga : Ini Pengakuan Pasangan Kumpul Kebo saat Terjaring Razia di Klaten

Kelima orang itu terdiri dari tiga laki-laki dan dua perempuan. Usia mereka berkisar 19 tahun hingga 25 tahun. Sebanyak dua orang perempuan berasal dari luar desa. Mereka diduga menjadi pemandu lagu.

“Mereka sedang berkaraoke sambil minum minuman keras,” kata Joko.

Kelima orang itu digelandang ke kantor Satpol PP dan Damkar Klaten. Setelah dilakukan pendataan, kelima orang itu dibawa ke Rumah Singgah Dinsos P3APPKB Klaten.

“Saat ini kasus HIV di Klaten semakin meningkat dan aktivitas prostitusi juga meresahkan seluruh komponen masyarakat. Kami mengimbau kepada pengelola tempat hiburan terutama karaoke, hotel untuk konsisten mencegah dan mengurangi penyakit masyarakat,” jelas Joko.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Diresmikan 17 November, Utusan Presiden UEA Cek Masjid Raya Sheikh Zayed Solo

      Utusan dari Presiden Uni Emirat Arab (UEA) dalam waktu dekat akan datang mengecek progres pembangunan Masjid Raya Sheikh Zayed di Gilingan, Solo, sebelum diresmikan 17 November nanti.

      Lengkap dan Nyaman, Ini Daftar Hotel di Dekat Stasiun Gawok Sukoharjo

      Rincian hotel yang berada di dekat Stasiun Gawok, Sukoharjo.

      Omzet Anjlok, Pemilik Toko Dekat Jembatan Mojo Solo Ingin Proyek Cepat Kelar

      Kalangan pemilik toko di Jl Kyai Mojo mengeluhkan omzet turun drastis sejak Jembatan Mojo, Solo, ditutup untuk perbaikan, Senin (26/9/2022) lalu.

      Upaya Diversifikasi Pangan, DPRD Boyolali Dukung Selodoko Jadi Sentra Alpukat

      DPRD Boyolali mengapresiasi program diversifikasi pangan oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Selodoko, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali, lewat penanaman alpukat kalibening.

      8 Tujuan Pengelolaan Dana Bergulir Masyarakat oleh BUMDes Bersama di Wonogiri

      Kabupaten Wonogiri memiliki 23 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bersama hingga sekarang.

      Kaum Hawa Karanganyar Didorong Punya Konstribusi Nyata di Politik

      KPU dan Bawaslu Karanganyar mendorong perempuan di Bumi Intanpari mengambil lebih banyak peran dana dunia politik.

      Fraksi PDIP Perjuangkan Ada Anggaran dari APBD Solo 2023 untuk Masjid Sriwedari

      Fraksi PDIP DPRD Solo akan memperjuangkan agar ada alokasi anggaran untuk penyelesaian pembangunan Masjid Sriwedari pada APBD 2023.

      Cek! Cara Legal Beli BBM Bersubsidi Pakai Jeriken di Sragen

      Pembelian BBM bersubsidi menggunakan jeriken diperbolehkan untuk sejumlah kalangan dengan syarat tertentu. Cek di sini caranya.

      Soto Gunting Klaten, Pembeli Leluasa Potong Jeroan dan Daging sesuai Selera

      Soto Gunting Pak Randi menjadi salah satu menu soto yang terkenal di sepanjang jalan raya Solo-Jogja.

      Doakan Korban Tragedi Kanjuruhan, Besok Masjid Agung Solo Adakan Salat Gaib

      Masjid Agung Solo akan mengadakan Salat Gaib berjamaah yang ditujukan bagi para korban tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jatim, setelah Salat Jumat, siang ini.

      Rest Area Candi Sukuh Karanganyar Mangkrak 3 Tahun

      Sejak selesai dibangun pada 2019, rest area di kawasan wisata Candi Sukuh, Karanganyar belum pernah digunakan. Padahal proyek pembangunannya menelan dana hingga Rp2 miliar.

      Wah, Ada Nama Anak FX Hadi Rudyatmo di Daftar Usulan Caleg DPRD Solo 2024

      Nama anak FX Hadi Rudyatmo, Rheo Fernandez, masuk bakal daftar caleg sementara DPRD Kota Solo 2024 dari hasil penjaringan PAC PDIP Jebres.

      BLT Sapu Jagat Belum Cair, Bupati Karanganyar Minta Warga Bersabar

      Bupati Karanganyar meminta warga bersabar menunggu pencairan BLT sapu jagat yang saat ini masih pendataan calon penerima. Menurutnya perlu kehati-hatian dalam pendataan agar tidak ada doble penerima.

      Kurang dari 24 Jam, Polres Sukoharjo Berhasil Tangkap Pembobol Rumah di Grogol

      Polres Sukoharjo berhasil menangkap pembobol rumah kosong di Perumahan Baiti Jannati, No. A 29, Pandeyan, Grogol, dalam waktu kurang dari 24 jam.

      Terus Bertambah, Kini Ada 181 Nama Warga Wonogiri yang Dicatut Parpol

      Kasus pencatutan nama warga Wonogiri sebagai anggota partai politik (parpol) terus bertambah.