5 ODHA di Klaten Meninggal Dunia Sepanjang 2020
Ilustrasi HIV/AIDS (JIBI/Harian Jogja/Reuters)

Solopos.com, KLATEN – Sepanjang Januari-Mei 2020, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Klaten mencatat ada lima ODHA yang meninggal dunia. KPA menyatakan hingga kini belum ada ODHA yang terjangkit Covid-19.

Pengelola Program dan Kegiatan KPA Klaten, Fauzi Rivai, mengatakan ada berbagai faktor penyebab kematian lima ODHA tersebut. Dia mencontohkan salah satu penyebab lantaran tak rutin minum obat antiretroviral (ARV).

“Ada yang mereka baru merasakan sakit kemudian berobat. Karena tidak rutin akhirnya meninggal dunia,” kata Fauzi saat dihubungi Solopos.com, Minggu (28/6/2020).

Fauzi juga menjelaskan ada ODHA yang meninggal dunia setelah kondisi psikis mereka terganggu. “Ada yang terkena dampak psikis karena ketakutan dengan menyebarnya Covid-19. Karena psikis menurun, kondisi kesehatan menurun dan meninggal dunia. Namun, untuk ODHA di Klaten yang terjangkit Covid-19 sampai saat ini kami belum menerima laporan,” jelas dia.

Digaji Rp170 Juta, Ahok: Saya Mah Enak Sekarang, Gaji Lebih Gede!

Sejak ada pandemi Covid-19, sejumlah ODHA disebut-sebut sempat khawatir mendatangi rumah sakit yang menjadi agenda rutin mereka sekali dalam sebulan. Kegiatan kontrol itu biasanya dilakukan untuk mengambil obat ARV serta berkonsultasi dengan dokter.

Fauzi mengatakan Kekhawatiran tersebut tak berlebihan. Pasalnya, imunitas ODHA tak sebagus orang yang tak terjangkit HIV/AIDS. “Bisa dibilang imunitas mereka [ODHA] itu imunitas buatan. Orang biasa pun bisa terjangkit Covid-19 apalagi ODHA. Kondisi itu yang membuat mereka khawatir datang ke rumah sakit. Padahal setiap bulan mereka harus ke rumah sakit,” jelas dia.

Solusi

Terkait kondisi itu, Fauzi menjelaskan sudah ada solusi dengan pelonggaran jadwal kontrol ke rumah sakit kepada ODHA. Jadwal kontrol para ODHA diubah dari sekali dalam sebulan menjadi sekali dalam dua bulan selama ada pandemi Covid-19.

“Namun ada catatan. Ketika mereka merasakan sakit, diwajibkan segera kontrol ke rumah sakit. Kami tetap mengawasi kondisi mereka. Kami juga terus berpesan agar mereka tetap mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19,” jelas dia.

Unik! Makam di Kota Madiun Dicat Warna-Warni

Sementara itu, sepanjang Januari-Mei 2020, KPA mencatat ada 57 kasus temuan baru orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Kasus HIV/AIDS di Klaten masih didominasi karena heteroseksual.

Pegiat KPA Klaten, Amin Bagus Panuntun, menjelaskan dari puluhan kasus yang tercatat, ada penambahan kasus dari kelompok lelaki suka lelaki (LSL). Sepanjang Januari-April, KPA mencatat ada 10 ODHA baru dari faktor risiko LSL. Kasus LSL didominasi dari usia produktif kisaran 20-40 tahun.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho