Tutup Iklan
Ilustrasi penggunaan alat pacu jantung (Freepik)

Solopos.com, SOLO – Film sering menyajikan sesuatu yang tidak akurat dan dibesar-besarkan bahkan berbeda jauh dengan keadaan sebenarnya di dunia nyata. Hal itu akan menjadi masalah, jika berhubungan dengan pengetahuan medis.

Sayangnya, kebanyakan orang seringkali mempercayai mitos seputar medis yang digambarkan pada adegan ">film. Dirangkum dari Listverse, Kamis (22/8/2019), berikut lima mitos medis yang dipercaya setelah menonton ">film:

Amnesia menghapus seluruh ingatan

Amnesia merupakan gangguan daya ingat yang disebabkan oleh kerusakan otak atau faktor psikologis. Pada adegan film, pasien yang mengalami amnesia seluruh ingatannya akan terhapus. Dalam beberapa kasus, pasien tidak dapat mengingat seluruh kejadian sebelum kecelakaan. Nyatanya, amnesia tak seperti itu.

Dalam kehidupan nyata, jarang ditemui pasien amnesia kehilangan seluruh ingatannya. Yang sering terjadi, pasien akan kehilangan sebagian memorinya. Pada kecelakaan yang serius, amnesia dapat menyebabkan kehilangan seluruh ingatan hingga disertai gejala-gejala lain seperti kehilangan kontrol fisik dan inteligensi.

Menengadahkan kepala ketika mimisan

">Film sering menyajikan adegan kekerasan seperti adu fisik yang menyebabkan perdarahan hidung. Kerap kali tokoh memencet hidung dan menengadahkan mukanya untuk menghentikan perdarahan. Faktanya, hal itu berisiko tersedak hingga kematian.

Ketika Anda memencet hidung bagian belakang, darah akan menghambat saluran pernapasan. Hal itu dapat menyebabkan masuknya darah ke dalam perut dan menyebabkan komplikasi. Kesalahan lain adalah mengompres hidung yang mimisan dengan es.

Mengompres hidung dengan es dapat menghentikan perdarahan, tapi tidak menyembuhkan luka. Langkah yang sebaiknya dilakukan ketika Anda mimisan yaitu duduk dengan tenang. Lalu, pencet otot di bawah jembatan hidung hingga perdarahan berhenti.

Alat pacu jantung selalu berhasil

Defibrilator atau alat pacu jantung digunakan untuk memulihkan pasien serangan jantung. Cara kerja alat itu tidak dijelaskan secara lengkap pada adegan ">film. Pemeran dokter menggunakan alat pacu jantung untuk segala penyakit dengan menggosokkannya sebelum digunakan. Nyatanya, dokter dalam kehidupan nyata tidak melakukan hal tersebut.

Defibrilator tak selalu efektif untuk memacu jantung pasien. Dilansir Wikipedia, Jumat (23/8/2019), defibrilator dipakai pada pasien gangguan irama dan bilik bawah jantung berdenyut sangat cepat.

Cara kerjanya, pasien dipasangi alat pacu jantung di bagian dada, lalu isi defibrilator dengan daya untuk memacu detak jantung pasien. Pasien tidak boleh kontak dengan orang dan benda berbahan metal saat menggunakan defibrilator.

Garis lurus pada monitor kembali bergerak

Pasien yang meninggal akan memiliki garis lurus pada patient monitornya. Patient monitor merupakan alat perekam tanda-tanda vital pasien. Adegan ">film selama ini menunjukkan dokter selalu berusaha mengembalikan detak ">jantung ">pasien yang meninggal secara mendadak.

Nyatanya, dokter berusaha memacu jantung pasien dalam keadaan tertentu. Namun, kasus garis lurus dalam monitor merupakan keadaan yang berbeda. Saat jantung pasien berhenti berdetak dan patient monitor menunjukkan garis lurus, maka mustahil untuk membuat jantung berdetak kembali.

Detak jantung pasien tak akan kembali meski telah dipacu dengan daya listrik yang cukup tinggi. Tak seperti dalam film yang memungkinkan pasien hidup kembali setelah patient monitor menunjukkan garis lurus. Faktanya, garis lurus merupakan akhir dari kehidupan pasien.

Menarik pisau dari tubuh

Anda pasti tak berharap akan tertusuk. Jika Anda mengalaminya, abaikan semua yang ada dalam film dan segera periksa ke dokter. Jangan menarik senjata yang tertancap di tubuh. Menarik senjata seperti pisau, panah, atau paku yang menusuk tubuh akan memperparah luka. Hal tersebut membuat tubuh seperti ditusuk dua kali pada area luka yang sama.

Dalam beberapa kasus, senjata yang tetap tertancap pada tubuh dapat mencegah ">kematian akibat perdarahan. Senjata itu justru dapat menjaga pembuluh darah arteri tertutup sampai tenaga medis menangani perdarahan yang terjadi. (Atina Firdausa Qisthi/Solopos.com)

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten