Ilustrasi orang tua dan anak. (Freepik)

Solopos.com, SOLO – Mendidik anak bergaya hidup sederhana menjadi modal penting untuk bekal mereka di masa depan. Jika diperhatikan, orang zaman sekarang rajin mengunggah pencapaian dan apa yang dipunyai lewat media sosial.

Pamer menjadi salah satu hal yang dilakukan kebanyakan orang, termasuk anak-anak, di era masa kini. Jika dibiarkan, hal semacam itu jelas tidak baik bagi perkembangan kepribadian anak. Itulah sebabnya peran orang tua dibutuhkan dalam membangun fondasi gaya hidup anak yang bersahaja.

Merujuk Buku Seri Pendidikan Orang Tua-Membiasakan Hidup Sederhana seperti dilansir Kemendikbud.go.id, berikut langkah-langkah melatih kebiasaan si kecil agar tidak berlebihan sejak dini:

Mengenalkan konsep kepemilikan

Memberikan pemahaman kepemilikan baik uang atau barang melatih si kecil menghargai sesuatu. Jelaskan kepemilikan pribadi bisa dipergunakan secara bertanggung jawab sesuai kebutuhan, kepemilikan keluarga dipergunakan sesuai aturan keluarga, kepemilikan orang lain dipergunakan atas seizin pemilik dan kepemilikan umum digunakan sesuai aturan yang berlaku.

Mengenalkan fungsi uang

Dengan mengenalkan fungsi uang sejak dini, anak bisa belajar konsep belanja, menabung, menyumbang, atau berbagi dengan teman. Pada fase ini anak juga bisa diajari bagaimana cara berhemat atau menabung untuk memperoleh sesuatu yang dia idam-idamkan. Dengan kebiasaan semacam ini, anak tidak melulu menghabiskan uang jajan dan minta uang.

Mengajak anak belanja

Belanja bisa menjadi media pembelajaran anak. Kenalkan juga anak dengan interaksi sederhana saat bertransaksi. Libatkan anak ketika memilih barang keperluan di rumah, misalkan buah atau sayur. Jelaskan dari mana sayur dan buah berasal. Kenapa kita perlu membayar sekian rupiah untuk membelinya.

Membiasakan berbagi

Berikan informasi yang mudah dipahami anak, bahwa lingkungan di sekitar kita kondisinya tidak sama. Ada yang berkecukupan dan kekurangan. Yang berkecukupan sebaiknya memberikan sebagian yang dimiliki kepada yang kekurangan. Mulai dari langkah kecil misalkan memasukkan uang ke kotak amal di tempat ibadah atau menyumbang mainan ke panti asuhan.

Menggunakan barang dan alat secara bijaksana

Ajari si kecil membeli sesuatu hanya yang dibutuhkan. Jika ada pakaian atau perlengkapan sekolah yang masih bisa dipakai, manfaatkan lebih dulu sebelum membeli yang baru.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten