Ilustrasi nyamuk Aedes aegypti pembawa penyakit demam berdarah dengue (DBD). (Antara-Anis Efizudin)

Solopos.com, SEMARANG — Lima kecamatan di Kota Semarang mendapat perhatian khusus menyusul merebaknya penyakit demam berdarah dengue (DBD) di ibu kota Jawa Tengah tersebut saat musim penghujan ini.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Widoyono mengatakan bahwa kelima daerah tersebut menjadi perhatian penting mengingat angka kejadian DBD yang cukup banyak dibanding yang lainnya. Kelima kecamatan tersebut adalah Gajahmungkur, Candisari, Mijen, Banyumanik, dan Ngaliyan.

Selama 2019 ini, kata Widoyono, sudah terdapat 74 kasus deman berdarah. "Penderita demam berdarah masih didominasi oleh anak-anak," kata Widoyono di Kota Semarang, Jateng, Rabu (6/2/2019).

Upaya penanganan DBD, menurutnya sudah dilakukan, antara lain melalui gerakan pemberantasan sarang nyamuk di berbagai lingkungan, termasuk sekolah. Diakui Widoyono, kesadaran masyarakat dalam melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk masih rendah.

Padahal, tegasnya, pemberantasan sarang nyamuk ini lebih efektif dibanding pengasapan.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten