Jogging track dibangun BBWSBS di bantaran Kali Anyar wilayah Nusukan, Banjarsari, Solo. (Solopos-Irawan Sapto Adhi)

Solopos.com, SOLO — Pemerintah Kota (Pemkot) Solo terus berupaya menurunkan angka kawasan kumuh. Berdasarkan pemetaan pada 2015, luasan permukiman kumuh mencapai 359,5 hektare dan terus berkurang hingga menyisakan 205,8 hektare pada 2018.

Diproyeksikan tahun ini, berbagai program penataan setidaknya harus mengurangi luasan kawasan kumuh menjadi 100an hektare.

Kabid Kawasan Permukiman, Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (Disperkim KPP) Kota Solo, Gunawan Adi Pratyo, mengatakan salah satu upaya mengurangi kawasan kumuh adalah melalui program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku).

Pada 2019 ini, stimulan penataan skala lingkungan menyasar 22 kelurahan dengan dana senilai Rp28 miliar. Anggaran per kelurahan menyesuaikan prioritas kebutuhan delianisasi kawasan, dengan pembagian anggaran terbesar Rp2 miliar dan terkecil Rp500 juta.

“Pengurangan sampai setengahnya itu dengan beberapa catatan, kami enggak bisa menata daerah yang berada di bantaran rel kereta api. Jadi paling enggak 80-90 hektare saja yang bisa dikurangi. Terdapat lima kawasan yang menjadi prioritas yakni Semanggi, Pucangsawit, Danukusuman, Purwodiningratan, dan Bantaran Kali Anyar. Ini bukan kelurahan ya namanya, tapi kawasan. Jadi belum tentu hanya satu kelurahan di tiap kawasan,” papar Gunawan, beberapa waktu lalu.

Koordinator Kotaku Solo, Cornelius Tri Cahyo, mengatakan penataan skala kawasan tahun ini menyasar RW023 Kelurahan Semanggi dengan anggaran senilai Rp54 miliar.

Anggaran itu bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2018 dan 2019 senilai Rp20an miliar, corporate social responsibility (CSR) sekitar Rp9 miliar, Puslitbang Kementerian PUPR Rp9,5 miliar, APBN Rp17,4 miliar, dan sebagian lagi dari Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS).

“Lelangnya agak molor, jadi proyeknya juga molor. Tapi tidak masalah karena anggaran untuk program Kotaku berlaku tahun jamak. Targetnya, pertengahan 2020 sudah selesai,” jelas Cahyo. 

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten