Warga mengamati sepeda motor matik milik Anton Sigit Pamungkas, 31, yang ban depan dan belakangnya dicuri di rumahnya, Dusun Asemlegi RT 002/RW 005, Desa Pondoksari, Nguntoronadi, Wonogiri, Minggu (10/2/2019). (Istimewa/Humas Polres Wonogiri)

Solopos.com, SOLO -- Masih ingat dengan pencuri yang ketiduran sehingga ketahuan di Sragen? Atau pencuri yang hanya mengambil ban depan dan ban belakang sepeda motor di Wonogiri belum lama ini?

Kedua kasus pencurian itu tergolong unik sehingga mengundang komentar lucu dari warganet. Solopos.com menghimpun sedikitnya lima kasus pencurian aneh, unik, dan lucu yang pernah terjadi di Soloraya dalam beberapa tahun terakhir.

Pencuri Hanya Bercelana Dalam

Kasus pencurian yang tergolong aneh ini terjadi pada 27 September 2013 di rumah karyawan Bank Niaga, Manahan, Solo, Sentot Saryanto, di Jl. Pleret Utama Barat VII Perumahan Banyuanyar Indah RT 003/RW 012, Banyuanyar, Banjarsari, Solo.

Pencuri itu menggasak dua laptop, dua unit ponsel pintar, buah dompet berisi uang yang jika ditotal berjumlah hampir Rp1 juta, dan sebuah tas ransel. Total kerugian Rp17 juta.

Pencurian itu terjadi pada dini hari dan Sentot baru tahu pagi harinya. Saat keluar rumah ia bertemu tetangganya yang baru pulang kemudian bercerita rumahnya kemalingan. Tetangga itu mengaku memergoki seorang laki-laki membawa tas ransel dengan ciri-ciri mirip tas milik keluarga Sentot. Anehnya, laki-laki itu hanya mengenakan celana dalam.

Sekitar tiga bulan kemudian, pencurian dengan modus sama terjadi di Lorin Residence, Desa Gonilan, Kecamatan Kartasura, Sukoharjo, tepatnya 28 Desember 2013. Pelakunya yang bernama Nova Aldiansyah, warga Ngruki, Grogol, Sukoharjo, tertangkap saat hendak beraksi di perumahan yang sama pada 8 Juli 2014.

Kepada polisi Nova mengaku sudah beraksi beberapa kali, tak hanya di wilayah Sukoharjo tapi juga di wilayah Solo. Incarannya perumahan elite dan dalam aksinya selalu hanya mengenakan celana dalam.

Pencuri Takut Anjing

Aksi konyol pencuri yang takut anjing ini terjadi di rumah Risgiyanto, warga Dusun Karang Talun RT 001/RW 004 Desa Pokoh Kidul, Kecamatan/Kabupaten Wonogiri, pada Februari 2013. Saat itu Sabtu dini hari, anak Risgiyanto, Ade, memergoki seorang pria yang belakangan diketahui berinisial Ag, warga Ngadirojo, berada di dalam rumah.

Ag sempat meminta ponsel yang saat itu dibawa Ade namun mengembalikannya karena dianggap jelek dan tak laku dijual. Ag kemudian bertanya pintu keluar rumah yang aman karena dia takut anjing. Rupanya Ag terjebak di dalam rumah yang disatroninya karena mendengar gonggongan anjing di luar rumah.

Setelah itu, Ade menuju kamar ayahnya guna memberi tahu ayahnya ada seorang penyusup di rumah. Ade dan ayahnya sempat mencari-cari orang itu namun tak ketemu hingga akhirnya mereka lapor polisi.

Polisi datang sekitar pukul 05.00 WIB dan menemukan Ag sembunyi di bawah kursi ruang tamu. Polisi langsung menangkap Ag. Ag mengakui sudah mengambil uang senilai Rp3,3 juta di dompet milik Risgiyanto dan hendak kabur namun tak jadi karena takut setelah mendengar gonggongan anjing di luar rumah.

Pencuri Tinggalkan Motor dan HP Saat Tepergok

Bukannya untung malah buntung. Ungkapan ini cocok untuk menggambarkan nasib pencuri yang beraksi di Dusun Pondokan RT 002/RW 006, Pondoksari, Nguntoronadi, Wonogiri, 25 Juni 2018 lalu.

Awalnya, pencuri bernama Angga Dwiyana Saputra, warga Saratan, Sumberagung, Batuwarno, Wonogiri, itu datang ke masjid Dusun Pondokan hendak mencuri kotak infak. Dia datang mengendarai Yamaha X Ride.

Namun seorang warga memergokinya dan karena takut tertangkap, Angga kabur meninggalkan sepeda motornya. Tak hanya itu, ponselnya dan uang senilai Rp181.500 yang diduga dari kotak infak masjid jatuh saat ia lari dari kejaran warga.

Berkat petunjuk dari sepeda motor dan ponsel yang ditinggal kabur itulah, polisi melacak identitas Angga kemudian menangkapnya pada 5 Agustus 2018.

Maling Ketiduran

Adita Ersyad Prakoso, warga Bangunsari RT 005/RW 014, Kelurahan Sragen Kulon, Sragen Kota, Sragen, ditangkap polisi karena mencuri uang di rumah tetangganya Tukiyem Mulyo Suwito pada 23 Januari 2019. Aksi Adita sebenarnya nyaris tak ketahuan seandainya ia tak melakukan hal konyol.

Adita ketiduran di salah satu kamar rumah yang disatroninya setelah mengambil uang Rp10,8 juta milik penghuni rumah. Bahkan hingga penghuni rumah memergokinya tertidur, penghuni rumah tak tahu Adita baru saja mencuri.

Penghuni rumah malah memberi tahu keluarga Adita yang rumahnya berdekatan agar membangunkan Adita dan menjemputnya pulang. Baru beberapa saat kemudian penghuni rumah sadar uang di dalam lemari kamarnya hilang.

Kecurigaan pun mengarah pada Adita. Polisi memeriksa dan menginterogasi Adita hingga akhirnya pria 20 tahun itu mengakui perbuatannya.

Maling Hanya Ambil Ban Motor

Aksi pencurian di Wonogiri ini sempat viral di media sosial dan mengundang banyak komentar warganet. Banyak warganet menyebut pencurian ini aneh dan konyol, Ada pula yang menyebut pencurinya baik hati.

Alih-alih mencuri motor yang terparkir tanpa pengawasan di pinggir Waduk Gajah Mungkur (WGM), Nguntoronadi, Wonogiri, pencuri ini hanya mengambil ban depan dan belakang sepeda motor. Bayangkan betapa kagetnya si pemilik motor saat mendapati motornya tak ada rodanya!

Peristiwa yang viral di media sosial ini terjadi di Nguntoronadi, Wonogiri, 10 Februari 2019 lalu. Korbannya, Anton Sigit Pamungkas, 31, warga Dusun Asemlegi RT 002/RW 005, Desa Pondoksari, Nguntoronadi, tak melaporkan kejadian itu ke polisi.

Namun, foto-foto kondisi sepeda motor Anton yang tanpa roda beredar dan ramai jadi perbincangan di medsos, termasuk foto saat Anton terpaksa meminta tolong warga untuk mengangkut sepeda motornya menggunakan motor berberonjong.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten