5 Hektare Lahan di Pekalongan Ambles Bak Ditelan Bumi

Lahan pertanian di Blok Brandal Pekalongan itu kini bak sebuah sungai besar dengan kedalaman 10-15 meter.

Jumat, 18 Desember 2020 - 10:43 WIB Penulis: Newswire Editor: Rohmah Ermawati | Solopos.com

SOLOPOS.COM - Bencana tanah ambles di Pekalongan. (Detikcom)

Solopos.com, PEKALONGAN -- Lahan pertanian di Desa Bodas, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, lenyap setelah terkena guyuran hujan selama beberapa hari.

Lahan pertanian di Blok Brandal Pekalongan itu kini bak sebuah sungai besar dengan kedalaman 10-15 meter yang memanjang.

Detik-detik penurunan tanah ini diketahui warga sejak Minggu (13/12/2020) sore. Sebelumnya daerah itu diguyur hujan sejak Jumat (11/12/2020). Warga yang panik langsung menyelamatkan hewan-hewan ternak yang berada di kandang sekitar lokasi kejadian.

Keretakan tanah terus berjalan merambat ke areal permukiman warga yang berjarak sekitar kurang dari 2 km dari lokasi areal pertanian di Blok Brandal.

Pemuda Ini Nekat Berenang Pakai Galon dari Balikapapan ke Malang

Awalnya pergerakan tanah itu hanya membuat retakan di halaman rumah warga setempat. Namun seperti terus menjalar, retakan itu juga terjadi hingga ke jalan-jalan di perkampungan Bodas 1, hingga masuk ke rumah-rumah warga.

Warga yang cemas terpaksa berjaga semalaman. Hingga akhirnya warga mengetahui lahan pertanian di Blok Brandal lenyap pada Senin (13/12/2020).

Lahan seluas sekitar 5 hektare itu ambles seolah hilang dan menyisakan cekungan besar bak jurang memanjang sedalam 10-15 meter.

Tak hanya itu, puluhan rumah warga di lokasi tersebut dilaporkan rusak pada sekitar pukul 10.00 WIB. Kerusakan ini diakibatkan akibat penurunan tanah. Kerusakannya rata-rata berupa lantai retak.

Hasil Uji Klinis Vaksin Covid-19: Badan POM Pastikan Aman, Tinggal Tunggu Efektivitasnya

Selain itu rumah-rumah warga yang semi permanen nampak miring. Lantai tanah terangkat dan retak. Pihak Pemerintah Desa Bodas mencatat hingga Senin kemarin ada sekitar 95 rumah terdampak akibat tanah bergerak.

Direlokasi ke Daerah Aman

Sore harinya, jumlah rumah terdampak bertambah lima akibat masih tingginya itensitas hujan di desa setempat. Kini ada 100 rumah rusak akibat bencana tanah gerak di desa tersebut.

Sedangkan total luas tanah yang terdampak bencana tanah bergerak di Desa Bodas ini mencapai 29,5 hektare. Dari luas tersebut, 27 hektare di antaranya merupakan lahan pertanian dan 2,5 hektare sisanya merupakan permukiman warga.

Cegah Penularan Covid-19, Bantu Pengungsi Merapi Tak Perlu Masuk Barak

Kepala Desa Bodas, Wasgito, mengatakan peristiwa yang sama pernah terjadi pada tahun 2005. Saat itu, bencana tanah bergerak membuat keluarga yang menghuni 18 rumah direlokasi ke daerah yang lebih aman.

"Bencana tanah gerak, sudah tiga kali ini. Tahun 2005, 2012 dan tahun ini 2020. Tahun 2005, sebanyak 18 rumah direlokasi. Dari lokasi bawah sampai ke atas, yang saat ini terjadi tanah gerak," jelasnya dilansir Detik.com.

Saat ini pihaknya terus mengantisipasi adanya tanah bergerak susulan dengan menyiapkan tiga titik tempat pengungsian, yakni Balai Desa Bodas, Masjid Bodas, dan sebuah gedung sekolah dasar setempat.

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif
HEADLINE jateng 225 Pemuda Jateng Ditempa Jadi Pebisnis di Salatiga 1 jam yang lalu

HEADLINE jateng Miris, Gaji Guru Madrasah di Blora Rp50.000 per Bulan 2 jam yang lalu

HEADLINE jateng Kongres Ulama di Jepara Berakhir, Ini 8 Rekomendasi untuk Pemerintah Jokowi 3 jam yang lalu

HEADLINE jateng Janjikan Bisa Lolos CPNS, Guru PNS di Grobogan Dilaporkan ke Polisi 5 jam yang lalu

HEADLINE jateng Selamatkan Lahan Kritis, Pemprov Jateng Tanam Jutaan Pohon 6 jam yang lalu

HEADLINE jateng Sopir Ambulans di Ambarawa Jadi Korban Pembunuhan, Pelaku Diduga Perempuan 10 jam yang lalu

HEADLINE jateng Truk Salip Truk di Jalan Kudus-Pati, Pengendara Vario Jadi Korban 1 hari yang lalu

HEADLINE jateng Warga Belum Terima Ganti Rugi Tol Semarang-Demak, PPK: Tidak Ada Nama Suparwi 1 hari yang lalu

HEADLINE jateng Hilang Sejak Kamis, Kakek asal Grobogan Ditemukan Meninggal di Sawah 1 hari yang lalu

HEADLINE jateng Kebut Proyek Tol Semarang-Demak, Gubernur Ganjar Bentuk Tim Khusus 1 hari yang lalu

HEADLINE jateng Serunya Visiting Day KB-TK Kristen I Satya Wacana Salatiga 1 hari yang lalu

HEADLINE jateng Didampingi Tim UKSW, Desa Agrowisata di Magelang Ini Olah Sayur Jadi Nuget 1 hari yang lalu

HEADLINE jateng Tol Semarang-Demak Sudah Dibuka, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi 1 hari yang lalu

HEADLINE jateng Penuh Luka, Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan di Jalan Arteri Semarang 1 hari yang lalu

HEADLINE jateng Sejumlah Perwira Dimutasi, Kapolres Semarang Ingatkan Dedikasi dan Loyalitas 1 hari yang lalu