5 Hari, Pasien Positif Covid-19 Boyolali Tambah 66 Orang
Ilustrasi Virus Corona (Solopos/Whisnupaksa)

Solopos.com, BOYOLALI – Pasien positif Covid-19 di Kabupaten Boyolali bertambah 66 orang dalam lima hari. Penambahan itu dihitung mulai 20 Oktober hingga 25 Oktober 2020.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali, Ratri S. Survivalina. Ratri menjelaskan pada 20 Oktober ada dua kasus, kemudian pada 21 Oktober ada 12 kasus, dan pada 22 Oktober ada empat kasus.

Gugus Tugas Covid-19 Sukoharjo Libatkan Desa dan Kelurahan Pantau Pendatang Saat Libur Panjang

Kemudian pada 23 Oktober ada 21 kasus, pada 24 Oktober ada delapan kasus dan pada 25 Oktober ada 19 kasus. Ratri menyebutkan 66 kasus tersebut tersebar di 17 Kecamatan yang ada di Kabupaten Boyolali.

Penambahan itu membuat kasus kumulatif Covid-19 di Boyolali mencapai 1.086 orang. Perinciannya adalah 886 kasus dinyatakan sembuh dan 42 kasus dinyatakan meninggal dunia. Dengan jumlah itu angka kesembuhan di Boyolali sekitar 81,58%, dan angka kematian 3,68%.

“Ini semakin membaik,” jelas Ratri.

Akan Bagikan 3 Ton Bibit Jahe Emprit, Bupati Karanganyar Cari Desa yang Warganya Kompak

Di sisi lain, sebanyak tujuh klaster persebaran Covid-19 di Boyolali dinyatakan selesai. Klaster yang sudah dinyatakan selesai di antaranya klaster Klinik Mila Husada, klaster besuk atau tilik, serta lima klaster keluarga yang ada di Dibal, Gombang, Ngenden, Bantengan, Pelem dan Juwangi.

“Total ada tujuh klaster yang sudah selesai saat ini,” jelas dia kepada wartawan, Senin.

Desa Wisata Lembah Dungde Karanganyar Tawarkan Paket Wisata Perdesaan, Harganya Ramah di Kantong

Hingga kini, masih ada 10 klaster persebaran Covid-19 di Boyolali yang masih aktif yang semuanya merupakan klaster keluarga. Di antaranya adalah klaster keluarga yang berasal dari Pandean ada enam kasus, di Selodoko ada lima kasus, dari Kebonan ada tiga kasus, dan dari Kateguhan enam kasus.

Selanjutnya klaster Giriroto ada lima kasus, dari Tlogolele ada enam kasus, kemudian dari Demangan ada tujuh kasus. Sedangkan dari Pulisen ada enam orang dan dari Siswodipuran ada lima kasus.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom