5 Hal Sepele Ini Bisa Gugurkan Pahala Puasa
Ilustrasi gibah (Solopos-Whisnupaksa Kridhangkara)

Solopos.com, SOLO – Puasa merupakan ibadah wajib bagi setiap muslim di bulan Ramadan. Sebab, puasa Ramadan merupakan salah satu rukun Islam. Selama berpuasa, seseorang harus menahan diri dari nafsu makan, minum, dan syahwat.

Meski terkesan sederhana, pada praktiknya banyak orang yang tanpa sadar tidak menjalankan ibadah puasa secara sempurna. Sebab, ada banyak hal yang tanpa disadari mengurangi pahala puasa. Nah, tahukah Anda apa saja hal yang mengurangi pahala puasa?

Hakikat puasa adalah imsak yang artinya menahan. Ada dua jenis imsak, yaitu imsak bi atau memegang teguh dan menjaga kewajiban. Dan imsak an yang berarti mengekang diri dari hal-hal haram.

“Contohnya imsak bi itu menjaga salat dan kewajiban serta amalan sunah lain. sedangkan imsak an maksudnya menjaga diri dari hal-hal haram seperti meninggalkan salat, gibah, fitnah, serta segala perbutan makruh,” kata Rais Syuriyah Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Karanganyar, KH. Ahmad Hudaya, kepada Solopos.com, Selasa (7/5/2019).

Rasulullah SAW bersabda dalam hadis riwayat Al Hakim yang tertulis di  kitab Ihya’ ‘Ulumuddin, Imam Ghazali menjelaskan, ada lima hal yang membatalkan pahala puasa, yakni berbohong, mengadu domba, gibah, sumpah palsu, dan memandang dengan syahwat.

Banyak orang yang mampu menahan diri darai lapar, dahaga, dan dorongan syahwat. Namun, mereka seringkali luput dari hal-hal kecil yang ternyata mengurangi pahala puasa. “Jadi, jagalah dirimu dengan baik. Puasa itu bukan sekadar menahan makan, minum, dan berhubungan seksual. Puasa itu melibatkan fisik, pikiran, dan hati,” sambung KH. Ahmad Hudaya.

Dalam hadis riwayat Imam Nasa’i dan Ibnu Majah, Rasulullah SAW bersabda, ada orang yang hanya mendapat rasa lapar dan haus. Hal ini disebabkan orang tersebut tetap melakukan perbuatan maksiat yang bahkan disadari merusk pahala puasa.

“Banyak di antara orang yang berpuasa tidak memperoleh sesuatu dari puasanya, kecuali rasa lapar dan dahaga,” hadis riwayat Imam Nasa’i dan Ibnu Majah.

Meski demikian, puasa orang tersebut tetap sah sebagai penggugur kewajiban. Puasa Ramadan merupakan ibadah wajib bagi setiap muslim. “Puasanya tetap sah sebagai penggugur kewajiban. Tapi tidak mendapatkan apa pun kecuali lapar dan haus,” sambung Ahmad Hudaya.

Lantas, bagaimana caranya agar puasa Ramadan yang dilakukan tidak sia-sia dan mengantarkan pada derajat ketakwaan? Pertama, selalu perbarui niat. Semua amal bergantung pada niatnya. Jangan lupa untuk terus belajar agar lebih mengerti hakikat berpuasa. Selanjutnya menjaga diri dari perbuatan yang merusak pahala puasa serta menyemarakkan Ramadan dengan amal saleh sesuai tuntunan Nabi Muhammad SAW, seperti berzikir dan membaca Alquran.

 



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom