5 Hal Ini Jadi Fokus Kadin Solo Untuk Percepat Pemulihan Ekonomi
Solo Great Sale 2020. (Instagram-@sologreatsale)

Solopos.com, SOLO -- Kamar Dagang dan Industri atau Kadin Solo memprioritaskan lima hal sebagai upaya mempercepat pemulihan ekonomi pada 2021. Demikian hasil Rapimkota Kadin Solo, Senin (21/9/2020).

Wakil Ketua Kadin Solo, David R Wijaya, mengatakan Rapimkota bertujuan menyusun program kerja ke depan sekaligus menghasilkan rekomendasi berupa kebijakan dan keputusan strategis. Hal ini kaitannya dengan percepatan pemulihan ekonomi akibat wabah Covid-19.

“Ada lima program utama sesuai usulan dan persetujuan dalam rapat pleno. Yakni Solo Great Sale, Solo Creative Expo, pendampingan dan pemberdayaan komunitas UMKM yang berkelanjutan. Selanjutnya Solo Heritage MICE, dan mengoptimalkan aplikasi Solo Sale,” ujarnya kepada Solopos.com, Selasa (22/9/2020).

Tambah 5 Lagi Pasien Suspek Naik Kelas, Kumulatif Positif Covid-19 Solo Jadi 609 Orang

Solo Great Sale

David memaparkan fokus Kadin yang pertama dalam pemulihan ekonomi adalah Solo Great Sale (SGS) 2021 yang masuk calendar event Kota Solo. Tahun depan, pelaksanaan SGS ini dengan konsep yang lebih matang serta mengadopsi era kenormalan baru.

Dengan demikian, transaksi nontunai akan jadi prioritas pada SGS nanti. Kedua, Kadin Solo siap kembali menggelar Solo Creative Expo yang sempat vakum.

Menurutnya, ekshibisi ini sebagai wadah untuk kian memoncerkan potensi ekonomi kreatif daerah. Pameran ini tak hanya untuk warga Solo, tetapi juga melibatkan daerah lain se-Soloraya.

Dokter RS Ortopedi Meninggal Akibat Covid-19, Gugus Tugas Sukoharjo Siapkan Tracing

Pameran Produk

Namun demikian, ada kendala pada upaya Kadin Solo untuk program percepatan pemulihan ekonomi tersebut. Salah satunya belum ada venue atau tempat pameran yang mumpuni.

Jika Kota Solo memiliki exhibition hall seperti Jogja Expo Center (JEC), penyelenggaraan pameran berbagai produk lokal kian mudah.

“Solo itu produknya sudah ada. Ada batik, kerajinan tangan lain, sampai yang modern seperti animasi, desain grafis, dan sebagainya. Tapi, kendalanya venue untuk pameran yang menjadi milik Pemkot belum ada,” imbuhnya.

Pascabentrok, Ini Pesan Pengurus Pusat PSHT dan PSHW Tunas Muda Madiun

Pemberdayaan UMKM

Ketiga, Kadin Solo juga memprioritaskan pada pengembangan dan pemberdayaan UMKM. Ini tak terlepas dari UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional.

Kadin siap menaikkan kelas UMKM dengan meningkatkan skill, kualitas produk, pemasaran, penguasaan teknologi, hingga manajemen.

Hal keempat dalam upaya Kadin mempercepat pemulihan ekonomi adalah mengunggulkan Solo sebagai kota meeting incentives conference and exhibition (MICE). Menurutnya, Solo memang kerap jadi jujugan instansi maupun korporasi luar kota untuk menggelar agenda.

KPU Solo Sebut Ada Kemungkinan Pemungutan Suara Pilkada 2020 Pakai Kotak Suara Keliling, Setuju Lur?

Tapi Solo belum menjadi tujuan utama. Selain itu, beberapa pihak yang menggarap pasar ini cenderung jalan sendiri. Kadin siap menginisiasi dan sinkronisasi antar-stakeholder untuk menggarap pasar MICE berbarengan.

Aplikasi Solo Sale

Kelima, pengoptimalan aplikasi Solo Sale. Aplikasi ini merupakan peranti pendukung SGS yang resmi dipakai tahun ini. Ke depan akan terus ada perbaikan aplikasi tersebut sehingga nantinya bisa berperan sebagai marketplace-nya orang Solo (Soloraya).

“Kami sudah memiliki database 19.000 tenant yang rata-rata adalah UMKM. Nantinya kami bakal sinkronkan dengan e-wallet sehingga kian mempermudah masyarakat bertransaksi. Sejumlah program ini kami matangkan konsepnya kami bentuk. Sehingga output-nya berdampak pada percepatan perekonomian daerah,” paparnya.

PJJ Malah Bikin Bulan Imunisasi Anak Solo Jadi Lebih Mudah, Kok Bisa?

Bergandengan Tangan

Ketua Kadin Solo, Gareng S Haryanto, mengungkapkan tidak mudah berjalan sendiri dalam pemulihan ekonomi selama masa pandemi.

Maka dari itu, ia menekankan pentingnya berkolaborasi dan bergandengan tangan, baik dengan pemerintah, stakeholder, akademisi, asosiasi, UMKM, hingga media.

“Banyak sektor usaha terdampak, ada pariwisata, transportasi, properti, industri, dan bidang umkm, semua terkena dampaknya. Sebagai pelaku usaha kita harus optimis semangat terus meningkatkan kebersamaan, kerja sama gotong-royong satu dengan yang lainnya,” jelasnya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom