Ilustrasi Sungai Bengawan Solo. (JIBI/Solopos.com/Dok.)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Lima unit alat early warning system (EWS) dipasang di sepanjang aliran Sungai Bengawan Solo dan anak sungai di Sukoharjo. Pemasangan alat tersebut sebagai kewaspadaan terhadap bencana banjir.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukoharjo, Sri Maryanto, memerinci alat peringatan dini banjir terpasang di Dam Colo Pengkol-Nguter, Serenan-Sukoharjo, Bacem-Grogol, Peren-Pranan dan Laban-Mojolaban. Lima unit alat tersebut semua dalam kondisi baik.

“EWS dipasang dengan model sirine, sehingga saat level air meningkat pada siaga merah secara otomatis sirine akan berbunyi," katanya saat berbincang dengan solopos.com, Minggu (12/1/2019).

Dia mengatakan saat debit air Sungai Bengawan Solo memasuki Siaga Merah atau Siaga 3 dengan ketinggian muka air (TMA) 8,5 meter maka warga di sekitar bantaran bersiap mengantisipasi kemungkinan banjir.

Proses evakuasi warga ke lokasi aman dari banjir mulai dilakukan sesaat setelah TMA Sungai Bengawan Solo memasuki siaga hijau. Warga mulai mengungsikan harta benda ke tempat yang lebih aman.

Saat ini peringatan kewaspadaan telah disebar keseluruh pemangku wilayah hingga ke tingkat desa. Koordinasi dengan relawan tanggap bencana diintensifkan dan pemantauan TMA Sungai Bengawan Solo ditingkatkan.

BPBD bersama dengan pengelola sungai yakni Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) telah melakukan pengecekan ke tanggul tanggul sungai dan saluran guna memastikan semua berfungsi dengan baik. "Kantor BPBD menjadi pusat koordinasi tanggap bencana," kata dia.

Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga telah menyiapkan lokasi-lokasi evakuasi apabila terjadi banjir. Kantor kecamatan dan balai desa menjadi tempat yang dinilai memadai sebagai titik kumpul. Alat evakuasi seperti pelampung dan perahu karet juga telah berada dititik daerah rawan banjir. "Logistik, obat obatan serta dapur umum tidak terkendala. Tentunya dengan melibatkan dinas terkait dalam operasionalnya," bebernya.

Sementara itu warga di bantaran Sungai Bengawan Solo mulai waswas bencana banjir memasuki musim penghujan ini. Diprediksikan curah hujan tinggi bakal mengguyur wilayah Soloraya hingga beberapa bulan ke depan.

Warga Ngemplak, Desa Gadingan, Kecamatan Mojolaban, Surono, 56, mengaku mulai membangun tempat khusus di rumahnya. Tempat tersebut dibangun sederhana dengan menggunakan kayu yang ditata di langit-langit bangunan rumah.

“Tempat ini untuk menyimpan barang-barang berharga. Jadi kalau hujan sudah tinggi dan sungai naik, barang-barang dinaikkan ke sini supaya aman,” katanya.

Dia mengaku waswas jika hujan turun dengan intensitas tinggi selama beberapa hari. Hal ini dikarenakan aliran Sungai Bengawan Solo meningkat dan dikhawatirkan meluap ke permukiman penduduk. Banjir semakin membayangi warga mengingat wilayah Kota Solo telah dibangun parapet di sepanjang bantaran aliran Sungai Bengawan Solo.

“Jadi air tentu akan melimpah ke sini. Meski sudah menjadi langganan, namun warga tetap waswas saat banjir datang,” katanya.

Baca pula: Pilkada Sukoharjo: Pilih Independen, Peluang Wiwaha Jadi Cabup/Cawabup Dari Gerindra Kandas?

Warga lain, Susanto juga menuturkan mulai menyimpan barang berharga seperti surat nikah, sertifikat tanah maupun surat penting lainnya mulai disimpan di lokasi aman dari banjir.

“Surat-surat penting sudah ditaruh di atas lemari. Jadi kalau banjir tidak basah atau hilang,” katanya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten