Tutup Iklan
Anggota Staf Khusus Menteri Perdagangan Eva Yuliana (kiri) membuka pasar murah Ramadan di Kampung Sekip, Kadipiro, Banjarsari, Solo, Senin (28/5/2018). (Solopos-Muhammad Ismail)

Solopos.com, SUKOHARJO – Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) http://soloraya.solopos.com/read/20180601/490/919741/masukkan-wanita-ke-kantor-pegawai-upk-weru-sukoharjo-digerebek-warga">Sukoharjo  bakal menggelar pasar murah di dua lokasi selama bulan puasa. Langkah ini dilakukan untuk meredam gejolak kenaikan harga komoditas pangan menjelang Lebaran.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) http://soloraya.solopos.com/read/20180601/490/918381/pemkab-sukoharjo-prioritaskan-6-jalur-alternatif">Sukoharjo, Sutarmo, mengatakan pasar murah bakal digelar di wilayah Kecamatan Tawangsari pada 5 dan 9 Juni 2018. Kegiatan pasar murah menjadi agenda rutin yang dilaksanakan Pemkab Sukoharjo menjelang Lebaran. “Kami ingin mengantisipasi kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang Lebaran. Karena itu, pasar murah digelar mendekati perayaan Lebaran,” kata dia, kepada Solopos.com, Jumat (1/6/2018).

Biasanya, beberapa harga kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula hingga telur naik secara signifikan. Kenaikan harga kebutuhan pokok dipengaruhi tingginya tingkat permintaan di pasaran.

Distributor kebutuhan pokok bakal dilibatkan dalam pelaksanaan pasar murah. Mereka memasok komoditas pangan seperti gula, minyak goreng dan beras yang dijual di pasar murah.

“Harga komoditas pangan yang dijual jauh lebih murah di pasaran. Target sasaran pasar murah adalah warga miskin,” ujar dia.

Sutarmo menyatakan petugas selalu memantau harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar tradisional setiap hari. Pemantauan harga komoditas pangan dilakukan di Pasar Ir. Soekarno, Pasar Bekonang dan Pasar Tawangsari http://soloraya.solopos.com/read/20180531/490/919510/sudah-diperpanjang-kuota-pendaftar-ptps-sukoharjo-tetap-kurang-">Sukoharjo. Harga kebutuhan pokok cenderung stabil saat dua pekan menjelang Lebaran.

Tingkat permintaan kebutuhan pokok diperkirakan meningkat secara signifikan pada pekan depan seiring para karyawan swasta dan buruh menerima Tunjangan Hari Raya (THR).

Mereka bakal menyerbu pasar tradisional, swalayan dan pusat perbelanjaan untuk memborong kebutuhan pokok. “Biasanya, harga kebutuhan pokok melonjak tajam saat sepekan menjelang Lebaran. Kondisi ini dipengaruhi tingginya tingkat permintaan di pasaran,” papar Sutarmo.

Sebelumnya, Perum Bulog juga menawarkan empat paket kebutuhan pokok murah sesuai harga eceran tetap (HET) yang ditetapkan pemerintah selama bulan puasa. Tentu saja, harga komoditas pangan yang dijual jauh lebih murah ketimbang harga pasaran.

Kepala Gudang Bulog Telukan, Wisnu Sancoyo, mengungkapkan empat paket kebutuhan pokok murah yakni timlo, liwet, tengkelng dan zakat. Masing-masing paket kebutuhan pokok berisi beras, gula pasir, minyak goreng dengan harga bervariatif tergantung jumlah item komoditas pangan. “Tidak ada pembatasan jumlah pembelian paket sembako murah. Silakan siapa saja yang ingin membeli sembako murah datang ke Gudang Bulog. Petugas bakal melayani mulai pagi hari-sore hari,” kata dia.

 

 

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten