5 Cara Ajari Anak Berperilaku Baik di Tempat Umum

Hampir setiap orang tua pernah mengalami anaknya bertingkah di ruang publik. Stephanie Shott, pendiri milis Mom Initiative, membagikan jurus mengajarkan anak berperilaku baik di tempat umum, beberapa waktu lalu:

5 Cara Ajari Anak Berperilaku Baik di Tempat Umum

SOLOPOS.COM - Ilustrasi anak tantrum (todaysparent.com)

Solopos.com, SOLO — Hampir setiap orang tua pernah mengalami anaknya bertingkah di ruang publik. Entah tiba-tiba anak tantrum ketika meminta mainan di pusat perbelanjaan, rewel minta duduk di meja ketika makan bersama di restoran, hingga bikin kotor taman atau rumah orang lantaran menumpahkan bekal makanannya.

Kejadian yang bikin sebagian orang tua ingin menutup wajahnya untuk menghindari rasa malu itu memang tak terhindarkan. Namun para orang tua jangan menyerah. Stephanie Shott, pendiri milis Mom Initiative, membagikan jurus mengajarkan anak berperilaku baik di tempat umum, beberapa waktu lalu:

1. Mulai Sedini Mungkin
Orang tua jamak menyepelekan pemahaman anak-anak. Padahal, sejak usia dua tahun, si kecil mampu memahami pesan yang kita sampaikan. Bilang kepada anak-anak tentang kode perilaku yang kita pakai di rumah. Apa saja yang boleh dan tidak. Semakin dini mengenal, anak jadi lebih cepat menginternalisasikan harapan alias ekspektasi kita menjadi nilai-nilai yang bisa mereka gunakan acuan.

Perlu disampaikan, setiap ekspektasi kita memiliki konsekuensi. Bukan berarti dengan menyampaikan harapan ini anak otomatis jadi berperilaku baik. Namun setidaknya si kecil tahu kita punya ekspektasi dan konsekuensinya nyata.

Sebagai contoh ketika anak merengek meminta sesuatu ketika diajak belanja ke toko, sampaikan ekspektasi kita dengan jelas. “Kalau kamu bertingkah karena ingin sesuatu, jawabannya pasti tidak boleh. Jadi, ketika ingin sesuatu coba minta dengan baik. Mungkin nanti permintaan kamu bakal dipertimbangkan,” kata dia

2. Terapkan Aturan
Bikin aturan tegas sejak dari rumah. Perilaku merupakan cerminan dari karakter, dan karakter terkait erat dengan perasaan ketika bersikap. Kita acapkali bikin aturan. Tapi kerap lupa membangun sikap berintegritas sebagai bagian dari karakter. Pada akhirnya, anak pun cuma sambil lalu menjalankan aturan tanpa merasa terikat ketika kita lupa mengingatkan.

Contoh sederhananya ketika mengganggu orang lain atau menyela pembicaraan. Sampaikan ke anak hal itu enggak hanya kasar, tapi juga tidak sopan. Ketika anak melanggar aturan, penting bagi kita menerapkan konsekuensi tapi juga disiplin di hati.

Konsekuensi instan bisa saja berupa menyuruh anak duduk diam selama lima menit atau hukuman lain kondisional sesuai situasi dan lokasi dan usia si kecil. Tapi penting juga mengasah kepekaan hatinya. Caranya, ketika di rumah dan sedang duduk bersama kita bisa membincangkan soal menghormati orang lain.

3. Ajari Anak Jadi Pemecah Solusi
Kebanyakan anak frustrasi karena tidak bisa mengerjakan sesuatu sendiri. Orang tua akhirnya turun tangan jadi pihak pemecah solusi. Anak pun jadi terbiasa minta bantuan orang tua dan tidak pernah belajar mencari solusi permasalahannya. Alih-alih menjadi penyedia jawaban segala persoalan anak, tugas orang tua adalah mengajari anaknya mandiri.

Contohnya ketika anak meminta kita mengerjakan sesuatu, coba balik permintaannya dengan pertanyaan bagaimana jika dia mengerjakannya sendiri. Bantu mereka berproses mandiri.

4. Bangun Mental Anak
Anak-anak secara natural bisa berpikir, namun orang tua bisa mengarahkan si kecil untuk lebih peduli sekitarnya. Hal itu membantu anak-anak lebih pengertian untuk mempertimbangkan orang lain, tidak hanya berpikir soal dirinya sendiri.

Contohnya sampaikan ketika pecicilan, seseorang bisa terluka. Berikan contoh konkret. Saat anak berlarian tanpa kontrol di supermarket atau di mal, bisa saja ada nenek-nenek yang sulit berjalan atau bayi sedang belajar jalan lalu tertabrak anak kita yang berlarian. Ajari empati dengan mengajak anak sesekali berkunjung ke panti jompo atau kerabat yang sudah sepuh dan sulit mengerjakan segala sesuatu sendiri.

5. Tunjukkan Perilaku Baik dan Buruk
Sekilas arahan ini menimbulkan kekhawatiran, jangan-jangan nanti anak jadi tukang mengecap perilaku orang lain atau hobi membandingkan dirinya dengan orang lain. Tapi, demi memberikan pemahaman, diperlukan contoh nyata agar si kecil bisa membedakan mana perilaku baik dan buruk.

Contohnya ketika sedang belanja di minimarket, kita melihat ada anak kecil menangis sembari merengek tantrum meminta mainan. Seketika habis melihat kejadian tersebut setelah berlalu dari toko, saat di kendaraan, itulah momentum paling tepat mendiskusikan soal berperilaku baik di tempat umum.

Tanyakan kepada anak bagaimana perasaannyamelihat kejadian itu. Tanyakan juga apakah anak kita juga bakal berperilaku seperti itu? Diskusi kecil lewat contoh konkret semacam ini sangat membantu membentuk mental anak. Hasil diskusi juga bisa jadi bekal jika nanti suatu ketika anak berperilaku buruk di depan umum. 

Berita Terkait

Berita Terkini

Nusron Wahid Bela Eks Koruptor Jabat Komisaris BUMN

Nusron menilai tidak ada yang dilanggar Menteri BUMN dalam keputusannya mengangkat Emir Moeis.

Ekonomi RI Melesat, OJK Dorong Pemda Akselerasi Belanja Daerah

Belanja daerah memicu perluasan ruang pertumbuhan ekonomi baru, menyerap banyak tenaga kerja.

Kunjungi Sragen, Menko Marves dan Menkes Janji Suplai Vaksin 15.000 Dosis/Hari

Pemerintah menargetkan vaksinasi Covid-19 di Solo Raya mencapai 75% pada akhir Agustus 2021.

Salurkan Hobi Masak, Ibu Muda Asal Solo Ini Raih Jutaan Rupiah Lewat Bakpao Unik

Ide untuk membuat bakpao berkarakter unik itu berawal dari para buah hatinya yang menyukai bakpao pada umumnya.

Pantauan Kejari Karanganyar, Tak Temukan Penimbunan Obat

Kejaksaan Negeri (Kejari) Karanganyar terus melakukan pemantauan peredaran obat di Karanganyar sejak awal PPKM Darurat hingga PPKM Level 4.

PKL Solo Baru Sukoharjo Menjerit: Jalan Jangan Ditutup, Lampu Jangan Dimatikan!

Para PKL di kawasan Solo Baru Sukoharjo meminta pemerintah melonggarkan kebijakan penyekatan ruas jalan dan pemutusan aliran listrik lampu penerangan jalan.

Jokpro 2024 Terus Gerilya Jokowi Tiga Periode

Hasil survei SMRC pada Mei 2021 menyebut, 52,9 persen responden masih menginginkan Presiden Jokowi kembali menjabat.

Sosialisasi 4 Pilar, Aria Bima Upayakan Penyapu Jalan di Solo Divaksinasi

Aria Bima akan mengupayakan agar para penyapu jalan dan keluarganya di Solo segera mendapat vaksin Covid-19.

Alhamdulillaah, Indonesia Bakal Punya Hotel di Arab Saudi

Investasi berbentuk kepemilikan fasilitas akomodasi dan hotel di Arab Saudi untuk jemaah haji dan umrah Indonesia.

Solo PPKM Level 4, Bhayangkara FC Belum Putuskan Latihan

Para pemain belum akan dikumpulkan dalam waktu dekat menyusul aturan PPKM di Kota Solo.

Kisah Petani Cawas, Rela Tak Ke Sawah Demi Vaksinasi di Polres Klaten

Seorang petani asal Pakisan, Kecamatan Cawas, rela meninggalkan sawahnya demi mengikuti vaksinasi Covid-19 yang digelar di Mapolres Klaten.

FKSPN Karanganyar Kembali Mediasi Pekerja dengan Perusahaan

Dari dua permasalahan yang diadukan sejak 2020 tersebut, muncul kesepakatan bersama terkait nominal pesangon yang diterima pengadu.