Ilustrasi kecelakaan. (Solopos/Dok)

Solopos.com, MADIUN -- Sebanyak 249 kasus kecelakaan lalu lintas terjadi di wilayah hukum Kepolisian Resor (Polres) Madiun, Jawa Timur, selama bulan Januari hingga Mei tahun 2019.

Kepala Unit Kecelakaan Satuan Lalu Lintas Polres Madiun Iptu Nanang Cahyono mengatakan dari ratusan kejadian kecelakaan selama lima bulan terakhir tersebut terdapat 50 orang menjadi korban jiwa.

"Selain korban jiwa 50 orang, kerugian materiil yang tercatat mencapai hingga Rp437 juta," ujar Iptu Nanang Cahyono kepada wartawan di Madiun, Sabtu (29/6/2019).

Dia menambahkan terdapat sejumlah titik jalur yang rawan kecelakaan lalu lintas di wilayahnya. Di antaranya, Jalan Raya Surabaya-Madiun masuk Desa Garon, Kecamatan Balerejo, menjadi atensi jajarannya. Fatalitas tabrakan yang berujung korban meninggal dunia di ruas jalan nasional itu cukup tinggi.

Nanang Cahyono mengungkapkan berdasarkan hasil evaluasi, jalan yang menikung di ruas itu seringkali tidak diwaspadai pengguna jalan. Para pengguna jalan sering abai dengan marka lurus hingga nekat mendahului kendaraan di depannya.

"Biasanya, kecelakaan sering terjadi saat sedang mendahului kendaraan di depannya di tikungan tersebut, kemudian tiba-tiba muncul kendaraan dari arah berlawanan," kata dia.

Lebih lanjut, Nanang mengungkapkan dari sejumlah kasus kecelakaan yang terjadi, paling banyak melibatkan pengedara sepeda motor atau roda dua. Setelah itu, kendaraan pikap dan truk, bus, dan kemudian mobil.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten