Sejumlah masyarakat menghitung uang saat penukaran uang pecahan yang dilayani BI Solo dan empat bank lainnya di halaman Gedung Setda Sukoharjo, Rabu (30/5/2018). (Solopos-Bony Eko Wicaksono)

<p><strong>Solopos.com, SUKOHARJO &ndash;</strong> Bank Indonesia (BI) Solo dan empat bank lainnya melayani <a href="http://soloraya.solopos.com/read/20180523/489/917840/catat-ini-jadwal-dan-lokasi-penukaran-uang-baru-soloraya">penukaran uang </a>&nbsp;pecahan dengan mobil keliling di halaman Gedung Setda Sukoharjo, Rabu (30/5/2018). Pelayanan penukaran uang pecahan itu dibanjiri para pegawai negeri sipil (PNS) Pemkab Sukoharjo dan masyarakat.</p><p>Pantauan <em>Solopos.com</em>, Rabu, lima mobil keliling yang diparkir di halaman Gedung Setda Sukoharjo dikerumuni puluhan PNS dan warga. Kelima mobil keliling itu milik Bank Indonesia (BI) Solo, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia (BNI), dan Bank Jateng. Para PNS dan masyarakat berbondong-bondong mengelilingi kelima mobil itu. Mereka harus rela mengantre lebih dari 30 menit untuk menukarkan uang pecahan.</p><p>Seorang PNS di Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sukoharjo, Nardi, mengatakan mengantre selama puluhan menit untuk menukarkan uang pecahan nominal Rp50.000, Rp20.000, Rp10.000, dan Rp5.000. Penukaran uang pecahan dibatasi maksimal senilai Rp4,5 juta. &ldquo;Sudah jadi tradisi rutin setiap Lebaran, kan keponakan dan saudara pulang kampung. Biasanya, mereka meminta jatah fitrah saat Lebaran,&rdquo; kata dia, Rabu.</p><p>Selain itu, <a href="http://semarang.solopos.com/read/20180522/515/917602/ini-jadwal-penukaran-uang-di-jateng">uang pecahan</a> tersebut akan diberikan kepada fakir miskin saat perayaan Lebaran. Sebagai umat Islam, diwajibkan memberi zakat fitrah bagi fakir miskin berdasarkan jumlah penghasilan setiap bulan.</p><p>Layanan penukaran uang pecahan mobil keliling BI Solo dan bank lainnya dilakukan menjelang Lebaran. Hal ini sangat membantu para PNS yang membutuhkan uang pecahan saat perayaan Lebaran. &ldquo;Lebih aman dibanding memanfaatkan jasa <a href="http://soloraya.solopos.com/read/20180522/489/917772/hari-pertama-penukaran-uang-baru-solo-rp30-miliar-habis">penukaran uang pecahan </a>&nbsp;di pinggir-pinggir jalan. Namun, masyarakat harus tahu jadwal layanan penukaran uang pecahan karena hanya dilaksanakan sekali,&rdquo; tutur dia.</p><p>Hal senada diungkapkan seorang warga Kelurahan Jetis, Kecamatan Sukoharjo, Sujamto. Dia mengaku mengetahui informasi mengenai layanan penukaran uang dari kerabat keluarganya yang bekerja sebagai PNS di Setda Sukoharjo. Sujamto lantas bergegas mengendarai sepeda motor menuju lokasi layanan penukaran uang.</p><p>Pensiunan PNS ini mengungkapkan menukarkan uang Rp4,5 juta dengan pecahan nominal Rp50.000, Rp20.000 dan Rp10.000. Biasanya, Sujamto sering memanfaatkan jasa penukaran uang yang bermunculan di pinggir jalan. &ldquo;Apabila menukarkan uang di pinggir jalan [jasa penukaran uang] pasti ada potongan biaya. Kalau menukarkan uang di mobil keliling bank tidak ada pemotongan biaya apa pun,&rdquo; kata dia.</p>


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten