5 Abad Perjalanan Panjang Inggris Legalkan LGBT Melalui Reformasi Hukum

UU Buggery yang disahkan parlemen Inggris pada masa pemerintahan Henry III pada 1533 menyatakan homoseksual merupakan perbuatan ilegal. Lima abad kemudian, tepat pada 17 Juli 2013, Inggris melegalkan pernikahan sesama jenis melalui reformasi undang-undang.

 Ilustrasi pasangan LGBT (trethowans.com)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi pasangan LGBT (trethowans.com)

Solopos.com, JAKARTA — UU Buggery yang disahkan parlemen Inggris pada masa pemerintahan Henry III pada 1533 menyatakan homoseksual merupakan perbuatan ilegal. Pelaku sodomi diancam hukuman mati. Lima abad kemudian, tepat pada 17 Juli 2013, Inggris melegalkan pernikahan sesama jenis melalui reformasi undang-undang.

Akun Instagram resmi Kedutaan Besar (Kedubes) Inggris @ukinindonesia membuat heboh setelah memosting foto pengibaran bendera pelangi yang diidentikkan sebagai bendera dukungan terhadap LGBT+. Bendera LGBT yang berdampingan dengan bendera Inggris itu dikibarkan di halaman Kantor Kedubes Inggris di Jakarta.

Espos Plus Lainnya

+ PLUS Fenomena Langka Lima Planet Sejajar 24 Juni, Muncul Lagi 2041

Pada 3 hingga 24 Juni 2022, para pencinta astronomi disuguhi fenomena langka lima planet sejajar yang kemungkinan baru muncul lagi pada 2041.

+ PLUS Problem Serius Partai Politik di Indonesia

Secara umum partai politik di Indonesia belum dikelola secara modern. Ini problem mendasar yang serius di kalangan partai politik di Indonesia.

+ PLUS Dari Hajatan ke Pentas Dunia, Nasida Ria adalah Fenomena yang Melegenda

Nasida Ria adalah fenomena sekaligus legenda. Grup musik ini mampu membawa musik kasidah yang terkesan "terbelakang" bisa berprestasi di level internasional.

+ PLUS Eksplorasi Inovasi Energi 2022

Seiring dengan Pemberangkatan Tim Ekspedisi Energi 2022, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyajikan artikel opini bertajuk Eksplorasi Inovasi Energi 2022 di Rubrik Gagasan Solopos, Kamis 23 Juni 2022.

+ PLUS Pasang Surut karena Etika, Relasi Indonesia-Australia Tetap Strategis

Relasi bilateral Indonesia dan Australia selalu mengalami pasang surut, bahkan panas dingin, karena urusan etika, urusan gaya komunikasi.

+ PLUS Mengenal Cokekan Sragen, Klangenan Mbok dan Pak Tani

Cokekan adalah pentas seni vokal dengan iringan sejumlah instrumen gamelan Jawa, di antaranya kendang, gender, kendang dan siter yang menjadi klangenan mbok dan pak tani di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

+ PLUS Konvensi Langkah Ideal Setelah Partai Politik Berkoalisi Lebih Awal

Konvensi untuk memilih calon presiden dan calon wakil presiden menjadi pilihan bagus, bahkan ideal, bagi partai-partai politik yang telah membangun koalisi lebih awal untuk menuju Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

+ PLUS Bikini Atoll, Lokasi Uji Coba Bom Atom Inspirasi Bikini Bottom

Pada 1 Maret 1954, Amerika Serikat menguji coba hulu ledak nuklri, Castle Bravo di Bikini Atoll, Kepulauan Marshall, yang dikatakan lebih dari 1.000 kali lipat bom Hiroshima, Jepang pada 1945, yang konon menginspirasi keberadaan Bikini Bottom, kota fiktif tempat tinggal tokoh kartun SpongeBob.

+ PLUS Rumah Wakaf dan Biaya Ibadah Haji Tempo Dulu

Raja-raja di Nusantara, termasuk di Jawa, pada tempo dulu menyediakan rumah wakaf di Arab Saudi untuk kepentingan warga dan keluarga kerajaan yang menjalankan ibadah haji.

+ PLUS Warga Soloraya, Emigran Pertama di Suriname yang Mulih nJawa

Puluhan warga Soloraya, yakni Klaten, Sukoharjo, dan Karanganyar menjadi beberapa di antara puluhan tenaga kerja asal Indonesia yang dikirim ke Suriname oleh Pemerintah Hindia Belanda pada gelombang pertama pemberangkatan, 21 Mei 1890.

+ PLUS Partisipasi Publik Syarat Utama Mewujudkan Kota Hak Asasi Manusia

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mendukung komitmen Wali Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah, Hendrar Prihadi, mewujudkan Kota Semarang sebagai kota hak asasi manusia.

+ PLUS Pada 1887, Sapi Impor Belanda Bawa Wabah PMK ke Indonesia 

Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) kembali melanda Indonesia, setelah dinyatakan bebas sejak 1990, dimana kali pertama wabah itu masuk pada 1887, saat Hindia Belanda kedatangan sapi impor dari Belanda.

+ PLUS Megawati: 23 Kali Bung Karno Jadi Incaran Pembunuh

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menyebut upaya perencanaan dan pelaksanaan pembunuhan kepada Bung Karno terjadi 23 kali.

+ PLUS Candi-Candi Bata di Sekitar Candi Borobudur

Pernah mengemuka anggapan candi-candi yang dibuat dari batu andesit adalah candi-candi khas Jawa Tengah. Sedangkan candi-candi yang dibuat dari bata atau batu bata adalah candi-candi khas Jawa Timur.

+ PLUS Wulayu atau Semanggi Konon Dermaga Besar di Sungai Bengawan Solo

Kawasan Semanggi di tepi Sungai Bengawan Solo konon memiliki dermaga besar yang menjadi jalur transportasi masa klasik dari Jawa Tengah menuju Jawa Timur, dimana salah satu sungai terpanjang di Indonesia itu pada era lampau lebih dikenal dengan nama Ci Wulayu atau Bengawan Semanggi. 

+ PLUS Mengatasi Kemiskinan Ekstrem Ibarat Mengambil Kerak Nasi

Penghapusan kemiskinan ekstrem merupakan tantangan sangat berat. Kemiskinan ekstrem ibarat kerak nasi. Jumlahnya relatif kecil, tapi butuh upaya ekstra keras untuk mengatasi.

+ PLUS Panther dan Elang Jawa di Merapi Merbabu Menoreh, Cagar Biosfer Dunia

UNESCO telah menetapkan Kawasan Merapi Merbabu Menoreh sebagai cagar biosfer dunia, ekosistem hutan pegunungan yang menjadi rumah bagi flora dan fauna khas Jawa, di antaranya macan tutul Jawa atau Panthera pardus dan elang Jawa

+ PLUS Indonesia Tempat Peleburan DNA 16 Manusia Purba

Satu tim ahli internasional telah mengurutkan deoxyribonucleic acid (DNA) atau asam deoksiribonukleat dari 16 orang purba dan menemukan bahwa sekelompok pulau di Indonesia adalah tempat peleburan gen manusia pada ribuan tahun yang lalu.

+ PLUS Investasi di Sektor Kuliner Prospektif

Pemerintah mendorong perusahaan venture capital dan financial technology berinvestai di start-up kuliner. Investasi di sektor ini prospektif.

+ PLUS Situs Planggatan dekat Candi Sukuh, Tempat Tinggal Orang Suci

Berjarak 3 kilometer dari Candi Sukuh, terdapat situs klasik lain bernama Candi Planggatan berupa reruntuhan yang diprediksi berusia lebih tua dari Candi Cetho, namun lebih muda dari Candi Sukuh, yang diduga merupakan tempat tinggal kaum rsi atau pendeta atau orang suci agama Hindu.