Tutup Iklan
Ilustrasi razia kendaraan (Solopos-Dok.)

Solopos.com, SOLO — Sebanyak 5.520 pengendara kena tilang selama Operasi Zebra Candi digelar sejak Rabu (23/10/2019) hingga Selasa (5/11/2019) di Kota Solo.

Dari jumlah pengendara kena tilang tersebut, sebanyak 1.506 orang di antaranya adalah pelajar sedangkan yang terbanyak karyawan swasta yakni 3.170 orang.

Satlantas Polresta Solo mencatat pelanggaran didominasi pengendara yang melawan arus lalu lintas di sekitar kawasan Pedaringan, Jebres, Kota Solo.

Kasatlantas Polresta Solo, Kompol Busroni, saat dijumpai wartawan, Rabu (6/11/2019), mengatakan jenis kendaraan yang ditilang sebanyak 5.304 sepeda motor, 111 mobil, 22 bus, dan 23 angkutan barang.

Busroni menilai jumlah pelanggaran lalu lintas oleh pelajar tergolong tinggi. Pelajar mayoritas belum mempunyai Surat Izin Mengemudi (SIM) dikarenakan usianya masih di bawah 17 tahun.

Menurutnya, pelajar yang belum berusia 17 tahun kondisi psikologisnya belum siap untuk mengendarai kendaraan bermotor.

Ia mempersilakan pelajar di bawah 17 tahun untuk berlatih praktik kendaraan dahulu di Mako Satlantas agar saat memohon SIM sudah terlatih.

“Pelanggaran melawan arus lalu lintas tercatat 2.424 atau hampir dari separuh jumlah pelanggaran. Memang Pedaringan itu jadi lokasi favorit pelanggar karena pengguna jalan dapat memotong tidak berputar, padahal sangat berbahaya. Semoga setelah operasi ini masyarakat jadi semakin tertib tanpa harus ditilang atau tertib ketika ada petugas saja,” ujarnya.

Sementara itu, Busroni menjelaskan seringkali menerima aduan dari masyarakat mengenai kendaraan yang menggunakan knalpot brong. Dalam sehari Satlantas menilang 11 kendaraan berknalpot brong dengan total keseluruhan sebanyak 145 kendaraan.

Apabila pengendara berknalpot brong dapat menunjukan kelengkapan surat-suratnya, kepolisian akan menoleransi dengan meminta pengendara mengganti knalpot brong menjadi knalpot standar di Mako Satlantas.

Ia menambahkan selama Operasi Zebra Candi tercatat sebanyak 15 kecelakaan, di mana seluruh korban mengalami luka ringan.

Kapolresta Solo, AKBP Andy Rifai, mengatakan pihaknya mengevaluasi hasil Operasi Zebra Candi untuk mengetahui tingkat efektivitasnya seperti menurunnya jumlah pelanggaran dan menurunnya angka kecelakaan.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten