Tutup Iklan
5.505 Keluarga Wonogiri Dicoret Dari Daftar Penerima BST Kemensos dan BLT Dana Desa, Kenapa?
Warga menerima bansos BST di Pendapa Rumah Dinas Bupati Wonogiri, sebelum Lebaran lalu. (Solopos/M. Aris Munandar)

Solopos.com, WONOGIRI -- Sebanyak 5.505 keluarga di Wonogiri dicoret dari daftar keluarga penerima manfaat atau KPM Program Bantuan Sosial Tunai atau BST Kemensos dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dana desa.

Hal itu karena data mereka tercatat ganda, penerima meninggal dunia, tidak ditemukan, sudah pindah, atau faktor lainnya. Posisi KPM yang dicoret akan diisi KPM baru yang sudah diusulkan.

Data yang diperoleh Solopos.com dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri, Rabu (27/5/2020), data KPM yang akan dicoret terdiri atas 3.711 KPM BST Kemensos dan 1.794 KPM BLT dana desa.

Sempat Turun Ke Angka Rp20.000/Kg, Harga Daging Ayam Ras di Solo Kini Tembus Rp40.000/Kg

Data error penerima BST Kemensos tersebut 7,1 persen dari total KPM BST di Wonogiri sebanyak 52.047 keluarga. Sementara data eror BLT dana desa jumlahnya 6 persen dari total KPM BLT di 251 desa dengan jumlah total 29.962 keluarga.

Data error tersebut mayoritas akibat data ganda. Data ganda penerima BST tercatat 2.883 KPM. Selebihnya penerima meninggal dunia, tak ditemukan, pindah, dan lainnya. Data ganda penerima BLT dana  desa tercatat 1.443 KPM.

Kesalahan Pendataan

Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, saat ditemui wartawan di rumah dinasnya kompleks Sekretariat Daerah (Setda), Rabu, memastikan data KPM ganda, meninggal dunia, sudah pindah, atau faktor lainnya akan dicoret.

Sudah Ada 4 Kasus Positif di Solo, Anak-Anak Tidak Kebal Virus Corona!

Posisi mereka akan digantikan data KPM baru yang sudah diusulkan baik untuk BST Kemensos maupun BLT dana desa di Wonogiri. KPM yang diusulkan tersebut belum masuk daftar penerima bantuan sosial (bansos) apa pun dari pemerintah pusat hingga pemerintah daerah.

Menurut lelaki yang akrab disapa Jekek itu, banyak data ganda karena kesalahan saat pendataan. Salah satu kasus data ganda itu yakni dalam satu keluarga terdapat lebih dari satu nama yang tercatat sebagai penerima.

Padahal, harusnya penerima hanya tercatat satu nama karena penerima berdasar keluarga bukan individu. “Bansos kepada KPM yang diketahui ganda dan faktor lainnya tidak disalurkan. Dana akan dicatat sebagai bansos yang tak terserap. Semua akan dipertanggungjawabkan,” kata Bupati.

Siapkan Penerapan New Normal, Polresta Solo Terjunkan Personel Awasi Mal dan Pasar

Seperti diketahui, BST Kemensos  dan BLT dana desa di Wonogiri diberikan kepada penerima dalam bentuk uang tunai senilai Rp600.000/KPM. Kedua program ini berlangsung tiga bulan.

Bupati menginformasikan masa pemberlakuan BLT dana desa diperpanjang tiga bulan sehingga total enam bulan. Dana yang disalurkan pada tiga bulan pertama Rp600.000/KPM/bulan, sedangkan tiga bulan kedua Rp300.000/KPM/bulan.

Penerima Mengembalikan Bansos

Oleh karena itu setiap pemerintah desa harus mengalokasikan anggaran lagi untuk kebutuhan BLT dana desa tiga bulan kedua. “Penyaluran tahap I BST dan BLT dana desa sudah kami laksanakan secara serentak. Saya akan mengevaluasi bagaimana penyalurannya dan ketepatan sasarannya,” imbuh Bupati.

Mobil Hantam Rumah dan Renggut 2 Nyawa, Kapolsek di Rembang Resmi Ditahan

Jekek mengatakan berdasar data yang dia terima, ada sembilan KPM dari Wuryantoro dan Eromoko yang mengembalikan bansos tersebut. Menurut Jekek, itu adalah contoh yang baik. "Jika merasa mampu sebaiknya mengundurkan diri sebagai KPM. Masih ada warga lain lebih membutuhkan yang belum menjadi KPM," kata dia.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Wonogiri, Kurnia Listyarini, menambahkan bansos BST dan BLT DD tahap I disalurkan kepada KPM di 140 desa pada 20-23 Mei lalu.

Sisanya akan disalurkan setelah Lebaran. Penyaluran dilaksanakan dengan menerapkan protokol pencegahan penularan virus corona (Covid-19). Lokasinya disesuaikan kondisi. Jika memungkinkan dapat digelar di pendapa kantor kecamatan atau gelanggang olahraga di lingkup kecamatan.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho