49 Kasus Kekerasan terhadap Anak Terjadi di Sukoharjo Sepanjang 2017

 Ilustrasi kekerasan terhadap anak (JIBI/Solopos/Dok)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi kekerasan terhadap anak (JIBI/Solopos/Dok)

Pemkab Sukoharjo mencatat ada 49 kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi sepanjang 2017.

Solopos.com, SUKOHARJO — Pemkab Sukoharjo mencatat ada 49 kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi di wilayah tersebut sepanjang 2017. Terkait itu, orang tua yang berbagai pihak lain diharapkan berperan aktif menekan angka kekerasan kepada anak.

PromosiAksi Gladiator Rampokan Macan, Satu Penyebab Punahnya Harimau Jawa

Kasus kekerasan terhadap anak sepanjang 2017 mayoritas dengan korban anak usia Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP). Kasus terbanyak adalah kekerasan seksual. Pada awal tahun ini sudah ada empat laporan tetapi tiga di antaranya sudah bisa diselesaikan.

“Tahun 2017 ada 49 kasus kekerasan kepada anak dengan mayoritas kasus pelecehan seksual,” jelas Kepala Bidang Perlindungan Anak Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Sukoharjo, Sunarto, di sela-sela peresmian Taman Ceria dan Taman Lalu Lintas Pakujoyo, Sukoharjo, Kamis (25/1/2018).

Menurutnya, anak yang menjadi korban kekerasan merupakan anak yang ditinggal orang tua merantau. Anak tersebut juga kerap berinteraksi di media sosial.

“Lewat HP anak bisa melihat gambar-gambar berbau pornografi sehingga dibutuhkan peran orang tua untuk mendampingi anak. Orang tua harus mendampingi anak saat bermedsos atau mengecek handphone anak untuk mengetahui rekam jejak penggunaan medsos.”

Sunarto mengaku jumlah yang terdata bisa saja lebih sedikit apabila dibandingkan dengan jumlah peristiwanya. Dia meminta masyarakat berani melaporkan tindak kekerasan kepada anak karena tercantum dalam UU Nomor 35/2014 Tentang Perlindungan Anak.

“Tindak kekerasan seksual kepada anak biasanya berawal dari medsos yang kemudian dilanjutkan dengan pertemuan. Setelah terjadi peristiwa seksual korban ditinggal sedangkan pelaku tidak jelas domisilinya. Beban psikologis anak jadi berat. Peran Fonasko diperlukan untuk mendorong anak-anak bermedsos yang cerdas,” katanya.

Mantan Kabid Penegakan Perda Satpol PP Sukoharjo ini menjelaskan kenakalan anak juga bisa masuk ranah hukum. Dia bercerita seorang anak harus menjalani diversi setelah melempar paving ke pensiunan polisi.

“Kejadiannya, anak tersebut diingatkan tetapi justru melempar paving block dan mengenai bagian mata pensiunan polisi itu. Musyawarah sudah dilakukan tetapi tidak mencapai titik temu sehingga masuk ke ranah hukum.”

Dia berharap peristiwa itu tidak terulang. “Empat laporan di awal tahun ini, tiga kasus bisa diselesaikan atas bantuan Kapolres Sukoharjo, AKBP Iwan Saktiadi. Di antaranya ada kasus anak anak pungut sehingga tidak memiliki akta kelahiran,” jelasnya.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

10 Prajurit TNI Membantu Local Strongman Mengelola Kerangkeng Manusia

+ PLUS 10 Prajurit TNI Membantu Local Strongman Mengelola Kerangkeng Manusia

Sepuluh orang prajurit TNI ditetapkan menjadi tersangka kasus penganiayaan dan penyiksaan penghuni kerangkeng manusia di rumah Bupai Langkat nonaktif, Provinsi Sumatra Utara, Terbit Rencana Peranginangin.

Berita Terkini

Waduh! Perlintasan Sebidang KA di Ambarawa Ditutup, Warga Bongkar Paksa

Warga Desa Losari Ambarawa melakukan pembongkaran portal penutup perlintasan sebidang kereta api atau KA yang ada di desanya, padahal rawan kecelakaan.

Tiba-Tiba Muncul dan Menyebut Yusuf Mansur Pengecut, Siapa Fredi?

Seseorang bernama Fredi tiba-tiba muncul di publik dan menyebut Ustaz Yusuf Mansur sebagai pengecut.

Ganjar Pranowo Blusukan ke Girpasang Klaten, Warga: Terima Kasih

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mendadak blusukan ke Dukuh Girpasang, Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Senin (23/5/2022) sore.

Klok Akui Seharusnya Tak Ambil Penalti Terakhir Kontra Malaysia

Timnas U-23 Indonesia berhasil meraih medali perunggu sepak bola putra SEA Games 2021 setelah menundukkan Malaysia melalui adu penalti dengan skor 4-3.

Pameran Jamu Di Monumen Pers Solo, Pengunjung Bebas Mencoba Loh

Monumen Pers Nasional Solo menggelar pameran yang menampilkan berbagai hal tentang jamu dan pengetahuan tentang penyembuhan tradisional.

Banjir Rob Pelabuhan Semarang, Ribuan Buruh Pabrik Selamatkan Diri

Tanggul penahan air laut jebol diakibatkan rob yang besar di kawasan Pelabuhan Semarang dan tidak mampu menahan air laut

iPhone 14, Bocoran Spesifikasinya Yang Beredar di Media Sosial

Spesifikasi iPhone 14 beredar di media sosial, namun belum ada informasi kapan Apple akan meluncurkan smartphone barunya ini.

Penasaran Berapa Ukuran Miss V yang Normal? Ini Penjelasannya

Jika selama ini Mr P bisa memiliki ukuran berbeda-beda, maka kira-kira berapa sih ukuran Miss V perempuan yang normal?

Hans-Kristian Solberg Vittinghus: Saya Pensiun!

Vittinghus pernah meraih medali emas Piala Thomas bersama tim Denmark pada 2016 di Kunshan, China, dengan mengalahkan Indonesia, 3-2 di final.

Tegas Lur! Ketahuan Merokok, Izin Pedagang & Komunitas CFD Solo Dicabut

Pemkot Solo bakal mencabut izin pedagang dan komunitas untuk beraktivitas di car free day atau CFD Jl Slamet Riyadi jika ketahuan merokok.

Panglima TNI Datangi PBNU, Gus Yahya: Jangan-Jangan Pak Andika NU Juga

Dalam pertemuan itu, Panglima TNI Andika Perkasa dan Gus Yahya membicarakan soal Program Bela Negara yang diluncurkan Kementerian Pertahanan (Kemhan).

Job Fair Disnaker Wonogiri Diperpanjang, Sampai Kapan?

Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Wonogiri memperpanjang job fair hingga, Rabu (25/5/2022).

Diikuti 46.676 WP, Pajak dari Pengungkapan Sukarela Capai Rp9,25 T

Menkeu Sri Mulyani mengungkapkan pajak penghasilan (PPh) yang terkumpul dari program pengungkapan sukarela (PPS) sejak Januari hingga Jumat (20/5/2022) telah mencapai Rp9,25 triliun.

14 Anggota Perguruan Bela Diri Solo Pukuli Korban Gegara Konten Medsos

Aksi penganiayaan oleh 14 orang anggota perguruan bela diri di Solo ternyata dipicu unggahan konten gambar korban di media sosial.

Begini Kesaksian Pekerja Pabrik di Semarang saat Tanggul Laut Jebol

Pekerja pabrik di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas, Kota Semarang, harus dievakuasi menyusul banjir rob yang diakibatkan tanggul laut jebol.