Peserta audisi umum Djarum bulutangkis mengikuti seleksi di GOR Bulutangkis Jati, Kudus, Jawa Tengah, Senin (18/11/2019). (Antara)

Solopos.com, KUDUS — Sebanyak 48 dari 831 peserta yang mengikuti Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2019 berhasil lolos tahap turnamen. Penentuan lolos babak final ditentukan Selasa (19/11/2019) ini.

Ketua Tim Pencari Bakat Christian Hadinata di Kudus, Jawa Tengah, Senin (18/11/2019), mengungkapkan sebanyak 48 peserta yang lolos tahap turnamen, meliputi 16 peserta dari kelompok U-11 putra, delapan peserta U-11 putri, 16 peserta U-13 putra, dan delapan peserta U-13 putri.

"Mereka akan kembali bertanding dua kali di hari ketiga, Selasa, guna meraih Super Tiket menuju tahap final audisi di Kudus pada tanggal 20-22 November 2019," paparnya.

Atlet muda bulu tangkis yang berjuang memperebutkan Super Tiket bukan hanya dari lokal Jateng, melainkan ada empat bibit muda bulu tangkis yuang datang dari Kuala Lumpur, Malaysia. Duo kakak-adik Bryan Utama Rasyad dan Aryan Utama Rasyad serta Octavandiaz Windhito Purnomo berada di kategori U-11 putra, sementara Mohammad Rinaldi di kategori U-13 putra.

Empat warga negara Indonesia yang tengah menempuh pendidikan di Negeri Jiran. Keempatnya berjuang meraih beasiswa bulutangkis di kota terakhir pergelaran Audisi Umum 2019, Kudus, Jawa Tengah.

Pada hari pertama, audisi digelar dengan diawali tahap screening terhadap ratusan peserta. Mereka harus bertanding berdasarkan kategori usia masing-masing dalam durasi sekitar 10 menit. Selama waktu pertandingan yang digelar di 12 lapangan tersebut, tim pencari bakat melakukan seleksi peserta yang berhak melaju ke tahap turnamen. Pada tahap turnamen, para peserta bertanding dua kali sesuai kategori umur dengan sistem full games dengan poin 21 atau sampai dengan selesai.

Seusai pertandingan di masing-masing hari tersebut, diumumkan para peserta yang lolos ke babak berikutnya. "Setelah tahap screening semakin terlihat pemain-pemain bagus dan berbakat. Di setiap kota-kota audisi umum pun sama, terlebih di Kudus ini, bahwa di setiap tahap turnamen mereka saling berlomba dan bersaing untuk meraih beasiswa bulutangkis," jelas Liem Swie King yang tergabung pula dalam tim pencari bakat.

Untuk anak usia di bawah 11 tahun, kata dia, berani tampil di lapangan dengan semangat juang yang tinggi tentunya sangat luas biasa. Menurut dia, hal terpenting bagi anak-anak tersebut adalah soal pembinaannya.

King optimistis pada tahap turnamen pamungkas audisi umum di Kudus, Selasa ini, persaingan antarpeserta akan semakin ketat untuk bisa mendapatkan Super Tiket. "Kami berharap, mata rantai pembibitan atlet-atlet bulutangkis tidak putus di tengah jalan. Kami tetap menaruh keyakinan bahwa audisi umum ini akan terus berlanjut, karena manfaatnya banyak sekali bagi masyarakat Indonesia," tandasnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber: Antara


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten