48 Kontak Erat Bakul Tahu Kupat di Solo Positif Covid-19 Dites Swab
Ilustrasi superspreader virus corona.

Solopos.com, SOLO – Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo mengambil spesimen 48 kontak erat dan dekat bakul tahu kupat di timur Rumah Sakit Kasih Ibu yang positif Covid-19, Sabtu dan Minggu (11-12/7/2020).

Pedagang berjenis kelamin pria yang berdomisili di Cemani, Grogol, Sukoharjo, itu terkonfirmasi positif Covid-19 pada Sabtu (11/7/2020). Dia sudah menjalani rawat inap di RS Kasih Ibu sejak beberapa hari sebelumnya. Informasi yang dihimpun Solopos.com, lokasi berjualan sudah disemprot disinfektan pada Sabtu.

Kepala DKK Solo, Siti Wahyuningsih, mengatakan bakul tahu kupat positif Covid-19 tersebut memiliki warung berimpitan dengan pagar sebelah Timur RSKAI Solo. Ia memang ber-KTP Purwosari. Namun sejak empat tahun terakhir sudah berpindah domisili ke Desa Cemani, Sukoharjo.

Kenalkan, Ini Daniella Si Bakul Hik Cantik di Klaten, Pelanggan Dijamin Auto-Modus 

“Komunikasi dengan Pemkab Sukoharjo, kasus ini masuk data sana karena berdasarkan perhitungan epidemiologis dan keluarga. Tapi, lingkungan sekitar lokasi berjualan sehari-hari juga kami tracing,” ucap Ning, sapaan akrabnya, dihubungi Solopos.com, Minggu.

Lurah Purwosari, Suharti, mengatakan pengambilan spesimen 48 kontak erat dan dekat itu berasal dari berbagai kalangan. Mulai dari keluarga, juru parkir, pedagang lain di sekitar lapak tahu kupat, hingga pegawai RSKAI yang menjadi pelanggan.

Karantina

Spesimen bakal diuji secara polymerase chain reaction (PCR) untuk mengetahui paparan virus SARS CoV-2. Kontak erat dan dekat sudah diminta menjalani karantina mandiri selagi menunggu hasil uji swab.

Asli Sragen dan Berdarah Seniman, Ini Sosok Thathit Paksi Penabuh Gendangnya Dory Harsa

“Saya langsung sidak memberi edukasi ke pedagang sekelilingnya untuk sementara tutup dulu. Tapi karena sudah terlanjur menyiapkan banyak makanan maka Sabtu kemarin boleh jalan dulu. Minggu ini saya pantau kelihatannya sudah banyak yang tutup. Senin akan kami sisir lagi agar mereka tutup dulu sementara seperti imbauan dari Kepala DKK,” kata dia, dihubungi terpisah.

Juosss... Sragen Sempat Jadi Surga Serat Nanas, Begini Kisahnya

Diberitakan sebelumnya, istri bakul tahu kupat yang juga tinggal di Cemani telah menjalani karantina mandiri dan mengikuti tes swab.

Mertua bakul yang tinggal tak jauh dari warung tahu kupat juga melakukan karantina mandiri. Sebab, pedagang tahu kupat tersebut terkadang mampir ke rumah mertua ketika berjualan.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom