45 Calon TKI Asal Karanganyar Dapat Rekomendasi dari Disdagnakerkop, Langsung Berangkat?

Rekomendasi tersebut digunakan para calon TKI asal Karanganyar untuk mengurus birokrasi visa dan paspor sebelum berangkat ke luar negeri.

 Ilustrasi tenaga kerja Indonesia atau TKI. (Solopos-dok.)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi tenaga kerja Indonesia atau TKI. (Solopos-dok.)

Solopos.com, KARANGANYAR -- Sejak awal tahun 2021 hingga Juni ini, Dinas Perdagangan, Tenaga Kerja, Koperasi (Disdagnakerkop) dan UKM Karanganyar sudah memberikan sebanyak 45 rekomendasi kepada calon tenaga kerja Indonesia (TKI) dari Bumi Intanpari.

Rekomendasi tersebut digunakan para calon TKI asal Karanganyar untuk mengurus birokrasi visa dan paspor.

Kabid Penempatan dan Pelatihan Tenaga Kerja Disdagnakerkop dan UKM Karanganyar, Herawati, mengatakan berdasarkan surat dari Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) sejumlah negara sudah membuka pintu untuk menerima pekerja dari Indonesia sejak Oktober 2020.

Baca juga: Belasan Warga Ngringo Karanganyar Positif Covid-19, Camat: Bukan Transmisi Lokal!

Namun demikian, Disdagnakerkop dan UKM Karanganyar menurutnya hanya memberikan rekomendasi calon TKI mendapatkan pelatihan BP2MI.

“Sejak Oktober itu kami memang sudah memberikan rekomendasi. Tapi kapasitas kami bukan memberangkatkan, nanti yang menentukan apakah bisa berangkat atau tidaknya itu dari BP2MI. Kalau di rata-rata sejak Oktober 2020 itu ada sekitar 20 orang yang diberikan rekomendasi hingga saat ini,” ujar kepada Solopos.com, Senin (14/6/2021).

Persyaratan yang Harus Dipenuhi

Hera mengatakan pemberian rekomendasi kepada calon TKI dari Karanganyar sejak Januari 2021 hingga Juni 2021 sebanyak 45 orang. Puluhan rekomendasi tersebut untuk calon TKI yang ingin bekerja dengan tujuan negara Hong Kong dan Singapura.

Sementara itu, untuk pengajuan mandiri dari pelayaran, Pemkab Karanganyar total selama 2021 memberikan rekomendasi kepada tiga orang.

“Tapi mereka semua belum berangkat. Rekomendasi itu bukan memberangkatkan tapi pengantar ke BP2MI. Kalau nanti BP2MI menyetujui, baru mereka bisa berangkat,” imbuh dia.

Baca juga: 18 Warga Desa Ngringo Karanganyar Positif Covid-19, Suami Istri Meninggal

Terkait syarat selama pandemi, menurut Hera, persyaratan yang harus dipenuhi oleh calon TKI tidak berbeda jauh dari sebelum pandemi. Namun, perbedaan ada pada aturan yang ditetapkan dari masing-masing negara tempat tujuan bekerja.

“Untuk aturan selama sudah terdaftar identitasnya di database ya akan kami berikan rekomendasi. Kalau terkait harus vaksin atau tidak, dan lainnya, itu tergantung negara tujuan bekerja. Setiap negara tujuan punya aturan berbeda-beda untuk menerima kedatangan pekerja dari luar negeri,” papar dia.

Baca juga: Mulai 1 Juli, Karanganyar Kembali Terapkan Hajatan Banyumili

Berita Terkait

Berita Terkini

Operasi Knalpot Brong Karanganyar Jaring 1 Pelanggar

Polisi sudah memetakan sejumlah lokasi untuk penertiban knalpot brong maupun balap liar.

Mahasiswa UIN RM Said Surakarta Tuntut PTM Segera Digelar

Bagi mahasiswa yang berasal dari tempat yang jauh kuliah online dari indekos terasa kurang nyaman dan kurang maksimal.

Mabes Polri: Jangan Lengah, Corona Belum Musnah!

Indonesia kembali menerima 684.900 dosis vaksin AstraZeneca yang mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Rabu.

Walah, Petugas Pelayanan E-KTP Door to Door Klaten sampai Naik Atap demi Sinyal Internet

Petugas pelayanan e-KTP secara door to door di Klaten kerap mendapat pengalaman unik, salah satunya harus naik atap demi dapat sinyal Internet.

Setelah Semanggi, Giliran Rumah Warga Eks HP 10 Tipes Solo Siap-Siap Dibongkar

Rumah warga di lahan eks HP 10 di Kelurahan Tipes, Kecamatan Serengan, Solo, bakal dibongkar untuk program Kotaku.

Gibran soal Gaji Wali Kota Solo: Bukannya Tidak Diambil, Tapi...

Gibran Rakabuming Raka mengakui gaji sebagai Wali Kota Solo memang tidak besar dan ia tetap mengambilnya untuk sejumlah keperluan.

Digitalisasi dan Inovasi Jadikan Bisnis Makin Sehat, Makin Cepat, Makin Dekat

Berkat digitalisasi di masa pandemi sejumlah pelaku usaha mengaku bisnis mereka makin sehat, makin cepat, makin dekat.

Tertabrak Truk di Jalan Solo-Sragen, Pasutri Meninggal, Anak Patah Tulang

Pasutri yang memboncengkan seorang anak laki-laki meninggal dunia akibat tertabrak truk di jalan Solo-Sragen wilayah Masaran, Sragen.

Jemput Rezeki, 6 Dalang Boyolali Ngamen Bareng dari Rumah ke Rumah Warga

Sejumlah dalang dari Boyolali ngamen dari rumah ke rumah warga yang mau nanggap demi menjemput rezeki dan mengobati kerinduan penggemar.

Pemkot Solo Fasilitasi Pengajuan QR Code PeduliLindungi, Begini Prosedurnya

Pemkot Solo membantu memfasilitasi kalangan pelaku usaha dan kantor instansi yang ingin mendapatkan QR Code PeduliLindungi.

Berbulan-Bulan Tutup, Pengelola Objek Wisata Air Klaten Kewalahan Biayai Perawatan

Pengelola objek wisata air di Kabupaten Klaten khawatir tak lagi bisa menanggung biaya perawatan jika tak segera menerima pengunjung.

Pemkab Sragen Beli Lahan Rp9 Miliar untuk Bangun Kantor, Legislator Soroti Urgensinya

Pemkab Sragen membeli lahan seharga Rp9 miliar untuk membangun gedung perkantoran baru pada 2022 mendatang.

Banyak Pemohon BPUM di Wonogiri yang Tak Lolos, Ternyata Ini Penyebabnya

Banyak pemohon BPUM di Kabupaten Wonogiri yang tak lolos karena adminitrasi yang disetorkan tidak sesuai dengan ketentuan.

RSUD Ngipang Solo Bakal Dibangun 6 Lantai, Apa Saja Fasilitasnya?

Pemkot Solo berencana mengembangkan RSUD Ngipang dengan membangun gedung setinggi enam lantai di lahan belakang rumah sakit.

Pelaku Perusakan SDN di Wonosamodro Boyolali Belum Terungkap, Ini Penjelasan Polisi

Pelaku kasus perusakan bangunan SDN 2 Gunungsari, Wonosamodro, Boyolali, belum terungkap setelah penyelidikan sekitar tiga pekan.

Ngeri! Penambang Pasir Sragen Kerap Temukan Tengkorak Manusia di Bengawan Solo

Sejumlah penambang pasir di Kedungupit, Sragen, kerap menemukan tengkorak manusia saat melakukan aktivitas penambangan.