45 Anggota Tim Harimau Polres Wonogiri Tes Usap, Ini Hasilnya
Kapolres Wonogiri, AKBP Christian Tobing, menjalani tes swab di Wonogiri, belum lama ini. (Istimewa/Polres Wonogiri)

Solopos.com, WONOGIRI — Sebanyak 45 anggota Tim Harimau menjalani tes swab pertengahan pekan lalu. Selang tiga hingga empat hari kemudian hasil tes keluar. Hasilnya mereka dinyatakan negatif Covid-19.

Perwira Urusan Hubungan Masyarakat atau Humas Subag Humas Polres Wonogiri, Aipda Iwan Sumarsono, kepada Solopos.com, Sabtu (24/10/2020), menyampaikan selain anggota Tim Harimau, pelayanan publik diinstruksikan menjalani tes yang sama atau setidaknya deteksi cepat atau rapid test.

Anggota Tim Harimau dites swab karena mobilisasi mereka tinggi. Setiap hari mereka berpatroli dan mengamankan objek vital atau obvit. Terlebih, Wonogiri sedang menuju pemilihan kepala daerah atau pilkada.

Tidak Ada Hidran, Kebakaran di Pabrik Kalijambe Sragen Sulit Dipadamkan

Sejak tahap kampanye bergulir, 26 September lalu, Tim Harimau semakin intensif berpatroli dan mengamankan obvit, seperti Kantor Komisi Pemilihan Umum atau KPU, Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu, tempat ibadah, tempat-tempat keramaian, dan lainnya.

“Tes swab untuk meyakinkan bahwa seluruh personel Tim Harimau terbebas dari Covid-19,” kata Iwan mewakili Kapolres Wonogiri, AKBP Christian Tobing.

Dia melanjutkan, Kapolres juga sudah menjalani tes yang sama. Hasilnya juga negatif Covid-19. Kapolres menjalaninya lantaran kerap mengikuti kegiatan bersama berbagai elemen, dari pejabat Pemerintah Kabupaten atau Pemkab hingga masyarakat.

Pencairan BPUM Berlangsung Senyap, Pemkab  Wonogiri Kerepotan

Langkah Pencegahan

Kapolres menginstruksikan anggota yang bertugas di bagian pelayanan publik seperti Tim Harimau menjalani tes swab atau rapid test. Langkah itu diperlukan agar Polres segera dapat mengambil langkah pencegahan penularan yang lebih luas jika diketahui ada yang terkonfirmasi positif Covid-19. Pelayanan publik itu seperti pelayanan di seluruh Polsek, Satuan Lalu Lintas, dan Mapolres.

“Protokol kesehatan di pelayanan publik dijalankan secara ketat. Warga yang mengakses layanan dan anggota yang melayani wajib bermasker. Tempat-tempat layanan publik juga disediakan tempat cuci tangan memakai air mengalir dan sabun. Bahkan, kami membuat sekat transparan agar tidak terjadi kontak langsung antara pemohon dan anggota yang melayani,” imbuh Iwan.

Buang Air di Pinggir Perahu, Nelayan Kendal Tenggelam

Dia menambahkan, selain Tim Harimau tes swab lanjutan kemungkinan akan digelar secara terpusat di Mapolres. Hal itu untuk memudahkan tim medis saat mengambil spesimen. Tim medis tidak memungkinkan mendatangi seluruh Polsek dan tempat layanan publik lainnya.

“Banyak anggota Polsek yang menjadi personel penegak displin protokol kesehatan bersama Satpol PP dan Koramil/Kodim. Artinya, mereka sering berkegiatan di tempat publik, seperti di pasar, pertokoan, pusat perbelanjaan, dan sebagainya. Penularan virus kepada mereka juga harus dicegah,” ujar Iwan.

 

 



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom