447 Guru Lolos Seleksi PPPK Sragen, 353 Formasi Masih Kosong

Formasi PPPK di Sragen tinggal tersisa 353 lowongan dari total 1.589 formasi. Pengisian 353 formasi itu akan dilakukan lewat uji kompetensi tahap III yang akan digelar tahun ini.

 Ilustrasi. (Dok/JIBI/Solopos)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi. (Dok/JIBI/Solopos)

Solopos.com, SRAGEN — Sebanyak 447 peserta dinyatakan lolos seleksi uji kompetensi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) tahap II yang dihelat pada 2021 lalu. Formasi PPPK di Sragen tinggal tersisa 353 lowongan dari total 1.589 formasi. Pengisian 353 formasi itu akan dilakukan lewat uji kompetensi tahap III yang akan digelar tahun ini.

PromosiMengapa Penangkapan Pengguna Narkotika Tak Mengurangi Kasus

Kabid Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sragen, Sutrisno, menyampaikan data sementara peserta uji kompetensi PPPK tahap II yang dinyatakan lulus ada 447 orang dari total 1.333 orang. Data peserta uji kompetensi yang lolos pastinya akan diumumkan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) pascasanggah pada , Kamis (6/1/2022), ini. Namun, Sutrisno menyampaikan Disdikbud Sragen belum menerima pengumuman pascasanggahnya.

“Laporan sementara ini yang lulus uji kompetensi sebanyak 447 orang. Peserta yang lulus itu terdiri atas peserta yang memenuhi ambang batas [passing grade] kategori 1 atau P1 sebanyak 270 orang, peserta lulus P2 sebanyak 9 orang, dan peserta yang lulus P3 sebanyak 168 orang,” jelasnya saat ditemui Espos di kantornya.

Baca Juga: 2.065 Guru Honorer di Sragen Berebut 807 Formasi PPPK

Sedangkan peserta yang tidak lulus kategori P1 sebanyak 186 orang, peserta tidak lulus P2 tiga orang, dan peserta tidak lulus P3 sebanyak 200 orang. Total peserta yang tidak lulus sebanyak 389 orang. Sutrisno menyebut peserta yang tidak lulus sama sekali ada 486 orang dan tidak hadir sebanyak 11 orang.

Polemik Passing Grade

Ada peserta yang memenuhi syarat passing grade tetapi tidak mendapatkan formasi. Peserta ini sempat mengadu ke DPRD Sragen. Sutrisno mencontohkan di salah satu SD ada satu formasi guru yang ternyata ada lima peserta yang lulus passing grade. Namun, karena formasinya hanya satu maka diambil nilai yang tertinggi sehingga ada empat peserta yang tidak mendapatkan formasi.

“Empat peserta yang tidak mendapat formasi itu bisa ikut pada seleksi uji kompetensi tahap III. Nilai yang diambil adalah nilai tertinggi dari hasil uji kompetensi yang bersangkutan. Misalnya hasil uji kompetensi tahap III ternyata lebih rendah dari hasil uji kompetensi tahap II maka yang dipakai hasil uji kompetensi tahap II yang tertinggi,” jelasnya.

Baca Juga: Puluhan Tenaga Honorer Sragen Berbahagia, Honor dari Rp25.000 Menjadi Rp2,6 Juta Per Bulan

Sementara itu, Sekretaris Guru Tenaga Kependidikan Honorer Non Kategori Umur 35 Plus (GTKHNK 35+) Sragen, Bangun Supriyono, menyampaikan anggotanya sempat beraudiensi dengan DPRD Sragen untuk mengajukan tujuh tuntutan. Dia menyampaikan Pemkab Sragen merespons tuntutan GTKHNK 35+ dengan berencana mengajukan formasi tambahan ke pemerintah pusat.

“Umpamanya disuruh membuka formasi lagi untuk yang lulus passing grade tetap akan dikasih, tetapi menunggu aturan atau regulasinya. Di Sragen ada 1.589 lowongan padahal pengajuannya 2.500 lowongan. Jadi masih bisa terbuka tambahan kursi. Perkiraannya begitu,” katanya.

Ketua Komisi IV DPRD Sragen Sugiyamto menyampaikan ada beberapa item yang diusulkan GTKHNK 35+. Salah satunya, Pemkab harus mencarikan lowongan ke pusat agar peserta uji kompetensi PPPK yang lolos passing grade dan tidak mendapat formasi tetap ditempatkan di sekolah-sekolah atau tetap diakomodasi.

Baca Juga: Insentif Guru Honorer Madrasah Sragen Cair Tapi Kena Pajak, Jadi Segini

“Saya menekankan ke Disdikbud supaya mendata secara konkret peserta PPPK yang diterima atau tidak diterima di masing-masing sekolah. Peserta yang tidak diterima bisa ditempatkan dan tidak kehilangan jam mengajar. Kasihan mereka yang sudah puluhan tahun mengajar. Pemetaan itu bisa dilakukan setelah tes seleksi tahap III,” ujarnya.

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Data dan Fakta Risiko Bencana Jakarta dan Kaltim

+ PLUS Data dan Fakta Risiko Bencana Jakarta dan Kaltim

Pulau Jawa memiliki paparan risiko bencana tinggi dibanding pulau lain, namun indeks risiko bencana lebuh tinggi dimiliki Kalimantan Timur dibanding DKI Jakarta.

Berita Terkini

Eksklusif! Gibran Buka-Bukaan, Siap Jadi Sales demi Kota Solo

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka buka-bukaan mengenai rencana-rencananya dalam wawancara eksklusif dengan Presiden Direktur SMG, Arif Budisusilo.

RSI Surakarta Resmi Luncurkan Layanan BPJS Kesehatan

Adanya layanan BPJS Kesehatan ini bisa meningkatkan pelayanan kepada seluruh pasien RSI Surakarta sesuai prosedur pelayanan yang berlaku.

2 Perempuan Diduga Pelaku Prostusi Online Ditangkap di Indekos Solo

Tim gabungan menangkap dua orang perempuan yang diduga pelaku prostitusi online saat tengah berdua-duaan dengan laki-laki di kamar indekos wilayah Serengan, Solo.

Tengah Malam di Bangunan Tua Rumah Jagal Solo, Serem Lur!

Rumah jagal atau pemotongan hewan di kompleks Kantor DKPP Solo merupakan salah satu bangunan tua dari awal 1900-an yang masih terjaga keasliannya.

Pandemi Belum Berakhir, Tim Gabungan Solo Gencarkan Lagi Razia Masker

Petugas gabungan TNI, Polri, dan Pemkot Solo kembali menggencarkan razia masker untuk mengingatkan masyarakat yang mulai abai menerapkan protokol kesehatan padahal pandemi belum berakhir.

Kasus Covid-19 Wonogiri Naik, Jekek Minta PTM 100 Persen Dievaluasi

Jekek menilai perlu ada strategi baru untuk mencegah penularan Covid-19 varian Omicron di lingkungan satuan pendidikan.

Waduh, Banyak Naskah Kuno Berharga di Mangkunegaran Solo Hampir Rusak

Kondisi naskah-naskah atau manuskrip kuno di perpustakaan Reksa Pustaka Mangkunegaran Solo hampir rusak sementara upaya penyelamatan terkendala sarpras.

BBWSBS Hitung Lagi Kebutuhan Anggaran Revitalisasi Rawa Jombor

BBWSBS sebelumnya sudah mengusulkan ke Kemen PUPR agar mengalokasikan anggaran Rp68 miliar untuk kegiatan revitalisasi Rawa Jombor pada 2023.

Giliran Soropaten, Mranggen, & Manjungan Klaten Dapat SK Desa Wisata

Tiga desa yang memperoleh SK bupati Klaten tentang desa wisata, yakni Desa Soropaten, Kecamatan Karanganom; Desa Mranggen, Kecamatan Jatinom, dan Desa Manjungan, Kecamatan Ngawen.

Tambah Terus, 200-An Pemulung Mengais Rezeki di TPA Putri Cempo Solo

Jumlah pemulung yang mengais rezeki di antara tumpukan sampah TPA Putri Cempo Mojosongo, Solo, terus bertambah dari tahun ke tahun,

Sibangga Jadi Wadah Polres Sukoharjo Gali Permasalahan Masyarakat

Kapolres menambahkan permasalahan keamanan dan ketertiban masyarakat bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian melainkan juga ada peran masyarakat di dalamnya.

Molor, Proyek 2021 Jalan Watuondo-Pogog Wonogiri Tak Kunjung Rampung

Hingga Januari ini proyek jalan Watuondo, Kecamatan Bulukerto-Pogog, Kecamatan Puhpelem senilai Rp3,985 miliar belum rampung.

Buat yang Mau Wisata Lampion Imlek, Dapat Pesan dari Kapolresta Solo

Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak memberikan sejumlah pesan kepada warga yang ingin berwisata menikmati keindahan lampion Imlek di Pasar Gede dan Balai Kota Solo.

Kasus Naik Lagi, Jekek: Covid-19 Enggak Bisa Ditangkal dengan Akik

Joko Sutopo menegaskan Covid-19 tidak dapat ditangkal hanya dengan akar bahar, akik, atau benda lain yang dianggap memiliki kekuatan tertentu.

Duh, Kasus Aktif Covid-19 di Wonogiri Naik Lagi

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wonogiri menilai kasus aktif Covid-19 di Wonogiri naik lagi lantaran penerapan protokol kesehatan kendur.

Penyelesaian Sengketa Lahan Sriwedari Solo Bisa Jadi Legacy Gibran

Penyelesaian sengketa lahan Sriwedari Solo antara Pemkot dengan ahli waris RMT Wirjodiningrat bisa menjadi legacy atua warisan Gibran sebagai Wali Kota kelak.