PKL mengambil undian nomor petak untuk berjualan di kompleks GOR Diponegoro Sragen, Kamis (25/10/2018). (Solopos-Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN -- Sebanyak 44 pedagang kaki limas (PKL) dan pelaku usaha kecil menengah (UKM) suvenir mengadu peruntungan dengan berjualan di kompleks GOR Diponegoro Sragen selama pelaksanaan tes seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2018.

Sehari sebelum hari pertama tes, Kamis (25/10/2018), mereka berkumpul di kompleks GOR untuk mengambil nomor undian tempat dhasaran. Para PKL kuliner itu memanfaatkan peluang tes calon pegawai negeri sipil (CPNS) untuk mengais rezeki.

Para PKL dan pelaku UKM berkumpul di tempat latihan olahraga. Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Sragen sudah menyiapkan petak-petak yang ditandai tali rafia di pinggiran areal tersebut.

Masing-masing tepak diberi tanda nomor dari nomor urut 1-45. Kemudian Disperkim juga menyiapkan satu stoples plastik yang di dalamnya ada gulungan kertas kecil sepanjang 5 cm yang berisi nomor petak tersebut.

Petugas Disperkim meminta para PKL dan pelaku UKM mengambil kertas undian satu per satu. Bagi yang mengambil namanya dicatat beserta nomor petak yang terpilih dalam undian.

Setelah nama dan nomor petak didapat, PKL atau pelaku UKM menyerahkan uang sewa senilai Rp75.000/hari per petak.

Seorang pedagang tahu asal Teguhan, Joko, bersama istrinya ikut mendaftar untuk mencari rezeki selama tes CPNS. Ia mendapat nomor petak 28 dari hasil pengambilan undian itu.

“Waduh, di depan petak 28 itu terdapat pohon trembesi besar. Nanti warungnya tidak kelihatan. Mestinya petak ini dikosongkan saja. Tapi kalau tidak bisa ya apa boleh buat,” keluhnya saat berbincang dengan Solopos.com, Kamis siang.

Joko sempat mengadu pada Kasi Penyehatan Lingkungan Disperkim Sragen, Ilham Kurniawan. Ia pun tidak bisa berbuat banyak karena undian itu menentukan nasib dan lokasi berjualan para PKL.

Selain Joko, ada juga seorang ibu yang tidak mau mendapat petak nomor 21 hasil undiannya karena berada di pojok. “Kalau saya jualan nasi di pojokan apa ya laku. Saya minta ganti! Saya tidak mau di tempat itu,” katanya kepada petugas Disperkim.

Ilham menjelaskan awalnya petak yang disiapkan untuk menyambut para peserta tes CPNS itu tidak sebanyak ini. Dia menjelaskan Diperkim hanya mengakomodasi masyarakat karena animo masyarakat banyak.

“Lokasinya kami maksimal hanya bisa tertampung 45 petak tetapi yang mendaftar sampai sekarang baru 44 orang yang terdiri atas tujuh orang pelaku UKM suvenir dan sisanya PKL kuliner. Macam kulinernya banyak, mulai dari soto, ayam goreng, jajanan, camilan, dan aneka olahan makanan lainnya,” ujar Ilham saat ditemui Solopos.com, Kamis.

Dia membenarkan sewa tempat untuk berjualan itu Rp75.000 per hari per petak. Sewa itu untuk fasilitas listrik, air, tempat sampah, dan sewa kajang.

Bahkan meja dan kursi untuk pembeli pun disiapkan di rest area seperti food court di lahan berukuran 16 meter x 12 meter.

“Kami menyiapkan meja 100 unit dengan kursinya lengkap. Untuk fasilitas jual beli hanya di kompleks ini. Pedagang keliling tidak boleh masuk di kompleks GOR. Bahkan Jl. Karimunjawa yang terletak di depan GOR pun harus steril dari PKL,” jelasnya.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten