44 Pasien HIV/AIDS Menghilang dari Pantauan DKK Karanganyar
Ilustrasi HIV/Aids (JIBI/Harian Jogja/Reuters)

Solopos.com, KARANGANYAR -- Sebanyak 44 pasien HIV/AIDS di Karanganyar loss follow up (LFU) atau menghilang dari pantauan selama pendataan 2019. Alasannya bermacam-macam, ada yang tidak sabar, bosan minum, obat, pindah, dan sebagainya.

Untuk menekan angka tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar berencana membuat klinik berbasis masyarakat pada 2020 nanti.

Data yang diperoleh Solopos.com dari DKK Karanganyar, dari 44 orang dengan HIV/AIDS itu menghilang dari pantauan disebabkan beberapa faktor antara lain adanya efek samping obat, jenuh dan bosan minum obat, serta merasa terlalu lama antre pada saat periksa.

Sekretaris DKK Karanganyar, Fathkul Munir, menjelaskan alasan lainnya karena sudah pindah dan ada juga yang sudah meninggal. "Itu faktor-faktor LFU yang kami data selama 2019 kemarin,” ucap dia kepada Solopos.com, Selasa (17/12/2019).

Gagal Nyalip, Bus Sumber Selamat Nyungsep di Parit Saradan Madiun

Munir mengatakan DKK akan terus menekan jumlah pasien HIV/AIDS yang LFU di Karanganyar agar tidak sebanyak pada 2019. Upaya yang dilakukan adalah membentuk klinik berbasis masyarakat pada 2020 nanti.

Selain untuk menjaga pasien agar tidak LFU, upaya tersebut bertujuan mendukung jangkauan pasien tak terpantau yang ditambah pada 2020 nanti.

“Kami akan sering kunjungi pasien yang sudah terpantau agar tidak terjadi LFU. Pendamping juga akan ditambah frekuensi kunjungan serta orangnya. Jadi kami nanti sistemnya door to door,” imbuh dia.

Hingga saat ini, terdapat 21 Puskesmas, empat RSU dan satu klinik di Karanganyar yang melayani konseling dan test HIV/AIDS. Karanganyar juga memiliki layanan pengobatan di tiga puskesmas yaitu di Kerjo, Kebakkramat 1, dan Jumapolo serta RSUD Karanganyar dan PKU Muhammadiyah Karanganyar.

2 Orang Ditangkap Polisi Sukoharjo Karena Ajukan Pinjaman Pakai BPKB Palsu

Sebelumnya, Wakil Bupati Karanganyar, Rober Christanto, mengatakan perlu adanya misi meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat untuk melawan HIV/AIDS. Dia menargetkan pada 2030 Karanganyar bebas dari virus HIV/AIDS.

“Kami berharap semangat kampanye terus dipacu di seluruh kalangan masyarakat. Kami akan melakukan percepatan range [jangkauan] dengan menemukan ODHA seawal mungkin, obati dan pertahankan. Kami berharap 2030 Karanganyar terbebas dari ancaman penyakit HIV/AIDS,” terang dia.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom