Tutup Iklan
Petugas dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Madiun membersihkan sampah di sungai kota Jl. Mastrip, Senin (2/9/2019)./(Madiunpos.com-AbdulJalil)

Solopos.com, MADIUN – Musim kemarau kali ini sukses membuat 41 sungai di Kota Madiun kering kerontang. Karena kering, sampah yang biasanya terbawa arus, terlihat jelas dan banyak. Membuat sungai bak tempat sampah.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Madiun, Suwarno, mengatakan ada 41 sungai di Kota Madiun kering sejak awal Agustus lalu. 

"Ada 41 kali [sungai] di Madiun yang kering dan tidak ada airnya. Kali-kali tersebut digunakan untuk tempat sampah, banyakhttps://madiun.solopos.com/read/20190130/516/968631/warga-kota-madiun-hasilkan-110-ton-sampah-per-hari"> warga yang membuang sampah sembarangan," kata dia di sela-sela pembersihan sampah di sungai kota Jl. Mastrip, Senin (2/9/2019). 

Suwarno menuturkan sebenarnya sungai-sungai itu dulunya berfungsi sebagai irigasi pertanian. Seiring berkembangnya waktu, sungai irigasi itu berubah fungsi menjadi drainase. 

"Makanya banyak sungai yang kering karena memang tidak difungsikan lagi untuk irigasi," kata dia. 

Selama ini, sungai tersebut mengalirkan air dari luar kota seperti Kabupaten Madiun. Air itu kemudian mengalir ke sungai Madiun dan keluar ke Kabupaten Madiun. 

Suwarno menyayangkan kebiasaan masyarakat membuang sampah di sungai. Kondisi itu menyebabkan tingginya laju sedimentasi dan membuat sungai dangkal. 

Kini DPU TR tengah menormalisasi sungai-sungai tersebut untuk menghadapi musim penghujan. Normalisasi dilakukan dengan membersihkan sungai dari sampah sekaligus mengeruk sedimen.

"Ini sedang dikeruk sedimennya. Masyarakat sangat parah membuang sampah di sungai," ujarnya. 

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten