Tutup Iklan

400 DPRD se-Jateng Gadaikan SK ke Bank Jateng

Ratusan DPRD periode 2019-2024 se-Jateng beramai-ramai menjaminkan surat keterangan (SK) pengangkatannya ke bank. Salah satu bank yang menerima permohonan personal loan atau kredit tanpa angunan (KTA) dari anggota DPRD itu tak lain adalah Bank Jateng.

400 DPRD se-Jateng Gadaikan SK ke Bank Jateng

SOLOPOS.COM - Gedung Berlian Kantor DPRD Jateng (infojawatengah.blogspot.com/ilustrasi)

Solopos.com, SEMARANG — Sekitar 400 anggota DPRD se-Jawa Tengah (Jateng) periode 2019-2024 yang baru dilantik diketahui telah menjaminkan surat keputusan (SK) pengangkatannya ke Bank Jateng.

Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan Bank Jateng, Djoko Sudiatmo, mengatakan ada sekitar 400-450 anggota DPRD se-Jateng yang telah menjaminkan SK pengangkatannya dengan sistem personal loan atau kredit tanpa angunan (KTA).

Personal loan itu adalah salah satu target market kita. Jadi enggak masalah kalau banyak anggota DPRD di Jateng yang meminjam ke kami. Kami justru penginnya seluruh anggota DPRD di Jateng meminjam ke Bank Jateng karena mereka bagian dari Pemerintah Provinsi Jateng,” ujar Joko saat dijumpai Semarangpos.com di kawasan Kota Lama, Semarang, Jumat (20/9/2019).

Joko menyebutkan saat ini ada sekitar 1.800 anggota DPRD di Jateng. Namun dari jumlah sebanyak itu, baru sekitar 400-450 orang yang menjaminkan SK pengangkatannya ke Bank Jateng.

Sementara itu dari total 120 anggota DPRD Jateng, Joko menyebut sekitar 30%-40% yang telah mengajukan personal loan dengan menjaminkan SK pengangkatan.

“Kita akan fasilitasi sehingga mereka mampu memanfaatkan fasilitas yang ada di Bank Jateng. Disesuaikan dengan kemampuan dia membayar. Bahkan, sampai Rp1 miliar pun kita siap,” ujar Joko.

Anggota DPRD Jateng dari Fraksi Gerindra, Sriyanto Saputro, menyebut fenomena banyaknya anggota DPRD yang baru saja dilantik menggadaikan SK pengangkatannya adalah sesuatu yang wajar. Hal itu dikarenakan selama masa kontestasi politik, para anggota DPRD itu telah menghabiskan dana yang tidak sedikit.

“Kalau kita melihat itu manusiawi. Tapi ya harus disesuaikan dengan kemampuan mengembalikan pinjaman ke bank. Jangan sampai pinjam terlalu banyak, sehingga kerja justru tidak tenang karena dikejar-kejar hutang,” ujarnya.

Sriyanto tidak memungkiri sistem pemilu beberapa waktu lalu sangat menguras dana para kandidat. Sistem pemilu yang terbuka membuat setiap kandidat pun harus bersaing, tak hanya dengan kandidat dari luar partai, tapi juga partai sendiri.

“Ini merupakan imbas dari sistem pemilu kita yang memang kapitalis. Sehingga banyak yang harus mengeluarkan biaya untuk bisa bersaing dalam kontestasi politik. Sistem pemilunya yang harus diubah. Entah kembali tertutup atau bagaimana. Pastinya, kalau seperti kemarin lagi diterapkan ya jadinya seperti ini,” tutur Sriyanto.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Berita Terkait

Berita Terkini

Selamat, Warga Gemolong Sragen Dapat Grandprize Mobil dari BRI

Nasabah BRI Unit Gemolong II, Sragen, Wahyuningsih, mendapat hadiah mobil Suzuki All New Ertiga dalam Panen Hadiah Simpedes Semester II 2020.

Cegah Covid-19, Yuk Bikin Hand Sanitizer dari Ekstrak Daun Mangga

Tim pengabdian Riset Grup Plasma Science and Technology FMIPA UNS menggelar pelatihan pembuatan hand sanitizer berbahan alami cegah Covid-19.

1 Lagi Pasien Covid-19 Dari Klaster Masjid Paulan Karanganyar Meninggal

Jumlah kasus positif Covid-19 yang meninggal dari klaster masjid di Paulan, Colomadu, Karanganyar, bertambah satu orang.

Kasus Covid-19 Melonjak, PLN Jaga Keandalan Listrik Rumah Sakit dan Fasilitas Kesehatan

PLN berupaya memastikan keandalan pasokan listrik, khususnya untuk tempat-tempat vital penanganan pasien Covid-19.

37 Adegan Ungkap Fakta-Fakta Pembunuhan Wanita di Waduk Kembangan Sragen

Tersangka pembunuhan wanita di Waduk Kembangan, Karangmalang, Sragen, memeragakan 37 adegan pada rekonstruksi yang digelar Polres.

Rumah Sakit Kritis di Tengah Kasus Aktif Tertinggi

Sejumlah rumah sakit di Klaten akan menambah tempat tidur menyusul kondisinya yang mulai kritis, Kasus aktif Covid saat ini menjadi yang tertinggi sejak pandemi.

Varian Delta Disebut Lebih Cepat Menular, Ini Penjelasannya

Varian delta disebut menimbulkan gejala sakit kepala, tenggorokan dan pilek hingga flu berat.

Pengusaha Wonogiri Siap Berkolaborasi Atasi Kemiskinan

Para pengusaha di Kabupaten Wonogiri siap berkolaborasi mengatasi kemiskinan sesuai bidang usaha masing-masing.

Bekas Lahan Perusahaan Serat Terbesar Wonogiri Kini Ditanami Palawija

Saat ini, sudah tidak ada lagi warga Desa Wonoharjo, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri, yang memproduksi serat. Padahal, dulu ada perusahaan serat terbesar di situ.

Pemkab Sukoharjo Buka 827 Lowongan CPNS dan PPPK 2021

Sebanyak 827 formasi CPNS dan PPPK akan dibuka Pemkab Sukoharjo dalam rekrutmen pegawai pada 2021.

Perlukah Memberikan Suplemen untuk Anak? Ini Penjelasannya

Tak sedikit orang tua merasa bimbang perlukah memberikan suplemen untuk anak demi pemenuhan nutrisi mereka.

Buah Kesemek Khas Selo Boyolali, Direndam 6 Hari Baru Bisa Dikonsumsi

Petani Selo Boyolali mulai memanen buah kesemek yang merupakan buah khas setempat. Buah tersebut oleh masyarakat setempat kerap disebut dengan kledung.