Kategori: Nasional

4 Warga Klaten Jadi Korban Bus Terguling di Purbalingga, Ini Datanya


Solopos.com/Cahyadi Kurniawan/JIBI/Solopos

Kecelakaan Purbalingga, empat warga Klaten menjadi korban kecelakaan bus Rosalia Indah.

Solopos.com, KLATEN -- Empat warga Klaten turut menjadi korban dalam kecelakaan lalu lintas di jalan raya Turut Dukuh Bayeman Desa Tlahab Lor, Karangreja, Purbalingga, Sabtu (24/6/2017), pukul 2.30 WIB. Satu orang di antaranya dinyatakan meninggal dunia, dua orang mengalami luka berat, dan satu anak balita luka ringan.

Korban meninggal dunia adalah Wawan Kustanto, warga Prambanan, Klaten. Sedangkan luka berat dialami Sigit Dwi Iskandar, 30, dan istrinya, Mukti Cahyawati, 25, warga Dukuh Cabakan RT 004/RW 001, Desa Sengon, Kecamatan Prambanan. Sedangkan, Rayhan, 3, anak Sigit, mengalami lecet-lecet di kepala. (baca: Bus Rosalia Indah Tabrak Pembatas Jalan Lalu Teguling)

Akibat kecelakaan itu, Sigit mengalami patah tulang rusuk. Sedangkan Mukti mengalami patah tulang pinggul. Keduanya kini mendapatkan perawatan di RS Goeteng, Purbalingga.

"Kalau anaknya sehat. Saya dengar kabar Rayhan dirawat oleh sukarelawan di sana," ujar Naning Dwi Astini, 54, ibu Sigit, saat ditemui solopos.com di rumahnya, Sabtu (24/6/2017).

Naning menuturkan informasi kecelakaan itu ia terima pagi tadi dari tetangga-tetangganya. Siang ini ia berencana bertolak ke Purbalingga untuk menjenguk Sigit yang akan melakukan operasi. "Ini masih menunggu besan yang juga mau ke sana," ujar dia. (baca: Korban Tewas Bertambah jadi 4 Orang, Salah Satunya Warga Klaten)

Diberitakan, bus Rosalia Indah bernopol AD 1505 AU menabrak pembatas jalan dan terguling ke parit sedalam 5 meter di Purbalingga dini hari tadi. Sopir bus, Imanudin, 45, warga Parung, Bogor, diduga tidak menguasai medan sehingga bus yang mengangkut 40 orang celaka.

Akibat insiden itu, empat orang meninggal dunia dan 36 luka-luka. Korban meninggal dunia yakni Wawan Kustanto, warga Prambanan, Klaten; Suratmi, warga Tomang Baru, Jakarta Barat; Setyo Prihatin, warga Tangerang; dan Santosa Subana, warga Serang, Banten.

Camat Prambanan, Klaten, Suhadi, saat dimintai konfirmasi menyatakan belum mengetahui secara pasti alamat korban meninggal dunia yang berasal dari Klaten.

"Tadi saya kontak ke kades-kades belum diketahui. Kata Pak Lurah Sengon mungkin Prambanan, Sleman [DIY]," kata Suhadi, saat dihubungi melalui Whatsapp, Sabtu.

Share
Dipublikasikan oleh
Rohmah Ermawati