Tutup Iklan
Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Dedy Prasetyo. (Bisnis-Sholahuddin Al Ayyubi)

Solopos.com, JAKARTA -- https://bola.solopos.com/read/20190109/499/964018/kasus-suap-di-piala-soeratin-mencuat" target="_blank" rel="noopener">Satgas Antimafia Sepak Bola menetapkan 4 orang tersangka baru berinisial CH, DS, P, dan MR dalam kasus dugaan pengaturan skor sepak bola di Indonesia.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengakui tim penyidik masih belum melakukan penahanan terhadap para tersangka. Penahanan tersangka dinilai masih belum dibutuhkan.

Penahanan terhadap seorang tersangka diatur di dalam Pasal 21 ayat (1) KUHAP. Seorang tersangka baru akan ditahan jika menurut pandangan penyidik tersangka akan melarikan diri, menghilangkan barang bukti, mempengaruhi saksi dan kembali melakukan perbuatan tindak pidana.

"Satgas Anti Mafia Sepak Bola menetapkan empat orang tersangka dari pertandingan Persibara melawan PS Pasuruan yaitu CH, DS, P, dan MR," tuturnya, Rabu (16/1/2019).

Dedi menjelaskan keempat tersangka itu memiliki peran berbeda pada tindak pidana https://bola.solopos.com/read/20190107/499/963604/terungkap-begini-peran-vigit-waluyo-dan-mbah-putih-dalam-promosi-mojokerto-putera-ke-liga-2" target="_blank" rel="noopener">pengaturan skor sepak bola tersebut. Menurut Dedi, tersangka CH berperan sebagai wasit cadangan Persibara melawan PS Pasuruan. Sementara itu DS berperan jadi pengawas pertandingan Persibara vs PS Pasuruan, tersangka P sebagai asisten wasit 1, dan MR adalah asisten wasit 2.

Keempatnya ditetapkan sebagai tersangka setelah tim penyidik melakukan pengembangan perkara dugaan tindak pidana pengaturan skor sepak bola yang dilaporkan mantan Manajer Persibara Banjarnegara Lasmi Indaryani dengan nomor laporan LP/6990/XII/2018/PMJ/DITRESKRIMUM tertanggal 19 Desember 2018.

"Kami akan profesional mengusut tuntas https://bola.solopos.com/read/20190109/499/964018/kasus-suap-di-piala-soeratin-mencuat" target="_blank" rel="noopener">kasus ini dan melakukan pengembangan hingga ke akar-akarnya," kata Dedi.

Avatar
Editor:
Adib M Asfar

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten