Ilustrasi aktivitas di tempat pembuangan sampah. (Solopos-Nicolous Irawan)

Solopos.com, SRAGEN — Empat tempat pembuangan sampah (TPS) yang tersedia di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, belakangan mengalami overload. Penutupan dua unit TPS pada tahun lalu membuat TPS lain mengalami over kapasitas.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sragen Nugroho Eko Prabowo mengatakan saat ini terdapat 12 TPS yang masih beroperasi di wilayah Kota Sragen dan sekitarnya. Menurutnya, keberadaan 12 TPS tersebut belum cukup untuk menampung sampah rumah tangga.

Dia menerangkan sejak ada penutupan dua TPS yakni di wilayah Sumengko dan kompleks Stadion Taruna Sragen, DLH kesulitan mencari TPS pengganti.

“TPS di Sumengko ditutup karena ditolak warga. Dulu TPS itu dibangun sebelum banyak berdiri bangunan tempat tinggal di sana. Setelah banyak berdiri rumah, warga menolaknya. Sementara TPS di Stadion Taruna ditutup karena kawasan itu dijadikan tempat relokasi PKL dari Alun-alun [Sasana Langen Putro] Sragen,” jelas Nugroho kepada solopos.com, Jumat (18/1/2019).

Saat ini, terdapat empat TPS terdampak penutupan dua TPS tersebut. Empat TPS tersebut berada di wilayah Manding, barat Mako Batalyon Infanteri (Yonif) 408/Suhbrasta, timur kolam perikanan Widoro dan di dekat eks Gedung Transito di Jl. Setyabudi.

“Khusus TPS di dekat transito itu berdekatan dengan permukiman warga. Itu sebabnya, kami memberi tutup supaya tidak begitu mengganggu warga sekitar,” papar Nugroho.

Pada tahun ini, Sragen mendapat bantuan dari pemerintah pusat untuk pembangunan dua unit TPS dengan konsep reuse, reduce dan recycle (3R). TPS dengan konsep 3R itu rencananya dibangun di tanah kas milik Pemkab Sragen. Namun, Nugroho mengaku belum bisa memastikan mau dibangun di mana dua unit TPS dengan konsep 3R tersebut.

“Mudah-mudahan ini bisa menjawab masalah TPS yang overload itu. Tapi, keberadaan TPS 3R itu juga harus dibarengi kesadaran warga untuk mau membuang sampah sesuai tempatnya. Berdasar pantauan saya, banyak warga membuang sampah di pinggir jalan, bukan tepat di dalam TPS. Bahkan, warga tidak bisa membedakan mana sampah rumah tangga dengan sampah lainnya. Dahan pohon yang tumbang itu bukan sampah rumah tangga, jadi jangan dibuang ke TPS. Kasihan tenaga kami yang kesulitan untuk mengangkutnya,” jelasnya. 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten