Tutup Iklan

4 Mahasiswa UNS Ciptakan Membran Oksigenasi Baru untuk Pasien Covid-19

Penelitian mahasiswa UNS mengenai material membran ECMO berangkat dari fenomena pandemi Covid-19 yang sudah terjadi di Indonesia selama lebih dari satu tahun.

 Empat mahasiswa UNS Solo yang menciptakan membran oksigenasi guna membantu pasien Covid-19. (Istimewa)

SOLOPOS.COM - Empat mahasiswa UNS Solo yang menciptakan membran oksigenasi guna membantu pasien Covid-19. (Istimewa)

Solopos.com, SOLO — Empat mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta atau UNS Solo berhasil menciptakan membran oksigenasi terobosan baru guna membantu pasien Covid-19. Para mahasiswa itu yakni Jeesica Hermayanti Pratama, Atsna Rofida, Adenissa Kurnia Putri, dan Raihan Naufal.

Dibimbing oleh Dr. rer. nat. Witri Wahyu Lestari, S.Si., M.Sc., keempat mahasiswa dari berbagai jurusan di UNS yakni Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Fakultas Kedokteran (FK), dan Fakultas Teknik (FT) tersebut mampu menjadi tim yang solid sehingga melahirkan inovasi di bidang kesehatan khususnya membran Extracorporeal Membrane Oxygenation (ECMO).

Penelitian mengenai material membran ECMO berangkat dari fenomena pandemi Covid-19 yang sudah terjadi di Indonesia selama lebih dari satu tahun. Tak hanya Indonesia, Covid-19 juga menyebar di berbagai penjuru dunia. Bahkan Covid-19 telah menjadi pandemi global yang terjadi di 200 negara. Hingga saat ini, negara-negara tersebut masih berjuang melawan pandemi.

Baca juga: Mantap! Ini Penampakan Prototipe Kapal & Pesawat Tanpa Awak Buatan UNS

Worldmeter mencatat data kematian pasien akibat pandemi Covid-19 di Indonesia telah mencapai angka 4 juta dengan angka kematian mencapai 21%-28% pada pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit, Minggu (17/10/2021). Ironisnya, 85% pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit mengalami gejala kritis berupa gangguan pernapasan akut atau Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS).

ARDS adalah peristiwa gagal napas yang disebabkan oleh kerusakan paru-paru akibat penumpukan cairan. Apabila tidak segera ditangani, gejala ARDS dapat berujung kematian. Selama ini, penanganan pasien ARDS dilakukan dengan memberikan napas bantuan melalui alat bantu napas mekanik, yaitu menggunakan ECMO.

Namun, ketersediaan alat ECMO masih sangat terbatas lantaran harga materialnya cukup mahal, terutama di wilayah Asia Pasifik termasuk Indonesia. Di Solo, perangkat tersebut hanya satu dan tersedia di Rumah Sakit Umum dr. Moewardi.

Baca juga: Buat Poster Kewirausahaan, Mahasiswa UNS Sabet 2 Gelar di Aection 3.0

Selain mahal, perangkat ECMO juga memiliki kelemahan, yaitu membran yang digunakan memiliki masa penggunaan yang pendek dan berpotensi terjadi kebocoran. Kebocoran tersebut bisa diakibatkan oleh kontak membran dengan protein di dalam plasma darah yang dapat menurunkan sifat antiair pada membran.

Berangkat dari fenomena tersebut, empat mahasiswa UNS menuangkan ide inovatifnya dalam ajang Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Penelitian itu berhasil mendapatkan hibah pendanaan dengan skema PKM Riset Eksakta (PKM-RE) dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Bahkan, inovasi tersebut juga lolos di ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) 34 yang diadakan secara hybrid.

Meningkatkan Kekuatan Membran

Jeesica mengatakan pihaknya memanfaatkan membran komposit yang terlapisi oleh etilselulosa, dan upaya tersebut dapat menyelesaikan masalah masa penggunaan dan kebocoran membran pada ECMO.

“Penelitian yang kami lakukan merupakan sebuah inovasi dari pemanfaatan membran komposit terlapisi etilselulosa yang berukuran nano agar dapat menyelesaikan masalah umur [masa penggunaan] dan kebocoran membran pada ECMO. Penggunaan membran komposit polimer diharapkan bisa meningkatkan kekuatan membran serta memperpanjang masa pakainya,” ujar Jeesica.

Baca juga: Jadi Landasan Transformasi, UNS Raih Poin Tertinggi IKU 2020/2021

Tak hanya mengatasi masalah masa penggunaan dan kebocoran membran, inovasi Jeesica dan tim juga dinilai lebih ekonomis. Pasalnya, mereka menggunakan etilselulosa yang diperoleh dari limbah kertas.

Penggunaan etilselulosa dari limbah kertas merupakan upaya untuk meningkatkan daya guna produk dan mengurangi pencemaran. Selain itu, materi tersebut juga lebih mudah didapatkan sehingga produk yang dihasilkan lebih ekonomis.

“Sedangkan etilselulosa yang kami peroleh dari limbah kertas digunakan untuk menambah biokompabilitas dari membran, agar tidak menyebabkan reaksi penolakan imunitas oleh tubuh manusia maupun reaksi hipersensitivitas, serta mengurangi risiko biofouling atau penumpukan materi biologi pada permukaan membran,” imbuh Jeesica.

Baca juga: Tenaga Pendidik FIB UNS Solo Berlatih Penanggulangan Kebakaran

Etilselulosa yang digunakan sebagai material pelapis membran komposit berhasil memisahkan gas oksigen dan karbondioksida yang berpotensi pada proses oksigenasi darah. Potensi tersebut didukung dengan hasil uji kuantifikasi protein di mana protein sebagai substansi esensial terbanyak penyusun plasma darah tidak dapat melewati membran. Akibatnya, membran tidak berisiko mengalami kebocoran.

“Kami berharap melalui penelitian ini nantinya akan menjadi dasar pengembangan ECMO di masa mendatang —khususnya di Indonesia— termasuk sebagai perangkat pertolongan dalam meningkatkan angka harapan hidup bagi para pasien Covid-19 khususnya yang mengalami gejala kritis berupa gagal napas,” pungkas Jeesica.


Berita Terkait

Berita Terkini

+ PLUS Prisma Divonis Jadi Anak Zaman Ternyata Mampu Melampaui Zaman

Sejarah membuktikan Prisma telah dan mampu melampaui, dalam arti transcend, zaman yang melahirkannya, meski tidak selalu pada tingkat keberhasilan yang sama.

Cerita Kampung Renteng Jadi Lautan Debu, Tertimbun Abu Gunung Semeru

Kampung Renteng i Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, menjadi lautan debu akibat tertimbun abu vulkanik erupsi Gunung Semeru.

BNPB: 13 Orang Meninggal, Puluhan Warga Terluka akibat Erupsi Semeru

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI Suharyanto mengungkapkan erupsi Gunung Semeru di Jawa Timur hingga Minggu (5/12/2021).

Cerita Wabup Lumajang: Warga Terjebak Erupsi Semeru, Kasihan Pak

BNPB menyiapkan dua unit helikopter untuk kebutuhan evakuasi korban letusan Gunung Semeru dan ada tiga satuan setingkat kompi TNI.

PVMBG: Sebaran Abu Vulkanik Gunung Semeru Bisa Lebih Jauh

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan sebaran abu vulkanik Gunung Semeru bisa lebih jauh dari saat ini.

+ PLUS KND Bisa Mendegradasi Isu Hak Asasi Manusia Menjadi Urusan Sosial

Dalam kenyataan empiris, salah satu kesulitan terbesar selama ini adalah mentransformasikan disabilitas dari isu sosial menjadi isu hak asasi manusia.

10 Berita Terpopuler: Harga Tanah di Solo Baru, Kisah Pilu Novia

Ulasan tentang harga tanah di Solo Baru, Sukoharjo menjadi berite terpopuler di Solopos.com, Minggu (5/12/2021) pagi.

Gunung Semeru Meletus, Waspada Potensi Lontaran Batu Pijar di Puncak

Ada beberapa potensi bahaya akibat Gunung Semeru meletus yang perlu diwaspadai.

Tim Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 Jelajahi Semarang

Hari kedua, Minggu (5/12/2021), Tim Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 Solopos Media Group bersiap mengeksplorasi beragam layanan digital di Prodia dan XL Axiata yang menjadi tulang punggung ekonomi digital di Jawa Tengah.

Gunung Semeru Meletus, Merapi & 2 Gunung Lain Siaga

Peristiwa Gunung Semeru meletus memengaruhi kondisi tiga gunung berapi lain termasuk Merapi yang saat ini berada dalam status siaga.

Inilah Penyebab Gunung Semeru Meletus

Badan Geologi menduga Gunung Semeru meletus akibat curah hujan yang membuat kondisi endapan lava tidak stabil.

Sejarah Hari Ini : 5 Desember 1957, Geger Peristiwa Sinterklas Hitam

Beragam kejadian bersejarah terjadi pada 5 Desember seperti terangkum dalam Sejarah Hari Ini, salah satunya peristiwa Sinterklas Hitam.

Polisi Temukan Bukti Bripda RB dan Korban Dua Kali Aborsi

Polisi temukan bukti aborsi dalam kasus bunuh diri mahasiswi Mojokerto.

Polda Jatim Tahan Bripda RB Terkait Bunuh Diri Novia Widyasari

Polda Jawa Timur menahan Bripda RB terkait kasus bunuh diri mahasiswi Mojokerto.

Jembatan Putus Akibat Lahar Semeru, Jalur Piket Nol Lumajang Ditutup

Jalur lalu lintas yang menghubungkan Kabupaten Lumajang dengan Kabupaten Malang lewat selatan di jalur Piket Nol ditutup total.