Sejumlah petugas Dishub dan Satlantas Polres Sukoharjo pemeriksaan angkutan Lebaran, Senin (27/5/2019). (Istimewa/Dishub Sukoharjo)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Tim gabungan dari Dinas Perhubungan (Dishub) Sukoharjo dan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sukoharjo melakukan pemeriksaan bus angkutan Lebaran di Terminal Sukoharjo, Senin (27/5/2019).

Pemeriksaan bus dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan lalu lintas di jalur mudik dan balik Lebaran. Dari hasil pemeriksaan itu, empat bus diberi tilang lantaran masa berlaku kartu pengawas dan izin trayeknya habis.

Sedangkan satu bus lainnya jurusan Wonogiri-Jakarta diperintahkan untuk dikandangkan lantaran tak laik jalan. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang (Kabid) Keselamatan Dishub Sukoharjo, Miyanto, mengatakan polisi memberi tilang sopir bus lantaran kartu pengawas dan izin trayek habis.

Mereka wajib memperpanjang izin trayek untuk beroperasi saat arus mudik dan balik Lebaran. “Izin trayeknya habis sehingga diberi tilang oleh petugas. Jumlah bus yang diperiksa 32 unit baik antarkota antarprovinsi [AKAP] maupun antarkota dalam provinsi [AKDP],” kata dia saat ditemui wartawan, Senin.

Pemeriksaan armada diprioritaskan mengecek kelengkapan teknis bus seperti rem dan ban. Tak hanya itu, kelengkapan administrasi bus juga diperiksa antara lain izin trayek dan kir. Dalam pemeriksaan itu, tak ditemukan bus yang memakai ban vulkanisir.

Selain diberi tilang, ada satu bus yang dikandangkan lantaran kaca bagian depan retak cukup besar. “Kami minta sopir bus segera memperbaiki kaca yang retak. Itu sudah tak layak beroperasi mengangkut penumpang selama berjam-jam,” ujar dia.

Bus tak laik operasional diminta dikandangkan di garasi dan dilarang beroperasi sebelum kelengkapan teknis maupun administrasi dilengkapi. Langkah ini untuk mengantisipasi kecelakaan lalu lintas yang disebabkan rusaknya kelengkapan teknis bus seperti rem.

Sementara itu, Kasatlantas Polres Sukoharjo, AKP Zamroni, mewakili Kapolres Sukoharjo, AKBP Iwan Saktiadi, mengatakan pemeriksaan bus dilakukan untuk mengantisipasi peristiwa kecelakaan lalu lintas di jalur mudik dan balik Lebaran.

Kegiatan serupa bakal dilaksanakan secara rutin sebelum perayaan Lebaran termasuk di garasi bus. “Petugas bakal memeriksa kondisi bus di garasi sehingga bisa bisa diketahui apakah laik beroperasi atau tidak,” kata dia.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten