Atlet pencak silat UNS Solo yang mewakili Jateng di Pra-PON, Nadia Haq Umami Nur Cahyani (kiri), bertanding melawan pesilat Sulsel, Firkatul, di Gelanggang Remaja, Jakarta Utara, Minggu (17/11/2019). (Istimewa-Bahrul Ulum Muhammad)

Solopos.com, JAKARTA — Sembilan atlet pencak silat Jawa Tengah (Jateng) lolos ke ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 di Papua setelah merengkuh medali di ajang Pra-PON di Gelanggang Remaja Jakarta Utara (GRJU), DKI Jakarta, Rabu-Minggu (13-17/11/2019).

Tiga di antaranya adalah atlet asal Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo. Selain tiga atlet yang mewakili Jateng, ada satu atlet UNS Solo yang mewakili Jawa Timur (Jatim) di PON 2020. Keiga atlet UNS Solo yang mewakili Jateng adalah Nadia Haq Umami Nur Cahyani, Zidni Rahma Amaly, dan Khoirudin Mustakim, serta yang mewakili Jatim adalah Ahmad Zen Fauzy.

“Ada satu atlet UNS lain yang lolos PON 2020 yaitu Ahmad Zen Fauzy. Tapi dia mewakili Jawa Timur,” terang Pelatih Pencak Silat UNS, Bahrul Ulum Muhammad, saat dihubungi Solopos.com, Minggu (17/11/2019).

Nadia meraih medali perunggu pada kategori tanding kelas B putri. Sementara Zidni meraih emas pada kategori seni tunggal putri. Khoirudin mendapat tiket ke ajang PON 2020 setelah mendapat wild card karena tercatat sebagai atlet pelatnas untuk SEA Games Filipina.

Nadia yang sebelumnya masuk tim pelatnas, tak jadi dipanggil karena kalah bersaing dalam seleksi. Bahrul mengungkapkan dirinya cukup puas dengan prestasi yang diraih para atlet.

Menurutnya, persaingan Pra-PON di Jakarta memang terbilang berat. “Kami tergabung di PraPON wilayah III. Bisa dibilang ini wilayah neraka karena beberapa daerah unggulan berkumpul menjadi satu. Prestasi ini sudah cukup membanggakan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan wilayah III terdiri atas DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kepulauan Riau.

Lebih lanjut, tiga atlet lain UNS Solo yang bertanding di kategori seni beregu putra sebenarnya mendapatkan medali perunggu saat mewakili Jateng. Mereka adalah Ardan, Bayu, dan Rozak. Hanya saja, mereka gagal melaju ke PON 2020 karena hanya juara I dan II Pra-PON yang berhak mendapat tiket lolos.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten