4.123 Peserta SKD CPNS 2019 Sragen Tak Lolos Passing Grade
Ilustrasi Lowongan CPNS (Solopos/Whisnupaksa)

Solopos.com, SRAGEN – Sebanyak 4.134 orang atau 49,23% dari total 8.398 peserta Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) tidak lolos passing grade dalam tes seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2019.

Sementara 4.264 peserta yang lolos SKD akan diambil tiga kali formasi untuk mengikuti Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) pada Maret 2020 mendatang.

Penjelasan itu disampaikan Kabid Perencanaan dan Pengadaan Pegawai Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sragen, Budi Yuwono, saat ditemui Solopos.com, Jumat (14/2/2020).

Ogah Sentuh Narkoba, Didi Kempot Pilih Ciu

Budi Yuwono menjelaskan, passing grade (PG) yang ditentukan pada SKD kali ini sudah diturunkan bila dibandingkan dengan seleksi CPNS 2018. Dia menyebut passing grade itu meliputi tes intelegensi umum (TIU) dengan skor 80, tes wawasan kebangsaan (TWK) dengan skor 65, dan tes karakteristik pribadi (TKP) dengan skor 125. Total skor untuk memenuhi passing grade senilai 271.

“Dengan nilai passing grade yang diturunkan itu mengakibatkan banyak peserta SKD yang lolos. Kalau pada tes SKD 2018 lalu dari 2.922 peserta, hanya 121 orang yang lolos passing grade maka pada SKD CPNS 2019 ini dari 8.298 orang yang lolos mencapai 4.264 orang atau 50,77%. Sementara 4.134 orang yang tidak lolos itu karena nilainya jatuh pada TWK dan TIU. Kalau 2018 lalu yang jatuh justru di TKP,” jelas Budi Yuwono.

Kisah Ardha, Bocah Difabel Klaten Bersuara Merdu Hingga Bikin Didi Kempot Terenyuh

Budi Yuwono berpendapat banyaknya peserta SKD yang lolos itu tidak sekadar karena diturunkannya skor passing grade, tetapi juga karena faktor banyaknya bimbingan belajar tes CPNS secara online di media sosial.

Dia menambahkan, sekarang banyak teknik mengerjakan soal di Internet sehingga peserta lebih siap. Budi Yuwono mengatakan, dari 4.264 peserta yang lolos hanya diambil tiga kali jumlah formasi Sragen, yakni 627 lowongan.

Lucinta Luna Lega Jati Dirinya sebagai Transgender Terungkap

Budi Yuwono menjelaskan ada 383 peserta yang gagal sebelum menjalani tes selama empat hari di Jatikuwung, Gondangrejo, Karanganyar. Dia menyampaikan 383 orang itu tidak hadir dalam tes karena tidak ada keterangan yang jelas. Dia mengungkapkan sebenarnya ada yang terlambat datang sehingga gagal tes tetapi tidak banyak.

“Mungkin para peserta sudah bekerja sehingga saat tes tidak bisa izin libur dari perusahaan atau kemungkinan sudah bekerja di tempat lain,” ujarnya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho