Peragawati membentangkan batik Sindu Melati saat peluncuran batik itu di kompleks gedung RSPD Klaten, Kamis (17/10/2019). (Solopos-Ponco Suseno)

Solopos.com, KLATEN –Sebanyak 4.000-an ketua rukun tetangga (RT)/ketua rukun warga (RW) di Kabupaten Bersinar bakal memperoleh batik Sindu Melati sebagai batik khas Klaten secara gratis di tahun 2020.

Selain ketua RT/ketua RW, Bupati Klaten, Sri Mulyani juga memberikan batik Sindu Melati kepada seluruh anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

Hal itu diungkapkan Sri Mulyani setelah meluncurkan batik Sindu Melati di kompleks gedung Radio Siaran Pemerintah Daerah (RSPD) Klaten, Kamis (17/10/2019).

Nantinya, Sri Mulyani juga mendorong ribuan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Klaten mengenakan batik Sindu Melati sehari dalam satu pekan.

Harga batik cap Sindu Melati senilai Rp100.000-Rp150.000 per kain. Sedangkan, harga batik tulis Sindu Melati senilai Rp300.000-Rp500.000 per kain.

“Batik Sindu Melati ini menjadi produk khas Klaten. Mari, cintai produk asli Klaten. Nantinya, kami anggarkan pengadaan batik Sindu Melati secara gratis ke ketua RT/ketua RW [batik cap Sindu Melati]. Termasuk juga BPD. Jumlah ketua RT/ketua RW di Klaten berkisar 4.000 orang. Sumber anggaran diambilkan dari APBD Klaten. Realisasinya di tahun 2020,” kata Sri Mulyani.

Saat ditanya kenapa hanya memberikan batik Sindu Melati secara gratis ke ketua RT/ketua RW, Sri Mulyani mengaku para ketua RT/ketua RW telah mengabdi secara tulus di tengah masyarakat.

“Para ASN di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Klaten dan perangkat desa juga diimbau mengenakan batik Sindu Melati. Tapi dengan biaya sendiri-sendiri. Ini bagian dari promosi batik khas Klaten juga. Kalau bukan kita sebagai warga Klaten, lalu siapa lagi yang akan mempromosikan batik Sindu Melati,” katanya.

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagkop dan UKM) Klaten, Bambang Sigit Sinugroho, mengatakan penyusunan desain batik Sindu Melati menggandeng para perajin batik di Kabupaten Bersinar.

Selain ASN, perangkat desa (Perdes), ketua RT/ketua RW, batik Sindu Melati juga diharapkan dapat dikenakan para pelajar di Klaten.

“Peluncuran batik Sindu Melati ini diharapkan dapat mendongkrak kesejahteraan para perajin batik di Klaten . Nanti, kami akan sosialisasikan data perajin batik itu, termasuk ke sekolah-sekolah. Sehingga saat sekolah ingin membeli batik, sudah ada rujukan yang jelas. Harganya nanti juga dibuat seragam,” katanya.

Sebagaimana diketahui, nama Sindu Melati terkait erat dengan latar belakang Klaten. Sindu berarti air sebagai sumber kehidupan.

Hal ini terkait dengan potensi alam di Klaten yang kaya umbul, seperti di Klaten bagian utara. Sedangkan, melati terkait dengan sosok Kiai Melati yang dikenal sebagai pendiri Klaten.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten