3T Terus Digiatkan di Boyolali, Dukungan Masyararakat Dibutuhkan

Penanganan Covid-19 di Boyolali terus dilakukan melalui program 3T, yakni testing, tracking dan treatment.

SOLOPOS.COM - Ilustrasi pengambilan spesimen virus corona. (Reuters/Edgar Su)

Solopos.com, BOYOLALI -- Penanganan Covid-19 di Boyolali terus dilakukan melalui program 3T, yakni testing, tracing dan treatment. Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali berharap setiap lapisan masyarakat proaktif untuk mendukung program penanganan tersebut agar Covid-19 di Boyolali lebih terkendali.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali, Ratri S. Survivalina, mengatakan testing melalui swab dilakukan untuk mengetahui diagnosis pasti seseorang itu terinfeksi Covid-19 atau tidak. Hingga 24 November di Botolali tercatat sudah dilakukan pemeriksaan swab terhadap 13.629 sampel.

Catat, Hari ini Batas Terakhir Pendaftaran Permohonan Bantuan Produktif Usaha Mikro di Karanganyar

Jumlah itu terdiri dari swab diagnosis sebanyak 12.532 sampel dan swab evaluasi 1.097 sampel. "Untuk swab diagnosa tercatat ada 1.620 sampel yang positif sedangkan 10.912 sampel negatif. Jika dipersentasekan positivity rate di Boyolali ini 12,93%," kata dia.

Dia mengimbau kepada masyarakat untuk proaktif mendukung program testing tersebut. Termasuk proaktif untuk melalukan testing secara mandiri. Sebab menurutnya ada beberapa kasus yang terdeteksi setelah pasien itu melakukan tes secara mandiri setelah merasa memiliki gejala atau setelah melakukan perjalanan jauh dan sebagainya.

Penolakan

Dia juga berharap agar tidak terjadi penolakan untuk kegiatan swab. Selain testing, program penanganan 3T lainnya, yakni tracing dan treatmemt juga terus dilakukan di Boyolali dan butuh dukungan dari semua pihak. Kegiatan tracing dilakukan untuk melacak pihak yang dinilai berisiko tertular atau bahkan menjadi sumber penularan.

Mengenai jumlah kasus Covid-19di Boyolali hingga Rabu (25/11/2020) tercatat ada 1.905 kasus konfirmasi. Dari jumlah itu 201 orang masih dirawat, 403 orang isolasi mandiri, 1.238 orang sembuh dan 63 orang meninggal dunia.

Dirikan Perusahaan 2 Hari Sebelum Izin Ekspor Benur Dikeluarkan, Fahri Hamzah Mengaku Tahu Rencana Edhy Prabowo

Dari kasus yang masih dirawat, Ratri menyebutkan para pasien tersebut tersebar di beberapa rumah sakit dan sebagian besar berada di luar Boyolali. Untuk rumah sakit yang menjadi tempat perawatan pasien Covid-19 itu, selain RSUD Pandan Arang Boyolali juga ada sejumlah rumah sakit yang ada di Solo, Klaten, Semarang, Gemolong, Salatiga dan sebagainya.

Berita Terbaru

Pandemi, Siswa di Sragen Harus Pakai Seragam Saat Sekolah Daring

Solopos.com, SRAGEN — Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sragen Suwardi mengharuskan siswa saat pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau...

PMI Sragen Terapkan Protokol Kesehatan Ketat Sampai Dijaga Aparat

Solopos.com, SRAGEN — Palang Merah Indonesia (PMI) Sragen sangat ketat dalam menerapkan protokol kesehatan. Masyarakat yang ini mendonorkan darah...

Kisah Penyintas Covid-19 Sragen Kini Jadi Agent of Change di Desanya

Solopos.com, SRAGEN -- Salah seorang perangkat desa (perdes) di Desa Slendro, Kecamatan Gesi, Sragen, Yatno, 33, menceritakan pengalamannya sebagai...

Edukasi Warga Soal Vaksin, Satgas Covid-19 Sukoharjo Bentuk Pokja Vaksinasi

Solopos.com, SUKOHARJO -- Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Sukoharjo membentuk kelompok kerja atau pokja vaksinasi. Pokja ini bertugas mengedukasi...

Galang Donor Plasma, PMI Sragen Himpun Data Penyintas Covid-19 

Solopos.com, SRAGEN -- Palang Merah Indonesia atau PMI Sragen menghimpun data para penyintas Covid-19 untuk menjadi donor plasma. PMI...

PPKM Boyolali, Penyitaan Alat Usaha Sebagai Bentuk Edukasi

Solopos.com, BOYOLALI -- Selama pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM, Satpol PP Kabupaten Boyolali harus menyita peralatan dagang...

Akan Jadi Orang Pertama di Klaten yang Divaksin Covid-19, Begini Kata Bupati Sri Mulyani

Solopos.com, KLATEN - Bupati Klaten, Sri Mulyani, menyatakan selalu siap divaksin Covid-19, dalam waktu dekat. Sesuai rencana, Sri Mulyani...

Anggota DPRD Klaten Ini Blusukan Sembari Sosialisasikan Protokol Kesehatan

Solopos.com, KLATEN -- Upaya meningkatkan kedisiplinan mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19 terus dilakukan berbagai pihak, tak terkecuali para anggota...

Anggap PPKM Efektif Tekan Covid-19, Sragen Dukung Perpanjangan

Solopos.com, SRAGEN — Pemerintah Kabupaten Sragen mendukung perpanjangan penerapan pembatasan kegiatan masyarakat. Pasalnya, Pemkab Sragen menganggap PPKM efektif menekan...

Tempat Hiburan Sukoharjo Tutup Total Sampai 31 Januari 2021

Solopos.com, SUKOHARJO -- Pemkab Sukoharjo mewajibkan seluruh tempat hiburan umum tutup hingga 31 Januari 2021. Tempat hiburan ini meliputi...