Tutup Iklan -->
3,8 Juta Warga Jatim Terancam Kehilangan Pekerjaan Akibat Covid-19
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (kiri) bersama Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak (dua kiri) saat berdiskusi dengan Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono (dua kanan) dan Dirut RSUD dr Soetomo dr Joni Wahyuhadi (kanan) di Gedung Negara Grahadi di Surabaya, Senin (30/03/2020). (Antara)

Solopos.com, SURABAYA -- Sekitar 3,8 juta pekerja di Jawa Timur (Jatim) terdampak sosial-ekonomi akibat pandemi Covid-19. Mereka berpotensi kehilangan pekerjaan.

"Untuk kepastian angka masih terus divalidasi di masing-masing bidang atau sektor pekerjaan," ujar Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, di Surabaya, Senin (30/3/2020) seperti dilansir Antara.

Ia mengatakan pekerja yang terdampak ini berasal dari berbagai sektor. Seperti perdagangan, pengolahan, transportasi, akomodasi, makanan dan minuman.

Imbas Corona, 12.674 Penumpang KA di Wilayah Madiun Batalkan Perjalanan

Menurut dia, dari angka pekerja terdampak yang telah terdata tersebut, beberapa di antaranya telah terbantu oleh program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

"Ada juga yang belum. Tapi, kami akan terus mematangkan kebijakan terhadap yang belum terkawal BPNT," ucap orang nomor dua di Pemprov Jatim tersebut.

Sementara itu, Gubernur jatim, Khofifah Indar Parawansa, menyiapkan dana Rp264 miliar  untuk percepatan penanggulangan penyebaran COVID-19. Pemprov Jatim masih membutuhkan tambahan dana yang lebih besar lagi untuk bisa melakukan program sosial safety net,. Program ini terkait dengan cash forward atau padat karya dan pelaku UMKM terdampak.

Tinggal 1 Kelurahan Di Kota Madiun Yang Belum Terjamah Covid-19

"Sekarang konsolidasi datanya masih sedang dikoordinasikan dengan BPS. Kalau terhadap keluarga rentan yang hampir miskin dan menjadi miskin akibat pandemi COVID-19, koordinasinya nanti dengan dinas sosial," tuturnya.

Sumber: Antara


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho